Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Belilah Saham Ketika Harganya Anjlok

Ketika suatu perusahaan terkena sentimen negatif yang dapat membuat harga saham jatuh (koreksi) dengan cepat, para pemain saham pada umumnya akan cenderung menghindari saham-saham tersebut. Pada saat banyak trader menjual saham yang terkena sentimen negatif secara bersamaan, maka terjadilah suatu panic selling (aksi panik jual).  

Sebagai pemain saham, hal yang lumrah jika anda dan saya menghindari saham2 yang sedang dijual besar-besaran. Masalahnya, kita tidak tahu sampai kapan panic selling tersebut reda. Namun, saat harga saham anjlok, sebenarnya itulah saat yang tepat untuk membeli kembali di harga bawah. 

Kesalahan klasik trader yang sering terjadi, biasanya trader menghindari saham2 yang terkena sentimen negatif. Padahal, hal ini peluang anda untuk bisa koleksi saham di harga diskon. Prinsip dalam analisis teknikal sama dengan prinsip ketika anda membeli barang di supermarket atau mall.

Coba anda bayangkan, saat supermarket dan mall sedang ada diskon harga besar-besaran, apa yang anda lakukan? Tentu saja anda akan membeli barang dalam jumlah yang lebih banyak. Demikian juga dengan perilaku orang lain. Ketika melihat barang di supermarket terdiskon cukup banyak, maka supermarket biasanya akan lebih ramai pembeli. 

Konsep ini sama dengan ketika anda main saham. Ketika harga saham turun banyak (terutama ketika saham suatu perusahaan terkena sentimen negatif), maka anda tidak saya sarankan untuk menghindari, namun belilah ketika harganya sudah diskon. 

Hal ini dikarenakan trader pun sebenarnya akan mengincar saham-saham yang harganya sudah diskon. Sama dengan konsep supermarket yang saya contohkan tadi. Saat trader melihat ada "barang diskonan", trader pasti mulai akan memborong sahamnya lagi, sehingga cepat atau lama harga saham biasanya naik dengan cepat. 

Dengan catatan, perusahaan yang anda tradingkan bukanlah perusahaan Tbk yang abal2. Baca juga: Perusahaan Tbk Abal-abal. Jangan Mau Trading di Perusahaan Tbk Abal-abal.

Saham MNCN

Anda barangkali masih ingat ketika owner MNC Group Hary Tanoe ketika dituduh terlibat dalam kasus Antasari- SBY (anda bisa googling sendiri beritanya). Saat itu saham MNCN dari harga 1.700 langsung turun ke 1.500 dalam 3 hari saja. Nah, melihat saham yang sudah terdiskon dan saya tahu bahwa ini hanya sentimen negatif, maka saya coba koleksi MNCN di harga 1.545. 

Anda lihat, saat ini MNCN sudah naik lagi ke 1.800. Setelah MNCN koreksi ke 1.500, MNCN ternyata mampu naik lagi dengan cepat. Banyak trader mulai memborong sahamnya, karena para pemain saham tahu bahwa MNCN adalah 'barang diskonan'. Jadi, konsep trading yang ingin saya paparkan pada anda di pos ini adalah: 'Carilah barang diskonan, dan belilah saham ketika harganya anjlok'.

[catatan: Saham2 yang turun karena sentimen negatif sesaat pada umumnya bisa anda koleksi lagi ketika harganya sudah diskon dan sudah susah turun lagi. Tetapi untuk kasus2 tertentu yang menyebabkan fundamental perusahaan terpengaruh dalam jangka panjang, misalnya kebakaran, risiko pailit, maka ada baiknya anda menghindari saham tersebut].   

2 komentar:

  1. Pagi Pak Haze, untuk input saja. Mungkin akan lebih baik kalau ada tanggal post tulisan ini. Atau mgkn sebenarnya ada tp saya overlook? Terima kasih untuk share2nya yang sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Pak Renaldo,

      Terima kasih masukannya. Sebenarnya tanggal pos ini sudah coba saya tampilkan namun tetap tidak muncul. Mungkin karena ada format HTML yang terubah ketika saya update font blog.

      Delete

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.