Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Menggunakan Diversifikasi Saham yang Pas (Part III)

Di postingan saya Part II: Kesalahan Trader dalam Mendiversifikasi Saham (Part II) sudah saya jelaskan mengenai keteledoran para trader saham ketika menggunakan strategi diversifikasi...

Kalau Anda membaca part II saya, Anda mungkin bertanya, "terus solusinya apa?" Sekarang, saya ingin memberikan sedikit gambaran, bagaimana menggunakan strategi diversifikasi yang pas.. 

Oke, saya singgung sedikit lagi di part II, bahwa kesalahan umum trader adalah mereka  yang suka membeli dan menyimpan saham sangat banyak bahkan bisa sampai 10 saham lebih, sehingga mereka sulit memantau pergerakannya, dan otomatis return yang didapatkan lebih kecil, karena dana harus dibagi ke dalam banyak saham. Jadi, solusinya adalah:

Pertama. Sebaiknya Anda menyimpan saham hanya 2 - 5 saham. Jangan lebih dari itu. Tujuannya: supaya Anda lebih mudah memonitor harga saham Anda. Dan satu lagi, supaya Anda tidak perlu membagi dana Anda untuk membeli saham terlalu banyak. Jadi, Anda bisa menikmati return lebig besar..

Kedua. Jangan mudah tergoda dengan Indeks hijau. Postingan saya di part II, saya memberikan fakta alasan kenapa trader tergoda untuk beli banyak saham karena trader gatal kalau lihat harga saham naik terus. Kalau Anda berpikiran seperti itu, berarti Anda tidak bisa mengontrol emosi. Perlu Anda ketahui, bahwa ketika indeks saham kita (IHSG) hijau, maka rata2 harga saham biasanya mengalami kenaikan juga. Bahkan, beberapa saham yang sebelumnya turun terus kemudian berbalik naik sangat kencang. Tentunya, tidak rasional jika Anda membeli semua saham2 yang harganya naik bukan? Ada berapa saham yang harganya naik? Pasti lebih dari 10, apalagi kalau pasar saham kita lagi bagus2nya.

"Tapi Pak, harga sahamnya naik terus, gimana nih ? Dibeli nggak? Kok sayang banget rasanya kalau nggak dibeli, nanti ngga kebagian cuan"

Jawab saya: Biarkan saja... Jika harga sahamnya naik, Anda tidak perlu menyesal.. Seperti saya katakan bahwa: Tidak rasional jika Anda membeli semua saham2 yang harganya naik.... Yang paling penting adalah Anda memiliki perencanaan dana untuk diversifikasi. 

"Perencanaan yang seperti apa?" 

 Saya beri ilustrasi perencanaan dana, yang juga sering saya pakai:

Katakanlah Anda memiliki modal Rp12.000.000 untuk trading saham. Kemudian, Anda memutuskan untuk memasukkan di 3 saham saja... Jadi, sebaiknya dana Anda dibagi rata untuk ketiga saham tersebut. 

Kalau dibagi 3, berarti untuk setiap saham, Anda memasukkan dana Rp4.000.000/ 1 saham... Jadi, kalau sudah buat perencanaan seperti ini, artinya Anda harus memilih 3 saham yang sekiranya bisa memberikan keuntungan bagi Anda dari analisis teknikal yang Anda pakai. Dimana, masing2 saham Anda membeli dengan dana Rp4.000.000.

Perencanaan ini jangan Anda langgar sendiri. Melanggar misalnya: ketika Anda sudah menggunakan dana Rp4.000.000 untuk membeli satu saham berarti ada sisa Rp8.000.000 untuk membeli 2 saham lagi. Tetapi, Anda kemudian melihat banyak saham yang harganya naik, kemudian karena takut "ketinggalan kereta", sahamnya langsung Anda beli semua. Anda memasukkan Rp1.000.000 di saham Indofood, kemudian Rp1.500.000 di saham Ace Hardware dan lain2 sampai memiliki lebih dari 8 saham.... Akhirnya, return yang Anda dapatkan kecil, karena Anda harus membagi dana Anda untuk pilihan saham yang terlalu banyak. Ini berarti Anda sudah melanggar planning Anda sendiri.. Ingat, banyak sekali trader yang seperti ini... 

"Lalu, apa tujuannya kok saya harus punya planning seperti ini?"

Tadi sudah saya jelaskan pentingnya diversifikasi yang benar supaya Anda tidak susah untuk memantau harga saham. Dan satu hal lagi, semua adalah untuk melatih emosi Anda sebagai seorang trader.. Emosi trader yang tidak terkendali, menyebabkan kerugian dan dana untuk trading yang dikelola menjadi sangat tidak maksimal.. Trader sering abaikan ini dan seringkali hanya fokus pada analisis teknikal. Padahal, mengendalikan emosi, salah satunya dengan mematuhi planning Anda sendiri adalah PENTING.

2 komentar:

  1. Selamat sore Pak Heze, saya Shanti
    saya termasuk pemula (baru 1 bulan "maen saham")
    mengenai bahasan diatas mengenai kita jangan pegang saham banyak2, bagaimana kalau dengan saham yg masuk daftar watchlist? apakah daftar saham watchlist hanya terpaku pada 3 saham favorit kita saja atau lebih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daftar watchlist boleh saja banyak tidak masalah....

      Dari saham2 yang sudah dipilah berdasarkan watchlist, tradingkan beberapa yang menurut anda sudah rebound paling bagus secara teknikal.

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.