Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part III

Baca Part II: Praktik Cara Menggunakan Fibonacci Retracement - Part II. Sekarang saya akan praktik dengan menggunakan saham UPTREND. Perhatikan chart NIKL dibawah ini. 


Pada chart tampak bahwa tren NIKL mulai balik arah ketika berada di level 0% (yang saya beri tanda lingkaran di atas). Lalu tren NIKL terlihat mulai koreksi pendek selama beberapa minggu. Koreksi NIKL langsung jatuh dari level 23,6% dan 38,2%.

Setelah NIKL jatuh dari 23,6% dan 38,2% kemanakah level support NIKL selanjutnya? Tentu saja level 50%. Jika level 50% jatuh NIKL akan turun menuju 61,8%. Jika level 61,8% jebol NIKL berpotensi jatuh menuju 76,8%. Tetapi pada grafik tampak bahwa NIKL berjuang untuk tidak jebol dari level 50%. 

Karena NIKL tidak jatuh dari support 50%, maka NIKL rebound. Jika NIKL rebound, kemanakah level NIKL selanjutnya? Level resisten selanjutnya paling dekat yang bisa anda jadikan patokan adalah 38,2%. Nah, NIKL beehasil rebound ke level 38,2%. Sekarang NIKL berjuang untuk menguji resisten di 23,6%. Apabila ternyata NIKL tidak mampu menyentuh 23,6%, NIKL berpotensi turun lagi menuju 50%. 

Kira-kira begitulah cara membaca garis support dan resisten pada fibonacci retracement. Bagaimana sudah paham? 

APLIKASI FIBONACCI PADA SAHAM DOWNTREND

Bagaimana jika sahamnya DOWNTREND? Bagaimana praktiknya menggunakan fibonacci retracement? Untuk lebih mudahnya perhatikan chart PGAS dibawah ini. 


Saham PGAS memulai tren turunnya di kisaran harga 3.000. PGAS tampak beberapa kali gagal menembus resisten dalam tren turunnya. Sebagai contoh perhatikan yang saya beri tanda lingkaran. PGAS tampak mencoba naik dari level 0.0% dan berhasil menembus level resisten 23,6%. 

Selanjutnya PGAS mencoba naik namun tidak kuat menembus resisten 38,2%, sehingga PGAS turun lagi. Sekarang PGAS masih berjuang untuk bertahan diatas level 0,0% dan naik dari level resisten terdekat 23,6%. 

Contoh Saham Downtrend yang Berhasil Break dan Reversal


Satu contoh saham yang berhasil breakout dari level 100% pada contoh ini saya berikan saham JSMR. Perhatikan grafik diatas. Setelah mengalami tren turun, JSMR berhasil rebound hingga menembus level 100% (perhatikan lingkaran warna merah). 

Setelah breakout, terlihat tertahan di level 138,2%. Apabila JSMR nantinya nggak mampu tembus 138,2%, maka harga saham JSMR akan turun lagi dengan penurunan terdekat di level 123,6%.  

Itulah cara membaca penentuan garis support-resisten pada fibonacci retracement. Dari 3 (tiga) Part yang sudah saya paparkan dapat ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya garis persentase fibonacci retracement bisa berfungsi sebagai alat bantu bagi trader untuk menentukan level support dan resisten dari suatu saham. 

Selamat praktik dan salam profit. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.