Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Rokok: GGRM Vs HMSP

El Heze
Sejak mulai naiknya saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mulai awal bulan Maret 2017 saya terus memperhatikan saham ini. Terkadang saya mentradingkannya walau tidak dalam jumlah lot yang besar. Sampai saat ini pos ini ditulis harga saham GGRM sempat menyentuh level 80.000. 

Sekedar informasi, harga saham di sub sektor rokok ini tidak banyak yang bagus secara teknikal. Selain GGRM ada pula HMSP, WIIM dan lain2. Kalau di Indonesia, perusahaan rokok yang besar dan raksasa adalah GGRM dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Oleh karena itu, di pos ini saya ingin membahas perbandingan kedua harga saham ini, karena kebetulan keduanya sama2 merupakan anggota LQ45. 

Kenaikan saham GGRM ini ternyata bertolak belakang dengan saham HMSP. Sejak HMSP stock split pada pertengahanbulan Juni 2016, harga saham HMSP justru cenderung turun. Sempat berada di level 4.100 dan turun terus hingga ke 3.800 dan cenderung sideways. Sebagai perbandingan, lihat grafik GGRM dan grafik HMSP dibawah ini. 



Apakah karena kinerja HMSP jelek dan GGRM bagus? Saya rasa tidak. Dari sisi fundamental keduanya oke2 saja. Tapi kenaka ya kok harga saham HMSP nggak seperti GGRM? Jujur saja, saya juga tidak tahu. 

HMSP justru cenderung turun sejak stock split. Memang sebagian saham yang setelah melakukan stock split, harga sahamnya justru cenderung agak susah untuk naik. Nah, Pos ini mungkin bisa menjelaskan sedikit mengapa harga saham perusahaan yang fundamentalnya bagus kok harga sahamnya di harga itu-itu saja: Perusahaan OK, Kok Sahamnya Anjlok. 

Anda sudah lihat perbandingan saham GGRM dan HSMP. Dari grafik terlihat jelas bahwa GGRM-lah (paling tidak untuk saat ini) yang bagus ditradingkan. Nah, apa yang ingin saya sampaikan di pos ini?

Salah satu hal yang ingin saya sampaikan adalah jika anda membeli saham, belilah saham yang trennya naik. Kalau disuruh memilih antara HMSP atau GGRM, tentu saja GGRM adalah saham yang jauh lebih bagus ditradingkan, terutama di hold untuk beberapa lama.  

Ketika suatu saham terus sideways dan belum menunjukkan kenaikan maka jangan mencoba untuk swing trading. Jika anda trading, dalam satu sektor carilah saham2 yang trennya naik seperti GGRM.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.