Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Trader Saham

Di pasar saham ada kalimat yang berbunyi: Jangan menangkap pisau jatuh. Kira-kira apa maksud pernyataan tersebut? Dan apa hubungannya dengan kesalahan trader? 

Para trader saham (pemain saham), seringkali melakukan satu kecerobohan yang berakibat pada kerugian besar. Kecerobohan atau kesalahan ini umumnya sering dilakukan pemula atau para pemain saham yang masih trading dalam rentang waktu 2-5 tahun. 

Kesalahan yang paling sering, paling nekad dan kesalahan ini adalah kesalahan yang dapat saya katakan kesalahan paling konyol: Trader seringkali nekad membeli saham yang polanya downtrend, dengan pemikiran harga saham sudah murah / diskon. 

"Lho, bukannya saham yang harganya turun harusnya mulai dikoleksi? Kan harganya udah murah?" Protes anda

Benar. Bahkan kalau anda baca di pos ini: Belilah Saham Ketika Harganya Anjlok, saya justru menyarankan anda untuk membeli saham saat harganya anjlok, karena semakin besar diskon suatu barang, maka semakin besar peminat terhadap barang tersebut (baca: Pembeli). Tetapi, di paragraf terakhir pos tersebut, saya menyatakan pada anda bahwa anda tidak bisa serta merta langsung membeli saham ketika membentuk pola downtrend.

Sebab, harga saham yang anjlok sangat mungkin harga sahamnya bisa anjlok lebih dalam. Harga saham yang anjlok ibarat sebuah pisau yang sedang jatuh. Ketika anda membeli saham yang harganya masih turun, artinya sama saja anda sedang mencoba menangkap pisau jatuh.  Coba anda bayangkan, apa yang terjadi jika anda menangkap pisau jatuh? Tentu saja tangan anda akan terluka (baca: Saham anda akan nyangkut). 

Jadi anda harus menghilangkan mindset trading yang mengatakan kalau harga saham membentuk pola downtend, maka itulah saatnya beli karena sebentar lagi akan naik. 

Lalu kapan saya harus koleksi saham yang harganya sudah diskon?

Anda boleh membeli saham yang harganya anjlok dengan catatan saham tersebut harus sudah memberikan konfirmasi rebound, karena jika harga saham membentuk fase downtrend, sangat memungkinkan harga saham bisa turun lebih dalam lagi. 

Di ebook trading dan belajar saham, saya memaparkan dengan lengkap praktik untuk membaca pola pergerakan saham-saham downtrend yang akan rebound. Anda bisa memperolehnya disini: Buku Saham.

Banyak trader yang membeli saham-saham downtrend, yang belum memberikan konfirmasi rebound, dan harganya ternyata turun terus. Akhirnya, portofolio sahamnya diisi dengan saham2 nyangkut. Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan trader. 

Perlu anda ingat: Saham-saham yang bisa memberikan keuntungan bagi trader adalah saham-saham yang harganya naik, bukan saham yang harganya turun. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.