Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Teknik Analisa Tape Reading Saham - Bagian I

Banyak rekan-rekan trader yang request ke Facebook maupun email saya: suksesbelajarsaham@gmail.com untuk membahas analisa tape reading saham. Karena banyak trader yang sering mencoba melakukan analisa ini dan saya juga sering melakukan cara ini, maka di pos ini saya akan mengupas teknik analisa saham dengan tape reading (TR). 

Tape reading saham adalah teknik trading dengan cara menganalisa bid-offer harga. Selain bid-offer, trader juga memperhatikan analisa buy dan sell (eksekusi) yang dilakukan oleh sekuritas. Analisa bid offer ini adalah analisa kelipatan fraksi harga yang biasa kita jumpai di pasar saham. Baca juga: Arti dan Ilustrasi Fraksi Harga Saham.

Jadi, TR ini tidak terlalu fokus pada analisis grafik. Karena TR lebih fokus memperhatikan analisa bid-offer, maka tujuan trader menggunakan teknik ini adalah untuk trading jangka pendek (scalping atau intraday trading). Dengan menggunakan TR, trader bisa melihat dan mencermati harga saham secara real time yang terjadi pada saat itu juga. 

Kemudian anda berkata: "Hmmm saya ngerti sekarang tentang definisi tape reading. Tapi Pak Heze, bid offer apa yang dianalisa?" Gimana cara menggunakan teknik ini untuk membeli dan menjual saham?" 

Sebelum saya masuk lebih dalam, anda perlu baca pos ini: Kegunaan Mengamati Sistem Antrian Bid-Offer. Di pos tersebut, anda akan lebih banyak mengetahui alasan kenapa bid-offer itu penting sekali bagi trader. Salah satunya ya untuk anda yang mau menerapkan strategi tape reading ini. 

[Analisa TR ini sangat efektif digunakan untuk trading harian alias intraday trading. Cara lebih lanjut tentang praktik analisa tape reading, dan kombinasi analisa teknikal untuk mendapatkan saham2 yang bisa naik harian, anda bisa mendapatkan praktiknya disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. ]

Sederhananya, keputusan membeli saham menggunakan TR dilakukan jika antrian bid juah lebih dominan daripada antrian offer-nya. Kalau anda belum paham mekanisme perdagangan saham, anda bisa mendapatkan materinya disini: Buku Saham. Perhatikan contoh bid-offer saham dibawah ini:  

Sahamgain.com

Dengan menggunakan strategi TR, dari bid-offer saham ini, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan: 

1. Antrian bid jauh lebih besar daripada antrian offer, hampir 4 kali lipatnya. Menandakan bahwa tekanan beli > jual, kemungkinan harga akan naik. 

2. Bid di harga 2.030 paling tebal antrian lot-nya sebanyak 13.799 lot. Hal ini bisa menandakan pelaku pasar menjaga harga 2.030 agar tidak jebol. Artinya 2.030 bisa menjadi harga support. 

3. Antrian bid di harga 2.040 juga terlihat dijaga karena antriannya tebal mencapai 9.734 lot. Artinya, harga 2.040 dan 2.030 ini dijaga agar tidak jatuh. 

4. Antrian lot di bagian offer yang paling tebal adalah di harga 2.100 sebanyak 5.626 lot. Artinya, harga 2.100 bisa menjadi harga resistennya.  

Selanjutnya, anda juga harus melihat eksekusi beli jual yang dilakukan oleh sekuritas lokal maupun asing. Apabila tekanan beli didominasi oleh aksi beli dari sekuritas asing, maka peluang harga saham untuk naik akan semakin tinggi. 

Namun jika ternyata sekuritas asing banyak yang menjual (top seller), maka anda tidak bisa langsung menyimpulkan harga saham akan naik, meskipun posisi bid lebih besar daripada offer. Dalam hal ini, anda harus melihat kecepatan pergerakan bid-offernya. Jika ternyata pergerakan offer meningkat jauh lebih cepat dibandingkan bid-nya, maka harga saham kemungkinan besar bukan naik lagi, namun bisa jadi dibawa turun. 

Tetapi jika peningkatan offer seimbang dengan bid dan terjadi secara perlahan, hal ini bisa menjadi pertanda harga saham akan bergerak sideways, bukan naik.  Hal ini juga berlaku untuk sekuritas lokal. 

Tidak semua saham kepemilikannya didominasi sekuritas asing. Saham-saham lapis dua dan tiga biasanya banyak dimiliki oleh sekuritas lokal. Jadi, apabila posisi bid jauh lebih besar dibandingkan offernya, di satu sisi katakanlah sekuritas lokal besar seperti CC sedang banyak melakukan beli (top buyer), hal ini bisa mengindikasikan harga saham akan bergerak naik. 

Kesimpulannya

Dengan mempertimbangkan antrian bid (minat beli pelaku pasar) yang jauh lebih kuat daripada offer (minat jual pelaku pasar), dan dengan asumsi banyak sekuritas lokal / asing yang membeli sahamnya ketimbang membuang barang (menjual), maka anda bisa membeli saham ini. 

Seperti yang saya katakan sebelumnya, strategi TR ini lebih bagus digunakan untuk trading cepat, karena bid-offer yang terjadi hari ini tidak akan sama dengan yang terjadi keesokan harinya. Jadi, eksekusi yang anda lakukan harus cepat. 

Kembali ke contoh tadi, jika anda mau membeli saham dengan TR, anda bisa langsung tabrak best offer dengan membeli pada harga 2.060 dan bersiap menjual di harga 2.100 (karena 2.100 adalah harga yang antrian offernya tebal, sehingga sulit ditembus). Jadi keuntungan yang anda dapatkan adalah 1,94% dalam sehari.   

Namun TR ini ada beberapa kelemahan. Karena saya sendiri sudah sering trading dengan cara TR ini, saya bisa menyimpulkan beberapa kelemahan TR ini. Apa kelemahan TR? Bagaimana pengalaman saya trading menggunakan TR? Silahkan baca kelanjutannya: Teknik Analisa Tape Reading Saham - Bagian II.

2 komentar:

  1. Tulisan bagus gini kok gak ada yang komen,
    terimakasih pak Heze penjelasanya .memudahkan buat pemula seperti saya untuk memahami TR .

    ReplyDelete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.