Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Pengalaman Trading: Beli Saham Murah

El Heze

Mahal murahnya suatu saham bisa dilihat melalui beberapa indikator. Kalau anda ingin investasi saham, salah satu ukuran untuk melihat saham murah yaitu dengan menganalisa valuasi sahamnya, seperti Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).


Pelajari juga: Valuasi Saham: Price Earning Ratio & Price to Book Value. Sedangkan untuk yang ingin trading saham, menilai saham murah bisa dilakukan dengan menggunakan kombinasi analisa chart dan indikator. 

Anda bisa pelajari cara-cara dan full praktik menemukan saham diskon & murah yang berpotensi rebound disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Pada pos ini, kita akan membahas pengalaman trading, yaitu beli saham murah khususnya untuk trading jangka pendek. Salah satu kendala utama trader ketika membeli saham adalah JEBAKAN SAHAM NYANGKUT. 

Apalagi kalau saham yang dibeli trader nyangkut di harga atas / harga puncak. Ketika saham anda nyangkut di harga mahal, biasanya trader membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa menjual profit sahamnya. Kecuali kalau saham tersebut berhasil breakout. 

Namun dalam banyak kasus, saham-saham yang sudah berada di harga atas, sangat rawan koreksi / turun. Solusi untuk mengatasi risiko saham nyangkut di pucuk, yaitu dengan membeli saham di harga murah. 

Hal ini saya alami sendiri, di mana ketika saya beli saham murah, saham yang saya tradingkan lebih cepat naik. Kalau anda sering membaca ulasan-ulasan saham di web Sahamgain.com ini, sebenarnya strategi yang penulis terapkan kebanyakan adalah membeli saham murah, walaupun ada juga saham2 yang penulis tradingkan dengan strategi buy on breakout. 

Demikian pula, ketika kita mengulas saham bersama, misalnya pada halaman Rekomendasi Saham, memang nggak semua saham langsung naik keesokan harinya. Terkadang kita perlu menunggu beberapa hari. 

Hal ini sebenarnya wajar, karena di market itu ada fluktuatif. Naik turunnya saham adalah bagian dari fluktuatif harga, dan kita nggak perlu terlalu mengkhawatirkan hal tersebut (Saham yang kita beli turun atau sideways beberapa poin). 

Namun kalau anda beli saham yang sudah murah, jangka waktu 'menunggu' anda biasanya akan lebih singkat dibandingkan jika anda membeli saham yang lagi mahal. Saham murah lebih cepat naik dibandingkan saham2 yang harganya sudah tinggi. 

Ketika saham sudah murah, cepat atau lama saham tersebut akan dikoleksi lagi, sehingga harganya berpotensi naik, dengan catatan saham tersebut adalah saham yang likuid. Kita juga sudah pernah bahas konspenya disini: Konsep Trading Saham: Beli Saham Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun

Sebagai contoh, pada halaman Rekomendasi Saham, kita pernah ulas saham SCMA di mana kita ulas support SCMA ada di 1.830: 

Beli Saham Murah

Saat kita watchlist SCMA, support SCMA di 1.830 (tanda panah). Tetapi ternyata saham SCMA masih lanjut turun sampai 2 hari, di mana SCMA masih menyentuh support 1.650. Tapi kalau kita perhatikan, setelah turun 2 hari SCMA akhirnya berhasil balik naik lagi bahkan diata 1.830. 

SCMA berhasil rebound dan lanjut naik sampai harga 2.050. Inilah keuntungan membeli saham yang murah, di mana anda bisa meminimalkan risiko saham nyangkut berbulan-bulan dan tentu juga meminimalkan risiko cut loss saham. 

Pada pos berikut: Keuntungan Beli Saham Murah, kita juga sudah bahas beberapa keuntungan membeli saham murah untuk trader. Buat anda yang selama ini terjebak dalam empat hal berikut: 
  • Saham dibeli selalu langsung turun
  • Saham nyangkut di harga puncak
  • Saham nyangkut berbulan-bulan 
  • Sering cut loss 
Cobalah untuk sedikit memodifikasi strategi trading anda, yaitu dengan membeli saham-saham yang sudah murah secara teknikal, supaya kalaupun saham yang anda beli masih turun, tidak butuh waktu lama untuk menunggu saham anda naik lagi. 

Saham yang sudah murah peluang naik / rebound-nya juga lebih bagus dibandingkan saham-saham yang sudah naik tinggi atau sudah mahal secara teknikal. 

Tetapi beli saham murah / turun juga ada kelemahannya, yaitu risiko "menangkap pisau jatuh". Yap, terkadang saham yang sudah turun, harganya masih bisa turun lagi, apalagi kalau saham sedang berada dalam tren turun seperti grafik saham berikut: 


Ketika saham sudah turun, sekilas harganya terlihat murah. Namun sebenarnya kita nggak tahu dimana ujung tren saham tersebut. Seperti contoh saham UNVR diatas, di mana saham UNVR sudah turun drastis, tetapi masih bisa lanjut turun. 

Oleh karena itu, buat anda yang ingin membeli saham murah, anda juga harus menggunakan strategi trading yang benar. Jangan asal membeli saham yang kelihatannya sudah turun. Saham yang turun beberapa hari belum tentu sahamnya murah secara teknikal. 

Seringkali trader beranggapan kalau saham sudah turun berarti sahamnya murah. Padahal belum tentu. Untuk meminimalkan risiko 'menangkap pisau jatuh', anda harus meng-kombinasikan analisa teknikal untuk mencari saham-saham yang murah.

Saham-saham yang murah bisa diartikan sebagai saham yang sudah diskon secara teknikal dan memang memiliki potensi rebound lagi, sehingga bukan saham2 yang masih turun terus. 

Cara-cara mencari saham murah dan diskon secara teknikal sudah kita bahas bersama full praktik dan strategi2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. Anda bisa praktikkan dan terapkan.   

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.