Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Membuat Trading Plan (Pemula - Expert) Part I

El Heze
Berkaitan dengan pos sebelumnya: Psikologi Pasar: Fear And Greed Part III salah sudah menulis tentang bagaimana cara untuk mengalahkan psikologi yang berulang: FEAR and GREED yang selalu menghantui para trader. Seperti saya paparkan di pos sebelumnya, cara paling penting untuk mengalahkan psikologi tersebut adalah dengan cara membuat dan mematuhi TRADING PLAN Anda. Dengan trading plan, jalan Anda akan lebih lurus dan tidak tergoda dengan saham2 yang tidak jelas.

Lalu Anda bertanya: "Trading plan itu yang seperti apa ya?

Menurut definisi saya trading plan merupakan untuk Strategi perencanaan manajemen modal trader dan investor dalam memetakan portofolio pilihan, menetapkan strategi analisis indikator dan menetapkan batasan take profit (memaksimalkan keuntungan) serta menimimalkan kerugian sekecil mungkin, supaya bisa mendapat profit secara konsisten, yang pada akhirnya bisa membuat profit menjadi besar. 

Jadi kata2 kunci trading plan disini adalah:

- Perencanaan portofolio
- Perencanaan indikator pilihan
- Memaksimalkan profit
- Meminimalkan cut loss
- Memanajemen modal

Tujuan trading plan: sangat jelas untuk menghindarkan Anda dari kondisi psikologis yang berpotensi menyerang Anda: FEAR and GREED, seperti yang saya paparkan di pos2 sebelumnya tentang psikologi trading. Tujuan akhirnya: Anda profit maksimal dan rugi seminimal mungkin.

OK Anda sudah paham apa itu trading plan dan mengapa sangat dibutuhkan. Nanti akan saya jelaskan lebih banyak tentang kegunaan trading plan ini. Mungkin Anda sudah banyak yang tidak sabar dan bertanya: "Terus gimana caranya buat trading plan?"

Disinilah saya akan memberi saran singkat pada Anda mengenai cara membuat trading plan untuk tahap pemula - mahir, berdasarkan pada kata2 kunci diatas. Saya mulai saja.

---------------------------------------------------------

Anda adalah seorang pemula, benar2 pemula... Maka apa yang harus saya lakukan?

Pertama. Tentukan jangka waktu trading. Anda ingin trading harian, mingguan, atau bahkan menjadi scalping trader, yang masuk-keluar pasar hanya dalam hitungan jam bahkan menit? Jika Anda memilih untuk menjadi scalping dan trading mingguan tidak masalah, namun pisahkan dana Anda. Untuk pemula, saya menyarankan Anda trading harian, sekitar 2 hari - 1 minggu. Tujuannya supaya Anda lebih banyak mempelajari analisis teknikal dan mempelajari pergerakan market. Dengan demikian, Anda bisa lebih peka. 

Kedua. Perencanaan modal dan manajemen modal. Modal pemula yang saya sarankan ada di kisaran Rp1.000.000 - Rp1.500.000. Jangan lebih dari itu. Setelah itu, Anda rencanakan maksimal Anda punya 3 portofolio. Jangan pernah menghabiskan dana Anda 100% pada saham2 yang Anda beli. Selalu sisakan dana di account balance Anda. Untuk memanajemen modal, bahasan trading plan secara jelas silahkan baca lagi pos: Perencanaan Dana Untuk Trading Saham, Baca juga: Ilustrasi Membeli Saham dengan Modal Rp500.000

Ketiga, siapkan portofolio pilihan Anda. Saran saya, usahakan Anda memilih portofolio dari saham2 LQ45. Anda harus memiliki saham2 pilihan Anda yang Anda gunakan untuk trading. Tujuannya agar Anda tidak mudah terjebak dengan saham2 yang pergerakannya tidak likuid. Sudahkah Anda membaca pos: Menggunakan Diversifikasi Saham yang Pas. Baca juga: Menetapkan Saham Pilihan Trading. Baca juga: Trader Harus Punya Saham Pilihan.

Keempat, siapkan indikator2 yang cocok untuk Anda. Setiap indikator yang digunakan oleh orang lain belum tentu cocok untuk Anda. Oleh karena itu, Anda harus memulai dengan trial and error untuk mencoba indikator2 yang cocok dan pas untuk trading Anda. Baca pos: Analisis Teknikal Klasik Vs Teknikal Modern.

Kelima. Nah ini adalah bagian terpenting yang TIDAK BOLEH DIABAIKAN oleh setiap trader. Apa itu? Menentukan take profit dan batasan cut loss. Saat membeli saham, Anda harus sudah tahu kapan Anda tak profit dan kapan Anda cut loss. Lalu berapa persentase saya harus melakukan take profit dan cut loss?

Sebenarnya take profit itu paling tidak harus 2x lebih banyak dari cut loss (take profit: cut loss= 2:1). Kalau sudah expert, take profit harus 3x lebih banyak dari cut loss (take profit: cut loss= 3:1. Intinya, Anda harus bisa sebesar mungkin dengan menyempitkan / meminimalkan sekecil-kecilnya batasan cut loss. 

