Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Membuat Trading Plan (Pemula - Expert) Part II (Konsistensi Trading Plan)

El Heze
Di pos saya sebelumnya: Membuat Trading Plan (Pemula - Expert) Part I saya sudah membahas cara membuat trading plan. Nah, barangkali Anda orang yang kritis kemudian bertanya kembali:

 "Berarti dengan trading plan dan memtauhinya, sudah menjamin saya bisa langsung untung besar donk?"

Kalau Anda bertanya seperti itu, jujur saja saya jawab apa adanya: Tidak juga....

Selalu saya utarakan kepada Anda khususnya melalui tulisan2 yang saya utarakan di pos web ini, jangan memiliki harapan yang terlalu besar untuk bisa profit segede mungkin dari pasar saham. Dapat profit dari pasar saham itu tidak mudah. Maka dari itu, untuk menyiasatinya dan untuk mematahkan siklus psikologi pasar yang berulang, Anda harus disiplin dan konsisten dalam menjalankan trading plan Anda. Ketika Anda bisa menjalankan trading plan dengan konsisten, maka profit juga akan mengikuti dengan konsisten. Baca pos: Kesalahan Utama Trading: Untuk Uang. 

Perhatikan kata kunci dari kata2 yang saya cetak tebal: KONSISTEN. Jadi, tujuan PERTAMA ketika Anda membuat trading plan adalah membuat supaya Anda bisa UNTUNG KONSISTEN dan bisa menekan kerugian Anda secara KONSISTEN pula. Untung konsisten bukan berarti untung gede dan spektakuler!

Wah, berarti saya tidak bisa untung besar donk kalau sudah punya trading plan?

Maksud saya bukan seperti itu. Sekarang saya beri 2 pilihan pada Anda:

1. 25 kali transaksi saham Anda menghasilkan 18 untung dan 7 cut loss tapi keuntungan Anda sangat konsisten walaupun kecil dan cut loss Anda dua kali lebih kecil dari cuan Anda. Total: Anda cuan

2. Anda dalam 2 kali transaksi untung Rp10.000.000, tapi dalam 5 transaksi saham berikutnya rugi Rp10.000.000. Total: break event poin (BEP).

Anda pilih yang mana? Kalau menurut ilmu konsistensi, seharusnya yang lebih baik yang pilihan nomor 1. 

Kenapa Anda perlu untung konsisten dahulu? Karena di pasar saham Anda tidak akan mudah untuk meraup keuntungan. Seperti pengalaman saya, 6 bulan pertama trading saham, saya bisa mendapatkan cuan yang gede, setelah itu hanya 2 transaksi saya, bisa menimbulkan kerugian sebesar cuan yang saya peroleh di 6 bulan pertama. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena saya tidak punya trading plan.  

Jadi perlu Anda ketahui, kalau Anda trading tidak punya trading plan dampaknya akan sangat berbahaya bagi modal yang Anda tanamkan di saham. Kenyataannya, banyak sekali pemula yang cuma mau untung besar dalam sekejap tanpa punya trading plan. Banyak sekali orang2 yang terjebak dalam iming2 bahwa trading saham itu mudah tanpa memaparkan risiko dan pentingnya trading plan. Dan percayalah Anda tidak akan untung tapi malah buntung.. 

Dengan trading plan bukan berarti Anda tidak bisa untung besar dari pasar saham. Para full time trader pasti bisa mendapatkan keuntungan besar dari saham? Lho kok bisa begitu? Jelas saja, karena para full time ini hanya memenuhi kebutuhuan hidup sehari-harinya dari saham saja, sehingga dipastikan full time bisa dan paham cara mencetak cuan yang besar dari pasar saham. Baca juga pos: Menjadi Full Time Trader Part I.

Tapi yang saya tekankan disini bukan cuan yang besar, namun konsistensinya. Para full time trader bisa mencetak cuan yang besar, dan mereka melakukannya secara KONSISTEN, termasuk ketika mereka harus menetapkan batasan cut loss secara KONSISTEN juga. Para trader yang sudah bisa mencetak keuntungan secara spektakuler di pasar saham, bukan berarti mereka trading beberapa bulan kemudian cuan gede.

Para trader yang bisa mencetak keuntungan besar diawali dari KONSISTENSI mereka. dari kekonsistenannya menjalankan trading plan itulah, perlahan mereka bisa mencetak trading2 berkualitas dan akhirnya berubahlah menjadi profit yang besar yang diperoleh secara KONSISTEN pula. Jadi, trader yang sudah bisa untung secara konsisten dan atau konsisten dan besar, mereka tidak mudah terpengaruh total oleh kondisi psikologi FEAR AND GREED, karena mereka memiliki dan menjalankan trading plan-nya.

Saya pribadi baru bisa mencetak keuntungan konsisten dengan strategi2 teknikal yang saya buat setelah saya menjalankan trading plan saya. Di awal menjalankan trading plan, saya sering berganti trading plan dan pada akhirnya saya menemukan trading plan dan strategi "bermain" saham yang pas. 

Ketika saya mendapatkan untung konsisten, hal ini bukan juga jaminan untuk saya bahwa saya tidak terbawa oleh arus psikologi fear and greed. Namun, trading plan mampu mengarahkan Anda untuk menuju pada konsistensi trading yang benar..

Jadi, berhentilah berharap terlalu besar dari pasar saham. Tentukan tipe dan strategi trading Anda, dan buatlah trading plan serta laksanakan.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.