Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Pengertian dan Contoh Dividen Interim

Di pos-pos sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang dividen. Anda bisa baca-baca lagi disini: Daftar dan Jadwal Pembagian Dividen. Beli Saham Blue Chip dan Dividen untuk Seumur Hidup. Cara Menghitung Dividend Payout Ratio. Arti dan Ilustrasi Pembagian Dividen.

Ketika berbicara dividen, anda pasti sering mendengar istilah dividen interim. Apa itu dividen interim? Dan apa perbedaan dividen interim dengan dividen final? Mengingat banyak teman2 trader yang masih bingung dengan istilah dividen interim ini, maka di pos ini saya akan menjelaskannya.  

Pembagian dividen biasanya dilakukan setelah perusahaan melakukan tutup buku di akhir tahun (Bulan Desember). Untuk perusahaan go public, laporan keuangan audit (laporan keuangan satu tahun) akan dipublikasikan di antara bulan Januari sampai akhir April tahun depan. 

Oleh karena itu, perusahaan yang membagikan dividen setelah tutup buku akhir tahun, dividen ini dinamakan dengan dividen final. Yap, dinamakan dividen final karena dividen ini akan diberikan pada pemegang saham setelah laporan audit perusahaan selesai.  

Jadi tidak heran jika pembagian dividen perusahaan ini biasanya ramai dilaksanakan di antara bulan Maret sampai Mei (musim dividen). 

Nah tetapi bisa jadi perusahaan membagikan dividen beberapa kali dalam setahun. Misalnya, setelah perusahaan membagikan dividen final, di Bulan Juli perusahaan lagi dividen. Atau di Bulan Oktober perusahaan membagikan dividen lagi pada pemegang saham. 

Sehingga dalam setahun perusahaan membagikan dividen lebih dari satu kali. Dividen "tambahan" yang dibagikan selain dari pembukukan keuntungan tahunan inilah yang dinamakan dengan dividen interim.  

Jadi dividen interim adalah dividen yang dibagikan sebelum perusahaan membukukan profit tahunan. 

Kenapa perusahaan membagikan dividen interim selain dividen final? Jawabannya mudah saja, karena perusahaan tersebut sudah mampu membukukan profit yang besar di kuartal I, kuartal II atau kuartal III, sehingga laba tersebut sudah bisa dibagikan pada investor sebelum tutup tahun buku, sesuai dengan kebijakan manajemen. 

CONTOH DIVIDEN INTERIM 

Ada beberapa perusahaan yang rajin bagi dividen interim (lebih dari satu kali dalam setahun). Beberapa contoh perusahaan yang sering bagi dividen interim antara lain adalah: ASII, TPIA, JPFA, AALI, AUTO, MAIN, ITMG, BBCA, INDF, ICBP TLKM dan lain2. 

Sebagai contoh dalam satu tahun ASII membagikan dividen dua kali. Pertama, ASII membagikan dividen di Bulan Mei dengan nilai Dividend per Share (DPS) Rp130. Sedangkan Bulan Oktober dengan nilai DPS sebesar Rp60. 

Nah, dividen yang dibagikan di Bulan Oktober inilah yang disebut dengan dividen interim, karena dividen ini dibagikan bukan berdasarkan laba tahun buku auditnya (akhir tahun), tetapi berdasarkan laba yang diperoleh di Kuartal III.  

Biasanya perusahaan2 yang bagi dividen interim ini adalah perusahaan blue chip walaupun tidak selalu. Yap, karena emiten blue chip merupakan emiten2 yang punya kinerja yang sudah mapan, sehingga mereka lebih memilih membagikan laba bersih dalam bentuk dividen. 

Anda yang mau investasi saham, nabung saham dengan tujuan dapat dividen yang besar, maka anda bisa mempertimbangkan saham2 blue chip yang rajin bagi dividen interim ini. 

Soalnya nggak banyak perusahaan yang mampu bagi dividen besar pada pemegang saham. Ya logikanya kalau perusahaan nggak profit, perusahaan tidak akan mampu kasih dividen besar ke pemegang saham. 

Contoh2 emiten blue chip yang rajin bagi dividen interim yaitu BBCA, ASII, TLKM, ITMG. Sedangkan emiten lapis dua adalah JPFA yang belakangan ini juga mulai rajin bagi dividen interim. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.