Tapi kalau Anda pemula, kelihatannya sulit kalau Anda harus menetapkan take profit segede mungkin dan cut loss sekecil mungkin. Maka dari itu, saran saya untuk pemula, Anda menetapkan disiplin cut loss sebesar 5% dengan take profit sebesar 6-7%.. Silahkan lihat tabel dibawah.






Target pertama bukan dapat untung sebesar-besarnya, tapi adalah supaya Anda bisa profit konsisten dan Anda menekan kerugian dengan konsisten. cut loss sebesar 5% terlihat cukup berat, namun setidaknya Anda belajar terlebih dahulu. Setelah Anda sudah mulai memahami pasar, Anda sudah tahu batasan2 cut loss dan take profit. Anda bisa menurunkan batasan cut loss lebih rendah dengan take profit lebih besar. ANda bisa menaikkan 2x liat take profit: cut loss = 2:1. Berikut adalah saran take profit dan cut loss jika Anda sudah mulai memahami kondisi pasar dan seluk beluk trading.





Jika Anda sudah mahir, Anda bisa meningkatkan take profit Anda dan meminimalkan persentase cut loss. Dan tentu saja, inilah akhir dari tujuan dari setiap orang untuk trading dan sekaligus menjadi tujuan akhirnya yaitu memaksimalkan profit dan meminimalkan kerugian sekecil-kecilnya. 

Jika Anda bertanya kembali: "Seberapa lama kira2 seseorang dapat dikatakan mahir untuk menjadi seorang pro dan bisa handal dalam memaksimalkan keuntungan dan menekan kerugian?"

Tidak ada patokan pasti. Namun, kalau Anda baru berkecimpung di dunia saham 2-3 tahun, maka saya pastikan Anda belum cukup kuat untuk bisa naik ke posisi pro..  Coba Anda bayangkan, seorang Christiano Ronaldo (CR). CR bisa bermain di klub2 besar, seperti Manchester United dan Real Madrid, mencetak banyak gol2 spektakuler dengan skill yang menawan, apakah CR hanya butuh berlatih selama 2 tahun? Tentu tidak kan? CR butuh berlatih bertahun-tahun, bahkan mungkin sejak dia masih usia dini. 

Sama juga dengan trading saham. Kalau Anda ingin mahir, mulailah dengan belajar, mulailah dengan membuat trading plan. Kembali lagi ke bahasan poin kelima maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

"Take profit dan cut loss harus ditentukan berdasarkan trading plan Anda, bukan berdasarkan antrian bid-offer".  Anda harus sudah memiliki trading plan dan Anda harus berusaha untuk mematuhi trading plan Anda sendiri. 

Keenam. Disiplin dan konsisten. Ini adalah bagian paling sulit untuk diterapkan. Kalau Anda beli saham, Anda menetapkan take profit sebesar 5%, lalu harganya tiba2 naik 5%, segera tak profit. Itu adalah arti dari disiplin dan konsisten. 

Banyak trader yang terjebak dalam kondisi pasar. Mereka sesungguhnya sudah memiliki trading plan, karena mereka melihat harga saham yang naik cepat, mereka terus ngarep, dan akhirnya mereka yang harusnya sudah profit malah rugi. Sayang sekali bukan?

"Tapi Pak, saya sudah disiplin dan konsisten menjalankan trading plan, kok malah banyak cut loss-nya ya?"

Kalau Anda terus2-an cut loss, berarti ada yang salah dengan salah satu trading plan Anda. KEMUNGKINAN TERBESAR adalah: Kesalahan Anda membaca indikator, kurang peka dalam memprediksi pergerakan market, indikator yang Anda gunakan tidak cocok dengan karakter Anda, atau bahkan Anda malah beli saham2 yang tidak likuid. Jadi, kalau Anda terus2 an cut loss, segera perbaiki cara analisis Anda.

Kemudian Anda masih belum puas dan kembali menimpal: "Hahaha cut loss? buat apa? Toh harganya nanti juga naik, rugi lah kalau cut loss, ntar malah rugi."

Cut loss adalah bagian dari trading plan. Kalau Anda tidak melakukan cut loss, waktu dan modal Anda akan hilang. Mengapa? Karena dengan cut loss sedini mungkin:

1. Anda menyelamatkan modal Anda.
2. Anda bisa memindahkan/membeli saham di harga yang rendah dan bagus.

Dibandingkan menahan saham nyantol yang bisa Anda jual, kenapa tidak Anda alihkan saja ke saham2 yang bisa mencetak profit? Baca juga psos: Penyebab Saham 'Nyantol': Trader Tidak Mau Cut Loss."

Itulah kira2 cara membuat trading plan yang saya sarankan kepada Anda. Ingat itu tadi adalah saran. Sesuaikan sendiri dengan kondisi Anda. 

Jadi Pak, Apakah ketika kita membuat trading plan, maka kita bisa mencetak keuntungan2 spektakuler?... 

Silahkan simak jawabannya di pos lanjutan: Membuat Trading Plan (Pemula - Expert) Part II (Konsistensi Trading Plan).

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.