Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Prospek dan Daya Tahan Saham Ultrajaya

Siapa yang tidak tahu produk susu Ultrajaya? Saya yakin semua pasti sudah tahu. Waktu saya cari2 laporan keuangan perusahaan yang prospek, tanpa sengaja saya menemukan saham PT Ultrajaya (ULTJ). Karena produknya tidak asing, bisa ditemui dimana-mana bahkan sampai ke pelosok2, maka saya analisis laporan keuangannya. Bagaimana prospek ULTJ ini? Perhatikan laporan keuangan ULTJ (Laporan keuangan adalah laporan keuangan audited per 31 Desember 2015).




Penjualan ULTJ tahun 2015 meningkat menjadi 4,3 triliun, dan tahun 2014 3,9 triliun. Uniknya, tahun 2015 kondisi ekonomi Indonesia sedang lesu-lesunya, dan ULTJ mampu meningkatkan omzetnya. Sedangkan, laba usaha ULTJ meningkat hampir 2 kali lipat dari tahun 2014 ke tahun 2015. Mengapa demikian? Padahal, kenaikan beban umum dan administrasi cukup tinggi.  

Kenaikan laba usaha ULTJ dikarenakan kenaikan omzet dan kemampuan manajemen ULTJ dalam menekan beban pokok penjualannya. Perhatikan laporan keuangan diatas, beban pokok penjualan tahun 2014 sebesar 2,9 triliun, sedangkan tahun 2015 hanya naik menjadi 3 triliun.

Sedangkan laba setelah pajak (laba tahun berjalan) tahun 2015 meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih tahun 2014 sebesar 283 miliar sedangkan tahun 2015 sebesar 523 miliar. ROE ULTJ tahun 2015 meningkat menjadi 24,77 dan ROA meningkat menjadi 19,57. Baca juga: Analisis Fundamental Saham - Return on Asset (ROA)Analisis Fundamental Saham: Return to Equity (ROE) - Part IAnalisis Fundamental Saham: Return to Equity (ROE) - Part II.

Dengan kata lain, ULTJ adalah salah satu perusahaan yang sangat tahan banting di saat kondisi ekonomi sedang lesu. Salah satu analisis saya, mengapa ULTJ mampu meningkatkan omzet saat kondisi ekonomi Indonesia sedang jelek, dikarenakan pemasaran ULTJ produk sangat luas. ULTJ memasarkan produknya tidak hanya di gerai besar, namun produk2 ULTJ dapat anda temui sampai ke minimarket di pelosok2. Strategi pemasaran ini, membuat penjualan ULTJ tetap mampu bertahan di tengah merosotnya pertumbuhan ekonomi. 

Selain itu, kebutuhan konsumen Indonesia terhadap produk susu juga masih tinggi. Penjualan produk ULTJ sendiri lebih banyak dijual di Indonesia daripada di ekspor. Perhatikan perbandingan penjualan produk lokal-ekspor ULTJ dibawah ini. 

90% lebih penjualan ULTJ adalah penjualan yang berasal dari pangsa pasar lokal, sedangkan sisanya adalah penjualan ekspor. Penjualan dalam negeri menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap produk2 ULTJ. 

Bagaimana dengan harga sahamnya? Harga saham ULTJ pada awal tahun 2016 masih berada di harga 3.600 dan saat ini sudah naik menjadi 4.500. Perhatikan grafik saham ULTJ dibawah.


Sayangnya saham ULTJ ini tidak terlalu likuid. Tentu kita semua tidak bisa memastikan kenapa saham ULTJ ini kurang likuid. Barangkali beberapa penyebabnya, adalah jumlah saham beredar yang kurang banyak, dan di sektor usaha ULTJ, investor lebih fokus ke beberapa perusahaan blue chip. Baca juga: Perusahaan OK, Kok Sahamnya Anjlok? 

Melihat kinerja keuangan, dan kenaikan harga saham, ULTJ tetap layak dijadikan sebagai pilihan investasi. Prospek jangka panjang ULTJ, prediksi saya harga saham ULTJ akan mampu meningkat. Kita tinggal tunggu saja harga saham ULTJ bisa menjadi lebih likuid di pasaran.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.