Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Trading Saham: Timing yang Tepat untuk Beli Saham?

Ketika anda berhasil memperoleh profit spektakuler, atau anda mulai berhasil meraih profit konsisten. Atau malah sebaliknya, anda baru saja terkena cut loss yang menyebabkan kerugian anda membengkak. Atau anda adalah seorang pemula yang masih awam dengan dunia saham.

Jika anda sedang mengalami kondisi-kondisi seperti yang saya sebutkan diatas, berarti anda harus mulai kembali mengatur strategi trading anda. Mengatur strategi yang saya maksudkan disini adalah: Anda harus mempersiapkan timing yang tepat untuk kembali masuk ke pasar (buy dan sell saham). 

Artinya, di pos ini saya menyarankan pada anda agar anda hendaknya membeli saham ketika kondisi anda sudah siap. Anda bisa dikatakan dalam kondisi siap trading saham jika: 

1. Psikologi dan mental anda sudah kembali

Setelah dihantam kerugian besar, trader biasanya cenderung down. Dalam hal ini anda tidak saya sarankan untuk trading, sampai psikologi dan mental anda kembali. Sama hanya ketika anda mendapatkan profit spektakuler, trader biasanya akan cenderung menjadi lebih nafsu dan overconfidence untuk terus mengejar profit yang lebih besar. 

Demikian juga dengan pemula yang baru akan terjun ke dunia saham. Saya menyarankan agar anda trading kalau anda sudah benar2 siap secara psikologi dan mental. Ada baiknya anda berhenti sejenak setelah mendapat kerugian besar atau profit spektakuler. Baca: Waktu Terbaik untuk Berhenti (Rest) Trading Saham.  

2. Tradinglah saat semua peralatan trading anda siap

Trading saham nggak boleh dilakukan asal-asalan. Ada baiknya anda memulai kembali trading anda saat semua peralatan trading anda sudah siap 100%. Peralatan trading adalah: Anda sudah siap dengan indikator yang anda pilih, grafik, berita2 yang anda gunakan dan analisis teknikal lainnya.  

Poin 2 ini saya sarankan terutama untuk pemula. Pemula biasanya cenderung trading tanpa persiapan dan masih acak-acakan dalam mengatur strategi trading. Jadi, bagi pemula seblum anda trading, siapkan semua peralatan anda. 

4. Trading ketika anda sudah memiliki plan 

Trading plan (perencanaan trading) adalah hal yang paling utama yang bisa mengarahkan anda ke jalur trading yang benar. Anda harus trading ketika anda sudah memiliki perencanaan trading (kapan ingin buy dan sell). Baca juga:  Mengapa Trader Saham Harus Punya Trading Plan?

5. Sudah siapkah menerima risiko?

Main saham bukan hanya soal mendapat profit, tetapi anda harus siap menerima risiko (harga saham turun, cut loss, kerugian saham ditanggung anda sendiri, dan risiko2 lainnya). Anda baru boleh trading kalau anda sudah benar2 siap menerima risiko trading. Kalau anda hanya mau profit dan tidak mau menerima risiko, ada baiknya anda jangan masuk pasar saham.

6. Sudah siapkah modal (ekuitas) anda? 

Trading tanpa modal tidak akan bisa dilakukan. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk membeli saham adalah kalau anda sudah memiliki modal yang mencukupi di rekening saham anda. Baca juga: Cara Agar Anda Tidak Bangkrut di Pasar Saham

Baca juga: Modal Minimal Trading/Investasi Saham dan Beli Saham Hanya dengan Modal Rp100 Ribu. Anda juga harus bisa melakukan manajemen modal dengan baik. Mengenai manajemen modal, anda bisa dapatkan materinya disini: Buku Saham

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.