Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Double Bottom Pattern - Studi Kasus Saham INDF

El Heze

Pada halaman: Rekomendasi Saham, saya beberapa kali mengulas analisis teknikal saham INDF. INDF pernah saya ulas saat harganya masih di kisaran 6.200-6.250. Harga dan valuasi yang cukup murah untuk saham blue chip dengan kinerja bagus saat itu. 


Saham INDF bukan hanya murah secara teknikal, namun dalam analisa teknikal / chart, terdapat pola potensi double bottom. Pada beberapa pos di web Saham Gain, saya sudah pernah membahas tentang analisa-analisa dan studi kasus langsung saham-saham yang membentuk double bottom. 

Double bottom adalah salah satu chart pattern yang akurat dalam memprediski pembalikan arah harga saham dari tren turun menjadi tren naik / kenaikan. Pola double bottom juga bisa dimanfaatkan oleh trader untuk "curi" start membeli saham di harga bawah. 

Namun syaratnya, anda disarankan untuk "curi" start pada saham-saham yang pergerakannya likuid atau yang fundamentalnya bagus. Hal ini karena chart pattern tidak 100% akurat, tetap ada kemungkinan meleset.

Tingkat keakuratan chart pattern akan lebih besar pada saham-saham yang likuid. Oke, sekarang perhatikan saham INDF yang saya crop pada pertengahan Maret (saat di bottom keduanya, lihat tanda lingkaran kedua): 


Saham INDF terlihat membentuk tren turun (downtrend). Namun pada tren turunnya, terlihat adanya double bottom pattern, pada harga 6.250-6.275. 

Setelah INDF turun ke 6.250 (lihat tanda lingkaran pertama), harga saham INDF berbalik naik sampai ke 7.000. Tetapi INDF tidak kuat naik lagi, kemudian turun terus dan kembali lagi ke harga support yang sama di 6.250. 

Sehingga kalau anda lihat pada chart, terlihat jelas INDF membentuk dua harga support yang sama/ hampir sama. Inilah yang dinamakan dengan double bottom (harga saham membentuk dua support yang sama / hampir sama).

Di dalam chart pattern, kita juga mengenal neckline, yaitu area yang dijadikan acuan potensi breakout / breakdown suatu saham. Neckline INDF pada area harga 6.600 (lihat garis horizontal biru).  

Jika INDF berhasil menembus neckline 6.600, INDF ada potensi untuk melanjutkan kenaikan. Level entry pada double bottom pattern disarankan pada saat harga saham sudah menembus neckline, karena ketika neckline berhasil breakout, itu artinya chart pattern sudah valid dan bisa melanjutkan kenaikannya.

Tetapi jika neckline belum berhasil ditembus, bisa jadi chart pattern justru memberikan fake signal, dan harga saham bisa turun lagi. Sekarang, anda bisa perhatikan kembali pergerakan saham INDF pertengahan Mei yang saya crop: 


Harga saham INDF berhasil naik sampai ke 6.900 (dari level harga double bottom di 6.250 sebelumnya). Setelah berhasil menembus neckline di 6.600 (lihat tanda panah), INDF melanjutkan kenaikan sampai 6.900. 

Ini menunjukkan bahwa double bottom pattern adalah pola chart yang cukup akurat untuk melihat potensi bullish reversal suatu saham. Saat itu, pada tanggal 7 Maret, penulis ikut membeli INDF di harga 6.300, karena penulis melihat adanya pola double bottom tersebut: 


Untuk level entry beli ketika anda menemukan pola double bottom, secara teori memang disarankan ketika harga saham sudah menembus neckline, karena itu artinya chart pattern-nya sudah valid. 

Namun masalahnya, kalau anda baru membeli saham setelah tembus neckline, dalam contoh kasus INDF ini necklinenya setelah 6.600, maka return-nya tidak akan maksimal. 

Kalau anda sudah curi start di harga 6.250 atau 6.300, maka anda bisa dapat di harga bawah. Jadi, kalau anda menemukan pola double bottom, anda sebenarnya boleh saja membeli ketika harga masih belum menembus neckline, seperti yang saya lakukan, di mana saya membeli INDF di harga 6.300 bukan saat harganya baru breakout 6.600.

Tetapi kalau anda ingin menerapkan strategi ini, sangat disarankan untuk melihat analisa fundamental dan teknikal saham tersebut. 

Strategi ini lebih cocok diterapkan untuk saham-saham dengan fundamental bagus (bukan saham-saham gorengan), dan saham-saham dengan chart yang bagus. Dalam arti, sahamnya ada polanya, dan indikatornya sudah menunjukkan bahwa saham tersebut sudah masuk fase diskon. Baca juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.