Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Saham yang Sedang Naik, Layaklah Dibeli?

Dalam trading saham, ada dua pandangan yang sering saya dengar mengenai trading di saham yang harganya sedang naik. Anggapan pertama mengatakan: Belilah saham yang harganya lagi naik. Karena saham yang menguntungkan adalah saham yang lagi naik. 




Anggapan kedua mengatakan: Kalau saham sudah naik, jangan dibeli. Karena saham yang sudah naik rentan turun. Bisa nyangkut di harga puncak nanti. 

Masalahnya, kedua pendapat tersebut ada sisi positif dan negatifnya masing-masing. Memang saham yang naik, harganya bisa naik lagi lebih tinggi. Namun, saham yang sudah naik, seringkali harganya rentan turun lagi / koreksi. 

Demikian juga kalau anda beranggapan saham yang sudah naik jangan dibeli. Sisi negatifnya, anda bisa ketinggalan momentum jika saham tersebut ternyata breakout, lanjut naik dengan persentase kenaikan yang cepat. 

"Jadi mana yang benar Bung Heze? Saham yang lagi naik sebaiknya dibeli atau tidak?" Tanya anda semakin penasaran. 

Seperti yang sering saya ulas di web ini, bahwa di pasar saham itu tidak ada rumus. Market bergerak fluktuatif, tergantung kondisinya saat itu. Jadi, sebagai trader anda juga harus FLEKSIBEL. 

Artinya, tidak ada jawaban yang pasti, apakah saham yang lagi naik-naiknya sebaiknya dibeli atau tidak. Jawabannya ya bisa dua hal: Dibeli or tidak. 

Jika kita menggunakan analisis teknikal dan analisa market, maka anda bisa mempertimbangkan untuk membeli saham yang sedang naik apabila: 

1. Saham tersebut sinyal buy sedang bagus, dan potensi breakout 

Terutama saham-saham yang likuiditasnya bagus, saham-saham blue chip. Atau saham tersebut naik tinggi karena ada sentimen positif dan menunjukkan sinya breakout lanjutan, maka anda bisa mempertimbangkan untuk membeli sahamnya dengan strategi buy on breakout. 

Pelajari juga: Strategi Trading Saham: Buy On Breakout (BOB) dan Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

2. Kondisi market sedang bagus (naik) 

Kondisi market / IHSG yang sedang bagus (sudah hijau di awal sesi 1, dan banyak saham naik), umumnya juga akan mempengaruhi kemampuan breakout suatu saham. 

IHSG yang naik, membuat pelaku pasar lebih yakin untuk mengoleksi saham2 yang sudah naik, sehingga saham2 yang naik biasanya bisa melanjutkan uptrendnya. Anda bisa perhatikan contoh saham INDF berikut: 



Pada candlestick terakhir, INDF mengalami kenaikan signifikan (cande hijau terakhir yang sangat panjang). Saat itu di halaman Rekomendasi Saham, kita pernah mengulas potensi saham INDF yang akan breakout dari 7.500. 


Dan pada saat itu, kondisi IHSG juga lagi hijau. Saham INDF polanya juga bagus untuk meneruskan breakout. Benar saja, sore harinya INDF naik 4,67%, bahkan sudah melebihi target resisten sebelumnya (INDF saat itu closing di 7.850). Lihat chart INDF tanda lingkaran. 

Saham yang Naik
Tetapi dalam realita praktik trading, tentu saja tidak semua saham yang sedang naik bakalan breakout. Jika anda merasakan beberapa kondisi berikut di market, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk membeli saham yang sedang naik:

1. IHSG mulai koreksi 

Dalam trading, memang anda harus menganalisa saham secara spesifik, bukan IHSG. Tapi percaya atau tidak, kondisi IHSG juga bisa mempengaruhi optimisme market untuk mengangkat saham. Apalagi kalau saham yang anda beli adalah saham2 yang 'searah' dengan IHSG seperti saham2 LQ45. 

Kondisi IHSG yang mulai koreksi, disertai dengan saham yang mulai tertahan dan turun dari harga puncak, membuat anda harus mempertimbangkan untuk mentradingkan saham dengan strategi breakout tersebut. 

2. Saham tersebut sudah mulai berpotensi turun 

Jika anda menemukan pola2 saham yang sudah menunjukkan tanda2 akan koreksi / turun, sebaiknya anda hindari dulu sahamnya. Supaya anda bisa meminimalkan risiko saham nyangkut di harga puncak. 

Anda bisa mendalami praktik2 menganalisa saham2 yang berpotensi akan turun disini: Full Praktik Membaca Saham yang Akan Turun.

3. Anda bukan tipikal pengincar saham breakout 

Kalau anda tipikal trader yang lebih suka mengincar saham2 diskon / murah, maka hindarilah saham2 yang harganya sudah naik. Pelajari juga cara-cara mencari saham diskon secara teknikal disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Tidak semua trader suka mengincar saham2 yang sedang naik / saham2 breakout. Jadi sebagai trader, anda juga perlu melihat strategi trading yang cocok secara pribadi. 

TRADER SAHAM TIDAK BISA MEMASTIKAN KONDISI MARKET 

Karena kita tidak bisa memastikan harga saham keesokan harinya seperti apa. Penting untuk anda supaya jeli melakukan analisa2 lebih lanjut sebelum memutuskan beli saham. Menjadi trader fleksibel bisa membuat anda mengambil keputusan dan pertimbangan lebih matang. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.