Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Waktu yang Tepat untuk Membeli Saham

Kapan waktu yang tepat untuk membeli saham? Apakah pagi hari harga saham lebih punya peluang naik dibandingkan sore hari? Atau sebaliknya, sore hari harga saham rebound atau naiknya bisa lebih cepat? Ataukah siang hari setelah jam istirahat Bursa lebih enak buat trading? 

Saya sering mendengar pendapat2 trader yang mengatakan lebih baik beli saham di sore hari, karena sore hari harga saham biasanya sering diangkat dengan cepat, sehingga momen trading jangka pendek bagus saat sore hari. 

Sebaliknya, ada pendapat yang mengatakan kalau beli saham di pagi hari itu lebih enak, terutama untuk mencari saham2 yang harganya masih cenderung fluktuatif di awal sesi 1 (untuk trading cepat). 

Sekarang saya akan bercerita sedikit mengenai pengalaman pribadi. Selama saya menjalankan trading, tidak ada patokan baku apakah market di pagi hari lebih bagus daripada market di sore hari, dan sebaliknya. 

Mengapa demikian? Mari kita bahas 

1. Kecenderungan harga saham di pagi hari 

Biasanya di pagi hari tepat saat market buka, pasar saham masih belum terlalu ramai (karena baru pertama buka di sesi 1). 

Harga saham di pagi hari umumnya juga masih agak volatil, karena perlahan banyak trader yang menempatkan order dan melakukan penyesuaian harga. Sehingga, terkadang kalau anda perhatikan, banyak harga saham saat pagi hari naik-turunnya lumayan cepat.

Nah, kondisi seperti ini sebenarnya justru bagus dimanfaatkan untuk membeli saham-saham yang harganya sedang diskon. Baca juga: Full Praktik dan Cara Menemukan Saham Diskon & Murah.  

Terutama kalau IHSG di pagi hari cenderung hijau atau technical rebound setelah beberapa hari sudah turun banyak, maka anda bisa 'curi start' dengan membeli saham2 yang masih murah di pagi hari. 

Berdasarkan pengalaman saya, market yang sedang bagus dan didukung dengan mayoritas saham yang sinyalnya bagus, maka harga sahamnya juga punya potensi naik beberapa persen paling tidak sampai siang-sore hari. 

Kalau anda trader harian, anda bisa memanfaatkan momentum tersebut. Baca juga: Beli Saham Pagi Hari Jual Sore - Trading Cepat. 

Tapi yang saya tuliskan diatas adalah market dalam kondisi normal (tidak banyak sentimen positif atau negatif). Bagaimana kalau di pagi hari, misalnya di sesi pre-open (pukul 08:55) marketnya sudah 'kebakaran'? 

Jika kondisinya seperti ini, anda harus lebih menahan diri untuk tidak trading dulu, atau membeli dengan modal kecil (bertahap). Hal ini harus anda perhatikan terutama kalau anda biasanya membeli saham yang pergerakannya cenderung searah dengan IHSG. 

Kalau IHSG pagi hari kurang mendukung buat trading, namun tiba-tiba sore hari mulai rebound, maka nggak ada salahnya juga anda mulai memborong saham di sore hari. 

2. Kecenderungan harga saham saat siang hari 

Pada saat siang hari menjelang jam istirahat bursa sekitar pukul 11:00-12:00 (kalau Jumat sampai pukul 11:30), umumnya fluktuatif saham tidak setinggi saat pagi dan sore hari. Jadi di siang hari anda bisa manfaatkan momen untuk wait and see, atau menjual saham anda yang sudah naik (kalau anda merasa target anda sudah tercapai). 

3. Kecenderungan harga saham saat sore hari (diatas pukul 14.30)

Pernah ada pendapat trader yang mengatakan: Trading saham itu lebih enak sore hari, karena di sore hari banyak saham yang harganya diangkat. Sedangkan kalau masih pagi, saham-saham masih banyak yang belum gerak. 

Pernyataan ini benar, tapi tentu kita tidak bisa menjadikan hal ini sebagai ukuran yang pakem. Faktanya memang sering terjadi saham2 di sore hari yang harganya diangkat naik. 

Terutama kalau banyak sentimen positif yang munculnya pas di sore hari, IHSG biasanya akan rebound dengan cepat. Disitulah banyak saham yang sudah turun, akan diangkat naik lagi. 

Tapi perlu anda ingat juga, bahwa sebelum market tutup, terkadang juga ada aksi marking the close, di mana bandar yang sudah merasa untung di suatu saham, harganya sahamnya akan dijatuhkan (baca: dijual besar-besaran) menjelang market tutup. 

Anda bisa baca disini beberapa contohnya yang pernah terjadi: Aksi Marking The Close di Pasar Saham

MENJADI TRADER FLEKSIBEL

Kalau anda mencerna apa yang saya tulis diatas, sebenarnya kita bisa mendapatkan kesimpulan bahwa waktu yang tepat untuk membeli saham itu bisa muncul dalam kondisi apapun, baik saat pagi, siang ataupun sore hari. 

Pasar saham itu FLUKTUATIF. Kita tidak bisa menetapkan rumus kalau pagi IHSG naik kalau sore turun atau sebaliknya. Disinilah anda harus menjadi trader yang FLEKSIBEL. 

Jangan terpaku pada rumus-rumus di pasar saham bahwa pagi lebih enak buat trading. Sore lebih baik untuk beli saham, dan sebaliknya. Anda harus mencermati kondisi market lebih detail untuk memutuskan momen yang bagus untuk beli saham. Baca juga: 4 Momen Bagus untuk Beli Saham. 

"Kalau Pak Heze sendiri gimana?" Tanya anda 

Saya pribadi lebih suka 'curi start' di pagi hari. Jadi kalau pagi hari market lagi bagus, cenderung lebih stabil dan ada saham2 pilihan yang sinyalnya sudah bagus, maka akan saya tradingkan. 

Jadi saya sore harinya sudah agak nyantai, nggak perlu terlalu banyak screening untuk milih-milih saham lagi dan bisa lakukan aktivitas2 lainnya.

Tapi ini juga bukan aturan pakem saya, karena seperti yang saya tuliskan tadi, tidak selalu market di pagi hari mendukung buat trading. Tetap saja kita harus fleksibel dalam menganalisa. 

Semoga pos ini juga menjawab pertanyaan teman-teman tentang waktu yang tepat untuk membeli saham. Tentunya, di pos ini kita sudah mendapatkan jawaban penting bahwa anda juga harus jadi trader yang fleksibel. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.