Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Main Saham untuk Pekerja Kantoran

Trading saham dan investasi saham bisa dilakukan oleh siapa saja. Kalau selama ini anda beranggapan bahwa main saham hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang punya banyak waktu untuk trading, maka main saham sesungguhnya bisa dilakukan oleh berbagai profesi dan kalangan. 

Karyawan, mahasiswa, dan profesi lainnya bisa melakukan pekerjaan main saham sebagai pekerjaan sampingan. Namun jika anda adalah orang sibuk  (sering jalan dinas keluar kota misalnya), maka kemungkinan besar anda tidak punya banyak waktu untuk memantau pergerakan harga saham.

I mean, seorang karyawan atau mahasiswa pun mungkin juga nggak punya banyak waktu untuk terus melihat harga saham. Tapi bagi anda yang benar2 sibuk, keterbatasan waktu anda akan jauh lebih sedikit lagi untuk memantau saham dan menganalisa. 

Bagi anda yang berstatus "super sibuk", maka cara terbaik yang bisa anda lakukan untuk main saham adalah dengan cara main saham jangka menengah atau investasi (jangka panjang diatas 1 tahun). 

Main saham dengan rentang waktu yang panjang berarti anda harus bisa menemukan saham2 yang analisa fundamentalnya bagus. Metode untuk melakukan analisa fundamental bisa dilakukan menggunakan metode value investing dan mencari mature company. Oke kita bahas satu per satu. 

Metode investasi value investing berarti anda harus bisa menemukan saham2 yang berpotensi naik tinggi lebih dari 100%, dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Bagaimana caranya?

Caranya adalah temukan saham2 yang memiliki valuasi rendah, kinerja bagus tapi harga sahamnya masih belum naik / belum saatnya untuk naik alias temukanlah "mutiara terpendam". Saya pernah membahas beberapa saham dengan analisa value investing salah satunya disini: Saham Prospek untuk Jangka Panjang: Ulasan Sektor Kabel

Yang jadi persoalan, kalau anda orang yang super sibuk, kemungkinan besar anda tidak akan punya banyak waktu untuk melakukan analisa value investing. Menemukan saham2 seperti itu tidaklah mudah dan butuh waktu analisa dan eksperimen yang cukup mendalam. 

Kecuali kalau anda memang sudah menyediakan waktu khusus untuk melakukan analisa sendiri, hal itu mungkin bukan jadi masalah bagi anda. 

Namun kalau anda tidak punya waktu khusus untuk analisa saham, maka solusi kedua adalah pilihlah perusahaan yang sudah mapan (mature company). Mature company umumnya adalah perusahaan blue chip. Baca juga: Investasi Saham: Growth Company or Mature Company?

Tapi nggak semua perusahaan blue chip harga sahamnya bisa mengikuti pergerakan IHSG dan bisa memberikan return yang bagus bagi trader. Jadi, kalau anda ingin membeli saham blue chip, belilah saham2 blue chip yang memiliki pengaruh paling besar terhadap IHSG berdasarkan nilai kapitalisasi pasarnya. 

Bagaimana cara mengetahuinya? 

Anda bisa coba lihat di situs IDX, berikut linkknya: IDX Top Stock. Kemudian anda lihat di bagian Top Market Cap. Berikut gambar screen shootnya: 


Market cap mungkin bisa berubah, tapi secara umum, saham2 yang masuk dalam market cap ini sebagian besar selalu berada di 10 besar seperti HMSP, BBCA, GGRM, UNVR dari dulu selalu langganan jadi top market cap. 

Anda bisa pilih saham2 tersebut untuk anda beli kemudian anda simpan. Dengan begitu, anda nggak perlu terlalu ribet melakukan analisa, karena saham2 yang masuk dalam top market cap, umumnya harga sahamnya dalam jangka panjang selalu uptrend. 

Tapi perlu anda ingat, investasi menggunakan metode mature company ada 2 kelemahan. Pertama, harga saham bisa saja justru mengalami penurunan di saat IHSG sedang naik. Contohnya yang pernah terjadi pada saham ASII dan TLKM.

Kedua, terkadang saham2 blue chip ini memberikan return yang lebih rendah dibandingkan saham2 lapis dua yang bisa melesat lebih cepat, bahkan mungkin saat IHSG turun. 

Tapi setidaknya, berdasarkan histori grafik saham2 blue chip yang pengaruhnya besar ke IHSG seperti UNVR, BBRI, BBCA, BBNI, BMRI, GGRM, HMSP, ASII dan lain2, saham2 ini memiliki grafik yang cenderung uptrend. 

Artinya, paling tidak kalaupun nantinya saham2 ini returnnya berada di bawah return IHSG untuk tahun2 tertentu, anda tetap bisa profit dan menyimpan sahamnya dengan aman tanpa harus terlalu khawatir dengan fluktuasi harga saham, karena dalam jangka panjang, pergerakan saham2 mature company bisa terus bertumbuh. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.