Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Mengetahui Saham yang Undervalue (Valuasi Saham)

Bagaimana cara mengetahui saham yang harganya sudah undervalue / murah secara fundamental? Untuk mengetahui saham yang undervalue maupun overvalue, ada banyak sekali metode yang bisa digunakan. 

Tetapi cara paling sederhana yang banyak digunakan para pebisnis saham untuk mengetahui saham yang undarvalue adalah dengan melihat analisa Price to Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). 

Kalau anda belum paham kedua analisa PER dan PBV, anda bisa baca2 kembali pos saya disini: Analisis Fundamental Saham: Price Earning Ratio dan Analisis Fundamental Saham: Price to Book Value. Sebenarnya ada lagi analisa Price Earning Growth Ratio (PEG), tapi kita pakai yang paling populer saja yaitu PER dan PBV. 

Jadi dua rasio analisa ini, dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu saham sedang dalam posisi sudah undervalue (murah / diskon) atau overvalue (mahal) secara analisa fundamental. 

Intinya, semakin besar nilai PER / PBV, maka harga saham dapat dikatakan overvalue alias kemahalan, dan juga sebaliknya.

MENGETAHUI VALUASI SAHAM YANG UNDERVALUE 

Sebelum masuk praktik, untuk menentukan saham undervalue, maka anda harus melakukan  perbandingan satu saham dengan saham lainnya secara apple to apple.   

Misalnya, anda ingin menganalisa valuasi saham saham MAIN. Nah, MAIN adalah saham yang bergerak di bidang bisnis pakan ternak. Di Bursa Efek, MAIN masuk dalam sektor industri dasar dan kimia, dan sub sektornya adalah: Sub sektor pakan ternak. 

Maka untuk menghitung valuasi saham MAIN, anda harus membandingkan valuasi saham MAIN berdasarkan sub sektornya (pakan ternak), bukan berdasarkan sektornya (industri dasar dan kimia).

Hal ini karena di dalam sektor industri dasar dan kimia tersebut, tidak hanya diisi oleh perusahaan2 yang bergerak di bidang pakan ternak, tapi juga diisi oleh saham2 seperti perusahaan semen (SMGR, INTP), perusahaan kertas (INKP, TKIM) dan lain2. 

Jadi untuk menghitung valuasi saham tersebut, anda lakukan perhitungan apple to apple. Nah, untuk mencari sektor dan sub sektor, anda bisa lihat di situs c. Anda bisa lihat disini: Sektor & Sub Sektor. 

Sekarang kita akan langsung praktik menghitung saham yang undervalue menggunakan PER. Kita akan menganalisa saham2 apa yang paling murah / undervalue di sub sektor pakan ternak.  Perhatikan tabel dibawah ini:   


Cara mengetahui saham yang undervalue - Saham Gain
***Catatan: Cara mencari EPS dan harga saham, saya jelaskan setelah analisa PER. Baca terus sampai habis. 

Pada perhitungan PER diatas untuk sub sektor pakan ternak, bisa anda lihat nilai PER yang paling murah ada pada saham MAIN sebesar 7 kali. PER paling murah berikutnya adalah saham JPFA sebesar 16 kali. 

Kemudian disusul CPIN yang PER-nya mencapai 29 kali dan saham yang valuasinya paling mahal adalah SIPD sebesar 44 kali. Sedangkan rata2 PER industri adalah sebesar 24 kali. 

Kesimpulannya, di sub sektor pakan ternak, saham MAIN dan JPFA adalah saham yang lagi undervalue / murah. Hal ini karena PER MAIN selain paling murah, MAIN juga jauh berada dibawah rata2 industrinya. Demikian juga dengan JPFA yang PER-nya masih berada dibawah rata2 industri. 

ANALISA SAHAM UNDERVALUE

Memang secara rumus, PER diatas 6 kali bisa dikatakan mahal. Tapi dalam analisa fundamental yang lebih dalam, hal ini tidak bisa dijadikan patokan, karena untuk menyimpulkan suatu saham mahal /murah, harus ada pembandingnya, yaitu perbandingan apple to apple itu tadi. 

Jadi kalau misalnya ada saham yang PER-nya 10 kali, tapi rata2 PER industrinya adalah 30 kali, maka saham yang PER-nya 10 kali bisa dikatakan sebagai saham yang undervalue. 

Apakah saham undervalue punya peluang naik yang lebih tinggi dibandingkan saham2 oervalue? 

Ya, saham2 yang sedang undervalue / murah memiliki peluang naik yang lebih besar, karena secara fundamental saham2 tersebut masih 'dinilai' murah oleh pelaku pasar. 

Tapi saya tidak pernah bosan mengatakan pada anda bahwa valuasi saham bukanlah satu2nya penentu apakah saham bakalan naik atau tidak. Faktor kinerja keuangan, minat pasar terhadap saham tersebut (likuiditas), juga berpengaruh terhadap kemampuan naik-tidaknya saham tersebut. 

Disini: Belajar dari Kasus Saham AISA, saya sudah menuliskan salah satu contoh kasus di mana saham yang PER-nya sudah murah sekali, ternyata sahamnya justru turun terus.  

TIPS MENGHITUNG SAHAM YANG UNDERVALUE PAKAI PER

PER sebenarnya sudah tersedia di situs2 seperti IDX, Idnfinancials atau bahkan beberapa software trading yang menyediakan data2 fundamental. Tapi buat anda fundamentalist, tentu anda harus menghitung valuasi saham secara mandiri. 

Memang data perhitungan anda mungkin bisa agak sedikit berbeda dengan perhitungan di situs IDX atau situs2 lainnya. Tapi itu tidak masalah, selama anda menghitung berdasarkan data yang akurat, karena itulah tugas anda. 

Tips menghitung valuasi saham secara lebih akurat (PER) adalah: 

1. Gunakan data laporan keuangan yang terbaru (untuk cari nilai EPS). Baca juga: Cara Mencari EPS di Laporan Keuangan dan Makna & Fungsi Earning per Share. 

Misalnya sekarang adalah Bulan Juni dan anda mau cari PER perusahaan, anda bisa pakai laporan kuartal konsolidasian terbaru bisa download di IDX (yaitu Kuartal I yang terbit bulan April).

Demikian juga kalau sekarang adalah Bulan Agustus, maka anda bisa pakai laporan kuartal terbaru, yaitu laporan kuartal II (terbit bulan Juli). 

Nah, kalau anda pakai laporan kuartal (soalnya laporan kuartal itu bukan laporan full satu tahun), maka untuk mendapatkan hasil yang akurat, untuk perhitungan EPS-nya harus disetahunkan dulu. 

Jadi misalnya anda menggunakan laporan kuartal I (laporan tiga bulan pertama) dan EPS di laporan keuangan ketemu sebesar Rp30/ saham, maka anda bisa setahunkan dulu EPSnya. 

Caranya = 30 / 3 *12 = Rp120. Demikian juga kalau anda pakai laporan kuartal II, berarti EPSnya dibagi 6 * 12. Kalau pakai laporan kuartal III, EPS-nya disetahunkan dengan cara dibagi 9 * 12. 

2. Gunakan data harga saham closing yang terbaru (data harga saham hari ini)

Untuk data harga saham, gunakan data harga saham closing hari ini atau kemarin. Nilai PER untuk valuasi saham bisa berubah-ubah, karena harga saham tiap hari berfluktuatif.  

Itulah cara mengetahui saham yang undervalue. Jika anda mau hitung rumusnya pakai PBV, ikuti rumus PBV dan langkah2 cara mencari datanya sama. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.