Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Permintaan dan Penawaran (Bid-Offer) di Pasar Saham - Part II

Pada pos sebelumnya: Permintaan dan Penawaran (Bid-Offer) di Pasar Saham - Part I, saya sudah menjelaskan mengenai bid dan offer di pasar saham. Terjadinya mekanisme transaksi di pasar saham didasarkan pada price priority dan time priority. Bagaimana logika dari keduanya? Simak pos saya dibawah ini.

Sebelum itu, Anda perlu memahami konsep hukum permintaan dan penawaran pasar terlebih dahulu:

Jika permintaan > penawaran --> harga barang (saham) akan naik.

Jika penawaran > permintaan --> harga barang (saham) akan turun. 

PRICE PRIORITY  (PRIORITAS HARGA)

Price priority merupakan antrian order saham yang didasarkan pada prioritas harga.  Apa maksudnya? Untuk lebih jelasnya lihat gambaran price priority pada software trading online adalah sebagai berikut. 


Perhatikan bid price dan offer price pada saham PT Indofood Tbk (INDF). Harga bid price Rp7.100 paling atas adalah harga yang paling diprioritaskan. Demikian juga dengan harga offer price Rp7.125 adalah harga offer yang paling diprioritaskan. Mengapa demikian?

OFFER PRICE VS PEMBELI

Saya akan mulai dari offer price (orang2 yang memasang harga jual --> menawarkan sahamnya pada pembeli untuk dijual). Nah, mengacu pada antrian diatas, sekarang ada 5 orang yang memiliki barang dengan kualitas sama. Nama barangnya adalah saham INDF. Perhatikan baik-baik yaa.. 

1. Penjual 1 menawarkan barangnya dengan harga Rp7.125.
2. Penjual 2 menawarkan barangnya dengan harga Rp7.150.
3. Penjual 3 menawarkan barangnya dengan harga Rp7.175
4. Penjual 4 menawarkan barangnya dengan harga Rp7.200
5. Penjual 5 menawarkan barangnya dengan harga Rp7.225.

Sebenarnya masih ada orang keenam, ketujuh dan seterusnya yang melakukan antrian. Tetapi biasanya, softaware trading online tidak menampilkan seluruh antrian beli dan jual. Mungkin tujuannya supaya tidak memberatkan aplikasi. Seumpama Anda memasang order di harga 7.250, maka antrian Anda tidak akan tampak di software. 

Bagaimana prioritas harga bekerja dalam sistem perdagangan saham?

Penjual 1 menempati urutan pertama alias diprioritaskan terlebih dahulu. Mengapa? Karena penjual 1 bersedia menjual saham pada harga yang paling murah diantara para penjual lainnya. Otomatis akan menguntungkan pembeli yang ingin membeli saham INDF, karena pembeli hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 7.125 untuk membeli INDF dan tidak perlu mengeluarkan uang lebih besar (7.150, 7.175 dan seterusnya)..

Untuk memudahkan lagi logika tersebut, saya akan berikan ilustrasi dan pertanyaan kepada Anda:

Setelah dapat THR, Anda memutuskan membeli coklat merk so sweet (Saham INDF) dalam jumlah besar. Anda memasuki supermarket A dan melihat harga coklat sebesar 7.200. Karena Anda merasa harganya kemahalan, Anda masuk supermarket yang lain, supermarket B dan harga coklat di supermarket B 7.175. Anda berniat untuk mencari yang harganya lebih murah lagi. Supermarket C ternyata harganya 7.225 lebih mahal. Anda masuk supermarket D dan menemukan harga coklat hanya 7.125. Kemudian Anda masuk lagi ke supermarket E, ternyata harga coklat lebih mahal daripada supermarket D, yaitu 7.150.

Sekarang pertanyaannya, jika Anda menemukan barang dengan merk yang sama dan kualitas yang sama, diproduksi di perusahaan yang sama, yaitu coklat so sweet, kemudian Anda diberikan tawaran pilihan harga: 7.125, 7.150, 7.175, 7.200, 7.225. Anda pilih harga yang mana untuk dibeli? 

"7.125", kata Anda. 

Jika memilih 7.125, pilihan itu adalah pilihan yang paling rasional. 

Dengan kata lain, secara rasional Anda pasti memilih barang dengan kualitas yang sama namun dengan harga yang paling murah. Itulah mengapa 7.125 dikatakan sebagai BEST OFFER. Karena penjual mampu menjual barang yang sama kepada pembeli dengan harga yang PALING MURAH diantara para penjual lainnya.

