Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Contoh Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan

Seorang investor saham harus memahami bagaimana cara melakukan analisis kinerja keuangan perusahaan. Hal ini ini bertujuan agar anda bisa memetakan perusahaan2 mana saja yang layak untuk diinvestasikan dalam jangka panjang. 

Di pos ini, saya akan menjabarkan contoh cara melakukan analisis kinerja keuangan perusahaan secara simpel yang bisa menjadi panduan anda dalam mengambil keputusan investasi. Disini saya akan menganalisis (komparasi beberapa perusahaan) emiten2 di sektor perbankan.

Saya akan mengambil perusahaan yang paling mapan di sektor perbankan, yaitu perusahaan blue chip yang memiliki nilai kapitalisasi pasar paling besar. Saya akan mengambil laporan keuangan PT Bank BCA Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank BNI Tbk (BBNI), dan PT Bank BRI Tbk (BBRI). 

Empat emiten ini saya ambil sebagai perbandingan karena 4 emiten ini adalah emiten besar yang memimpin di sektor industrinya. Keempat perusahaan ini saya rasa tidak mungkin bangkrut, karena selain merupakan mature company. Perusahaan2 tersebut juga sudah memiliki brand yang kuat di masyarakat. Baca juga: Sektor Investasi Saham yang Paling Meyakinkan.

Sekarang saya akan membandingkan perbandingan kinerja keempat emiten blue chip tersebut menggunakan perbandingan tren laba bersih, Earning per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER). Perhatikan tabel dibawah ini. 

(Klik gambar untuk memperbesar) 

Pada tabel tren laba bersih selama 5 tahun, anda bisa lihat keempat perusahaan bank pelat merah tersebut sama-sama membukukan kenaikan tren laba setiap tahun. Hanya BMRI yang pada tahun 2016 membukukan penurunan laba bersih. 

Dari tren laba, dapat kita lihat bahwa laba bersih BBRI yang paling besar. BBRI memang merupakan pemimpin pasar di sektor finance dengan pendapatan, aset dan laba yang paling besar (lihat laporan keuangannya). Sedangkan kenaikan laba yang stabil dan selalu naik selama 5 tahun dibukukan oleh BBCA dan BBRI.  

(Klik gambar untuk memperbesar)

Pada rasio EPS, terlihat bahwa secara tren EPS keempat perusahaan juga mengalami kenaikan. EPS paling tinggi adalah EPS BBRI. Hal ini dikarenakan laba bersih BBRI yang paling tinggi dibandingkan ketiga emiten lainnya. Baca juga: Makna dan Fungsi Rasio Earning Per Share (EPS)

(Klik gambar untuk memperbesar)

Keempat perusahaan, sampai saat pos ini ditulis memiliki PER dibawah PER industry. Hal ini memungkinkan emiten2 tersebut masih akan mengalami kenaikan lagi, mengingat juga faktor fundamentalnya yang juga sangat okee.. Baca juga: Analisis Fundamental Saham: Price Earning Ratio (PER)

Itulah cara singkat menganalisis kinerja keuangan perusahaan..

"Ohh saya mengerti" Gumam anda

"Pak Heze, jadi kalau saya mau investasi pada emiten blue chip, sebaiknya saya memilih yang mana?" Tanya anda

Empat emiten tersebut bisa anda pilih yang mana saja. Seperti yang saya jelaskan di awal paragraf, empat emiten tersebut sudah saya pilih berdasarkan emiten yang sektornya cemerlang jangka panjang dan yang merupakan pemimpin di sektor industrinya. 

Namun kalau saya pribadi, saya akan memilih BBRI untuk investasi. Mengapa? Karena BBRI memiliki nilai aset, laba bersih dan rasio2 yang unggul dibandingkan emiten2 lainnya. Selain itu, dengan mempertimbangkan DIVIDEN, BBRI-lah yang membagi dividen yang paling jumbo dibandingkan emiten2 lainnya. Baca juga: Daftar Perusahaan yang Rutin Membagi Dividen

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.