Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Harga Saham Turun, Berapa Harga Supportnya?

Fluktuatif saham yang terjadi selama jam trading adalah kesempatan anda untuk mengambil peluang mendapatkan profit jangka pendek. Namun terkadang sebagai trader saham, kita juga menghadapi kondisi di mana harga saham terus mengalami penurunan. 


Harga saham yang sedang turun seringkali menimbulkan banyak pertanyaan dari para trader saham: 

"Sampai kapan harga saham akan turun?" 
"Berapa harga support selanjutnya?"
"Kira-kira kapan saham A akan naik lagi?" 

Salah satu cara memprediksi dan melihat seberapa harga saham akan turun, yaitu dengan melihat TITIK / HARGA SUPPORT saham tersebut. Support adalah harga batas bawah suatu saham. 

Harga support bisa anda lihat melalui grafik suatu saham. Dengan mengetahui harga support inilah, anda bisa mengetahui potensi suatu saham akan turun sampai ke level berapa. Jadi ketika harga saham turun, anda harus mulai melihat dan menganalisa lebih dalam chart saham tersebut. 

Chart saham terdiri dari pola-pola historis, di mana pola2 historis tersebut juga sangat mungkin terulang di kemudian hari. Ada beberapa cara menentukan titik support suatu saham ketika saham sedang turun: 

1. Support manual 

Anda bisa menentukan support suatu saham dengan menggunakan support manual, yaitu menarik garis horizontal. Menentukan support suatu saham bisa dilakukan dengan cara menentukan titik support yang PALING DEKAT dengan harga saat ini. Sebagai contoh, perhatikan grafik saham ACES berikut ini: 

Support saham (klik gambar untuk memperbesar)
Pada chart diatas, anda bisa lihat saham ACES dalam beberapa hari terakhir terus mengalami penurunan tajamdan harga closingnya adalah 1.280. Pertanyaannya, kalau saham ACES masih turun lagi, sampai ke harga berapa lagi ACES akan turun? 

Anda bisa menentukan harga support terdekat ACES dengan harga saat ini. Pada grafik diatas harga support terdekat ACES (menggunakan garis horizontal manual) ada di harga 1.230 (lingkaran kedua). Kemudian ada lagi support terdekat dibawahnya yaitu harga 1.150 (lingkaran pertama). 

Anda bisa pelajari juga contoh cara menentukan support resisten saham disini: Cara Menentukan Support Resisten yang Benar.  

Artinya, kalau saham ACES masih jatuh dari harga 1.280, maka ACES berpotensi turun ke kisaran support 1.230. Jika ACES masih jatuh dari 1.230, ACES menguji support lanjutan di kisaran 1.150. 

Sebaliknya, jika ACES berhasil bertahan dari 1.230, ACES kemungkinan besar akan rebound / naik lagi, karena pada grafik, terlihat bahwa harga 1.230 adalah harga titik balik naiknya setelah turun. 

Anda bisa pelajari praktik2 trading saham, khususnya support resisten untuk menemukan saham bagus disini: Menemukan Saham Naik dengan Variasi Support Resisten. 

Serta pelajari juga cara menemukan saham yang sudah turun, diskon secara teknikal dan berpotensi naik disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Karena tidak seterusnya harga saham akan turun. Pasti ada momen di mana harga saham akan naik lagi setelah jatuh. Nah, sebagai trader, anda bisa memanfaatkan analisa saham diskon ini untuk meraih profit, dengan cara melihat saham2 mana yang berpotensi naik setelah turun tajam.

2. Garis Moving Average (MA)

Garis MA adalah salah satu indikator lagging yang dapat digunakan sebagai tambahan analisa untuk melihat dimana titik support lanjutan suatu saham ketika turun. Perhatikan contoh saham AALI berikut: 

Klik gambar untuk memperbesar

Anda bisa menggunakan MA25, 50, 100 atau 200. Pada contoh diatas, saya menggunakan MA25 (MA warna orange yang saya kasih tanda panah) untuk melihat dimana titik support saham AALI yang sedang turun. 

Pada chart AALI diatas, bisa anda lihat MA berpotongan pada harga support 6.000-6.100 (tanda persegi). Disitulah harga support AALI yang paling dekat dengan harga terakhirnya (harga 6.250). 

3. Fibonacci 

Indikator Fibonacci bisa menjadi alat bantu dalam menentukan support dan resisten saham. Fibonacci bisa menjadi pelengkap dari analisa support resisten manual untuk melihat potensi support-support penting pada harga saham. 

Mengenai cara membaca Fibonacci, tidak akan saya bahas disini, karena sudah pernah kita bahas. Cara membaca dan menggunakan indikator Fibonacci, bisa anda pelajari beberapa seri tulisan yang pernah kita bahas disini:

Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part I  
Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part II  
Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part III 

4. Indikator lain 

Anda juga bisa menentukan harga support menggunakan indikator2 lain yang digunakan untuk itu. Indikator zig zag dan bollinger bands misalnya yang bisa menjadi alat bantu support resisten juga. 

Di dalam praktik trading, saya pribadi lebih suka menggunakan cara pertama, yaitu menggunakan support resisten manual, dengan cara menarik garis horizontal sendiri, karena dengan cara tersebut, kita bisa lebih peka melihat titik-titik harga yang paling dekat dan krusial pada chart.

Biasanya saya juga menambahkan indikator lain sebagai alat bantu seperti Moving Average untuk memperjelas titik support suatu saham.

Jadi saat harga saham sedang turun, anda harus melakukan analisa support lanjutan, supaya anda bisa melihat di harga berapa saham tersebut bagus untuk dibeli di harga murah. 

Justru ketika harga saham sedang turun (apalagi kalau sahamnya adalah saham2 yang kualitasnya bagus), adalah saham2 yang perlu anda analisa lebih lanjut, karena peluang profit di saham2 tersebut besar. Baca juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun.   

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.