Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Tape Reading Saham: Fake Bid Offer

El Heze

Kalau anda seorang trader yang punya waktu memantau market, pergerakan bid offer alias analisis TAPE READING bisa menjadi salah satu analisa yang anda gunakan buat trading cepat.  



Karena pergerakan naik turunnya bid offer itu biasanya terjadi dalam waktu cepat, maka  analisa tape reading juga berguna untuk trader harian yang memanfaatkan profit jangka pendek (beli jual saham sehari). 

Di web Saham Gain ini kita juga sudah pernah membahas tentang analisa-analisa tape reading dan cara membacanya. Anda bisa pelajari disini: Teknik dan Analisis Tape Reading Saham - Bagian I, Teknik dan Analisis Tape Reading Saham - Bagian II.    

Namun apapun analisa yang anda gunakan, pasti ada kelemahannya. Demikian juga dengan analisis tape reading. Beberapa waktu lalu, ada rekan trader bertanya ke saya: 

"Bung Heze, bagaimana cara melihat fake bid offer waktu analisis tape reading? Soalnya saya kadang tertipu dengan bid offer di analisa tape reading, kelihatannya bid-nya banyak tapi nggak lama kemudian bidnya hilang"

Jadi memang salah satu kelemahan analisis tape reading adalah "FAKE BID OFFER" yang terkadang terjadi saat jam trading alias tipuan bid offer. 

Salah satu konsep penting tape reading adalah ketika bid lot (permintaan beli) lebih banyak daripada offer lot (penawaran jual), maka harga saham berpotensi naik dalam jangka pendek, at least untuk waktu harian. 

Sebagai contoh perhatikan tape reading saham AALI selama live trade berikut: 

Tape reading

Kita bisa lihat bahwa bid lots saham AALI (tanda persegi hijau) jauh lebih tebal dibandingkan offer lots (persegi merah). Secara harian, hal ini merupakan pertanda bahwa tidak lama kemudian harga saham ada potensi naik, karena permintaan beli jauh lebih banyak ketimbang penawaran jual. 

Tapi terkadang yang terjadi adalah: Bid lots yang semula cukup banyak, pada contoh diatas adlaah 260 lots (harga 10,975), 330 lots (harga 10.950), tiba-tiba hilang (banyak trader yang cancel order). 

Atau kasus kedua: Awalnya bid terlihat banyak seperti diatas, tapi tidak lama kemudian offer lots-nya jadi lebih banyak (banyak trader yang mau menjual saham), sehingga sinyal saham yang semua akan naik (bid > offer), justru berbalik karena kini offernya yang lebih banyak (banyak yang mau jual saham).

Lalu, bagaimana tips agar anda tidak mudah tertipu oleh fake bid offer? Karena saya pribadi juga menggunakan analisa tape reading untuk trading cepat, maka saya biasanya menggunakan tips berikut untuk menghindari tipuan bid offer: 

1. Hindari trading di saham gorengan 

Fake bid offer sangat sering terjadi pada saham-saham gorengan dan saham2 yang tidak likuid. Hal ini karena saham gorengan mudah, saham2 nggak likuid pergerakannya mudah dimanipulasi oleh bandar. Bandar juga tidak butuh modal besar untuk mengatur pergerakan harga saham. 

Maka dari itu, analisa tape reading cukup berisiko jika diterapkan pada saham-saham gorengan, apalagi kalau secara historis pergerakan harganya sangat volatil dan tidak stabil. 

At least, kalau anda mau lebih aman analisa tape reading, lakukan analisa tape reading pada saham-saham yang likuid, terutama di saham :LQ45. Setidaknya di saham-saham likuid, risiko terkena fake bid offer jauh lebih kecil. 

Tapi Pak Heze, saya juga pernah ketipu fake bid offer di saham-saham likuid. Gimana ini? 

Baca terus poin selanjutnya. 

2. Kombinasikan analisa tape reading  

Analisa tape reading tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kalau anda selama ini hanya mengandalkan analisa tape reading untuk trading cepat, ada baiknya anda juga harus kombinasikan dengan analisis teknikal.  

Saran saya, pilihlah saham2 yang tape readingnya bagus, didukung dengan saham2 yang punya analisa teknikal baik (potensi naik). Saham-saham tersebut memiliki peluang naik lebih besar dibandingkan saham2 yang pola analisa teknikalnya jelek. 

Kita juga sudah membahas full praktik melakukan analisa tape reading, dan analisis2 kombinasi simpel untuk profit maksimal intraday trading saham disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham + Tape Reading. 

Kalau anda hanya mengandalkan analisa tape reading namun mengabaikan analisa2 lain, inilah yang menyebabkan analisa tape reading sering menipu. Karena dalam analisa teknikal, kita juga bisa melihat pola2 dan psikologis market. 

3. Hindari trading saat IHSG lagi turun drastis   

Harus saya akui, pada saat IHSG lagi turun-turunnya, walaupun anda sudah memilih saham-saham LQ45, terkadang anda akan terkena fake bid offer tersebut. Mengapa? 

Simpel saja, karena pada saat market lagi turun drastis, jauh lebih banyak trader yang panic selling, dan punya mindset untuk menjual saham. 

Apalagi pergerakan saham2 likuid biasanya cenderung mengikut indeks, sehingga pada saat IHSG turun, mayoritas saham juga akan jatuh. 

Mungkin ada menit-menit di jam bursa, di mana mulai terlihat antrian bid lot yang lebih banyak daripada offer lotsnya. Tapi kalau IHSG lagi turun banyak, biasanya pergerakan bid offer ini bisa jadi hanya tipuan. 

Dalam arti, saham hanya naik 1-2 poin, lalu turun lagi karena memang tekanan jual di market masih tinggi. Kalau anda suka menganalisa saham dengan tape reading, saran saya kurangi porsi trading dulu pada saat IHSG lagi turun banyak, dan mulai masuk ketika saham2 sudah diskon dan mulai reversal / rebound. 

Itulah beberapa tips untuk menghindari fake bid offer dalam analisis tape reading. Semoga bermanfaat untuk anda.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.