Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Rumus Net Interest Margin (NIM) Bank

Rasio keuangan perbankan yang cukup penting untuk anda ketahui adalah rasio Net Interest Margin (NIM). NIM bank adalah salah satu rasio profitabilitas perbankan. Apakah NIM itu? Bagaimana cara membaca NIM? Bagaimana implikasi NIM? Di pos ini, kita akan membahasnya. 

Rasio Net Interest Margin (NIM) adalah rasio yang digunakan untuk menganalisis seberapa besar pendapatan bunga bersih dibandingkan dengan aset produktif perusahaan. Berikut adalah rumus NIM Bank:


Yang dimaksud dengan pendapatan bunga bersih adalah pendapatan bunga setelah dikurangi dengan beban pokok. Sedangkan aset produktif adalah aset yang mampu menghasilkan pendapatan bunga tersebut (net bearing asset). Aset yang mampu menghasilkan pendapatan bunga adalah aset-aset yang disalurkan kembali ke dalam bentuk kredit, surat berharga, obligasi, penempatan dana antar bank dan lain2, sehingga bisa menghasilkan pendapatan. 

Sebagai contoh, perusahaan memiliki aset total sebesar Rp 200 miliar. Dari aset total yang ada, sebesar Rp100 miliar disalurkan kembali sehingga dapat menghasilkan pendapatan bunga. Maka nilai aset sebesar Rp100 miliar inilah yang disebut dengan aset produktif. Paham sampai disini? 

Contoh cara menghitung NIM di laporan keuangan

Jika anda ingin tahu angka NIM di laporan keuangan bank, maka anda bisa melihat aset produktif perusahaan, yaitu pada Laporan Posisi Keuangan di bagian Aset, pada akun Kredit yang Diberikan. Untuk pendapatan bunga, anda bisa melihat pada laporan laba rugi perusahaan. Berikut adalah contoh laporan keuangan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI):

Aktiva produktif di laporan keuangan bank (klik untuk memperbesar)

Pendapatan bunga bersih di laporan keuangan bank (klik untuk memperbesar)

Jika saya rangkum rumusnya dalam bentuk tabel, maka NIM BMRI didapatkan sebagai berikut:


Sesuai rumusnya, untuk mencari  NIM berarti anda harus membagi pendapatan bunga dengan aktiva produktif. Didapatkanlah NIM BMRI selama 2 tahun sebesar 10,17% dan 10,15%. 

Cara membaca NIM Bank: 

NIM yang semakin meningkat, artinya bank tersebut semakin bagus. NIM yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan pendapatan bunga yang semakin besar dari aktiva produktifnya, sehingga pendapatan bunga yang besar juga bisa meng-cover profitabilitas perusahaan yang semakin baik. 

Sebaliknya, NIM yang kecil menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan bunga semakin kecil. Hal ini bisa berdampak pada kelangsungan profitabilitas perusahaan, karena profitabilitas perusahaan dihasilkan dari pendapatan bunga. 

Bagus tidaknya NIM harus anda bandingkan juga dengan rata-rata NIM di industri perbankan. Jika NIM perusahaan mengalami kenaikan diatas rata-rata industri, maka dapat dikatakan NIM bank tersebut bagus, dan sebaliknya. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.