Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Trader Harus Punya Saham Pilihan (Part II)

Postingan tentang saham pilihan, sebelumnya sudah saya bahas di pos: Menetapkan Saham Pilihan Trading Part I. Kalau Anda teliti membaca pos saya, Anda akan menemukan kata2 di paragraf ketiga yang saya cetak tebal, bunyinya seperti ini: Penyebab utama Anda sering rugi adalah Anda belum bisa menetapkan saham pilihan untuk trading.

Kenapa harus punya saham pilihan?

Saham pilihan memungkinkan Anda menaruh dana pada portofolio yang aman. Kalau Anda belum tahu apa itu saham pilihan dan ciri2 saham pilihan,dan cara menyeleksi saham pilihan silahkan baca pos: menetapkan Saham Pilihan Trading. Atas dasar inilah, trader sering mencetak cuan. 

Kalau Anda tidak punya saham pilihan, maka bisa jadi Anda menaruh dana Anda pada portofolio saham yang Anda sebenarnya kurang paham karakteristik saham tersebut. Atau, bisa jadi Anda menaruh dana Anda hanya berdasarkan rumor atau rekomendasi teman Anda. Atau, kemungkinan yang lebih buruk lagi, Anda membeli saham hanya ngawur saja. 

Tapi, masalah inilah yang justru dialami banyak trader di pasar saham. Trader di pasar saham seringkali bingung karena tidak punya saham andalan mereka, sehingga mereka trading hanya berdasarkan rumor. Bahkan, mereka hanya coba2 beli saham yang ternyata saham tersebut tidak likuid. Banyak sekali trader yang coba2 masuk di saham gorengan tanpa planning yang akhinya sahamnya nyantol.

Apakah saya pernah mengalami hal demikian? Tentu saja pernah. Itulah mengapa saya berani menulis pos ini. Karena terbukti, trader yang punya saham andalan atau kalau menurut istilah saya adalah "saham zona nyaman", trader punya potensi cuan dari pasar saham.

Intinya, dengan saham pilihan Anda bisa trading sesuai dengan selera Anda. Anda sudah paham saham2 mana yang perlu dibeli berdasarkan analisis teknikal. Saya pribadi sudah mencoba hal tersebut dan terbukti menghasilkan profit. Kalau Anda belum tahu cara menetapkan saham pilihan, silahkan baca pos: Menetapkan Saham Pilihan Trading Part I.

Kalau trader sudah punya saham pilihan, trader biasanya sudah hafal saham kesukaannya. Misalnya: hafal di mana titik support dan resistance-nya, sehingga Anda sudah paham kapan harus beli dan jual. Tapi perlu diingat, semua butuh laihan dan proses. Tidak ada yang instan. 

Jadi, apakah nggak boleh mencoba untuk trading di saham-saham lain?

Bukan begitu. Saya justru menyarankan agar Anda peka terhadap kondisi pasar. Artinya, Anda harus bisa memperhatikan kondisi ekonomi yang terjadi saat itu. Misalnya, saat harga emas Antam mulai naik, maka saham ANTM juga mulai bullish. Saat harga minyak mentah mulai rebound yang awalnya turun dari US$ 28 per troy ounce menjadi US$ 33 per troy ounce, saham2 perusahaan energi tambang, seperti ADRO, ITMG rebound kencang. Meskipun Anda jarang trading di saham2 tersebut, Anda boleh saja memasukkan dana Anda untuk membeli saham2 itu, sehingga Anda bisa memetik cuan. Hal itu juga menandakan bahwa Anda peka terhadap kondisi market. 

Tapi, meskipun Anda punya saham pilihan, Anda juga jangan gegabah. Apa artinya? Artinya, kembali lagi: Anda harus jeli melihat kondisi market. Pada saat kondisi market jatuh, saham2 pilihan Anda sekalipun bisa dan sangat besar kemungkinannya ikut jatuh, meskipun dari indikator teknikal sudah menyatakan rebound. Dalam kondisi pasar yang jelek, besar kemungkinannya analisis teknikal gagal memprediksi harga saham.

2 komentar:

  1. info yg sangat bermanfaat untuk newbie seperti sy mas,ijin untuk diterapin mas.

    ReplyDelete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.