Kembali lagi ke penjelasan bid-offer sebelumnya. Jadi, katakanlah Anda ingin membeli saham di harga best offer, 7.125, maka Anda tidak perlu melakukan antrian. Artinya, order beli dari Anda akan langsung diproses dan Anda akan langsung deal dengan penjual 1. Lalu, kapan penjual 2 dan seterusnya barangnya bisa laku? Hal itu bisa terjadi apabila terdapat banyak permintaan beli, sehingga barang yang ditawarkan oleh penjual 1 dengan harga terbaik 7.125 habis. Sehingga otomatis harga 7.150 menjadi best offer. Sementara itu, karena harga 7.125 akan bergeser menjadi harga best bid. 

Katakanlah ternyata Anda menilai bahwa harga 7.125 terlalu mahal, Anda ingin membeli di harga yang lebih murah, yaitu 7.100. Anda bisa membeli di harga 7.100, akan tetapi tidak bisa langsung deal dengan penjual. Anda harus bersedia antri di harga bid price (lihat gambar Bid-Offer seperti yang tertera pada gambar diatas).

Mengapa antri di harga bid price? Tanya Anda

Harga bid price adalah tempat dimana orang2 ingin melakukan PERMINTAAN BELI. Dan setiap pembeli pada umumnya pasti ingin membeli barang dengan harga yang lebih murah bahkan paling murah. Jadi kalau Anda menginginkan membeli di harga yang lebih murah, Anda harus melakukan order antrian pada harga bid. Jika Anda memasang antrian pada harga 7.100, order Anda bisa deal (match) apabila terdapat banyak yang menjual barang pada harga 7.100 (banyak penawaran jual), sehingga harga 7.100 habis dan harga 7.100 bergesar menjadi offer price alias harga saham turun karena tekanan penawaran, sehingga order Anda bisa deal ketika harga turun ke 7.100. 

BID PRICE VS PENJUAL

 

Setelah Anda memhami prioritas harga dari sisi offer price, sekarang saya akan membahas  dari sisi bid price. Bid price merupakan kumpulan harga beli dari orang2 yang ingin membeli saham di harga tertentu. Pada contoh diatas, terdapat 5 harga bid yang ditampilkan:

1. Pembeli 1 meminta barang di harga 7.100
2. Pembeli 2 meminta barang di harga 7.075
3. Pembeli 3 meminta barang di harga 7.050
4. Pembeli 4 meminta barang di harga 7.025
5. Pembeli 5 meminta barang di harga 7.000

Pembeli 1 menempati urutan pertama, alias diprioritaskan terlebih dahulu dalam jual beli saham INDF. Mengapa? Karena pembeli 1 bersedia membeli saham dengan harga yang paling mahal diantara para pembeli lainnya. Pembeli 1 akan memberikan keuntungan kepada penjual. Penjual tentu ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya dari barang yang mereka tawarkan.

Jadi, seumpama Anda menjual barang kepada pembeli 1 di harga 7.100, maka Anda tidak perlu melakukan antrian. Order Anda akan langsung deal / match. Nah, kapan pembeli 2 dan seterusnya barangnya bisa laku? Hal tersebut terjadi apabila banyak penawaran jual, yang menyebabkan harga yang diminta oleh pembeli 1 di harga 7.100 habis terjual. Sehingga, harga 7.075 otomatis akan menjadi best bid price. Harga 7.100 yang sudah habis terjual akan bergeser menjadi harga offer (harga saham turun karena banyaknya penawaran).

Bung Heze, bagaimana kalau saya tidak ingin menjual langsung di harga 7.100, harganya kurang tinggi? Pingin cuan lebih besar

Kalau tidak ingin menjual di harga 7.100 Anda bisa menjual di harga lebih tinggi, katakanlah Anda ingin menjual di 7.175, Anda harus antri pada offer price (tempat orang2 ingin menjual saham dengan menempatkan harga tertentu), Order Anda bisa deal dengan pembeli apabila terdapat banyak permintaan beli, sehingga harga 7.175 menjadi harga best bid. 

Mengapa kalau saya ingin menjual dengan harga yang tinggi harus antri pada offer price (harga penawaran jual)?

Offer adalah tempat orang2 ignin menjual saham. Penjual tentu menginginkan agar bisa menjual di harga yang tinggi atau bahkan paling tinggi. Sehingga, kalau Anda ingin menjual di harga tinggi, Anda harus antri pada offer price. 

So, jika saya rangkum sedikit, order beli dan order jual diatas bisa terjadi semua karena adanya konsep PRIORITAS HARGAJika ada prioritas harga, maka ada pula prioritas waktu. Silahkan baca pos: Permintaan dan Penawaran (Bid-Offer) di Pasar Saham - Part III.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.