Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Permintaan dan Penawaran (Bid-Offer) di Pasar Saham - Part I

Pada salah satu pos yang saya tulis di web ini: Cara Membeli Saham Online, saya memaparkan panduan kepada Anda bagaimana cara membeli dan menjual saham melalui software saham online yang disediakan oleh setiap perusahaan sekuritas. Pada tampilan Buy dan Sell, Anda akan melihat yang namanya Bid dan Offer. Ketika Anda ingin membeli maupun menjual saham, segala keputusan jual beli Anda pasti akan akan berpatok pada Bid dan Offer. 

Sebenarnya apa sih bid dan offer itu?

Kalau diterjemahkan: Bid = permintaan, offer = penawaran. Jadi sebenarnya, bid dan offer menunjukan sistem permintaan dan penawaran (demand dan supply) jual beli dalam perdagangan saham. Bertemunya pembeli dan penjual di pasar saham bisa terjadi karena adanya bid dan offer. Bid dan offer menunjukkan proses terjadinya suatu transaksi antara pembeli dan penjual di pasar saham. Peranan bid offer sangatlah penting untuk Anda ketahui.

Jadi pada saat apa order beli saham saya dapat deal dengan penjual? Terus darimana sistem antrian jual beli saham dapat tercipta? Inilah yang akan saya kupas tuntas sampai habis di pos ini.

Pertama-tama, untuk memahami analogi sistem antrian jual beli saham, Anda harus memahami proses terjadinya transaksi jual beli di pasar saham. Kalau boleh saya samakan, transaksi di pasar modal sebenarnya sama dengan transaksi jual beli yang dilakukan di pasar tradisional.

Lho?

Saya ulangi lagi: Transaksi jual beli di pasar saham logikanya sama dengan transaksi yang terjadi di pasar tradisional. Dimana akan terjadi tawar menawar harga. Kalau Anda bisa memahami pasar tradisional, apalagi Anda yang sering berbelanja disana, maka seharusnya Anda bisa memahami logika sistem jual beli di pasar saham dengan lebih mudah.

INGAT HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN PASAR:

Jika permintaan > penawaran --> harga barang (saham) akan naik.
Jika penawaran > permintaan --> harga barang (saham) akan turun. 

Hukum permintaan dan penawaran ini yang akan menjadi dasar saya dalam menjelaskan logika bid-offer di pasar saham. Jadi, Anda perlu pahami konsepnya sebelum saya bahas lebih dalam. 

Oke, sebelum memahami lebih lanjut mengenai transaksi permintaan dan penawaran di pasar saham, ada baiknya Anda mengerti istilah2 berikut, karena kosakata2 ini akan banyak digunakan dalam bahasan selanjutnya.

Split: Banyaknya orang yang melakukan order (order beli dan jual) antrian pada harga tertentu.

Bid lots: Banyaknya jumlah lot (satuan perdagangan saham, 1 lot = 100 lembar) beli yang diminta oleh pembeli.

Offer lots: Banyaknya jumlah lot jual yang diminta oleh penjual.

Bid price: Harga beli

Offer price: Harga jual

Permintaan dan penawaran (bid-offer) di pasar saham

Transaksi di pasar modal hanya bisa terjadi seperti pada transaksi jual beli di dunia nyata apabila terdapat pihak yang membeli (Bid) dan pihak yang menjual (Offer). Coba bayangkan kembali bagaimana transaksi di pasar tradisional terjadi. Logikanya sama dengan pasar saham. Hanya yang membedakan, pada pasar saham pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung (tatap muka). Apalagi sistem transaksi saham sekarang hampir semua dilakukan secara online, maka Anda bisa melakukan transaksi saham dari rumah tanpa bertemu langsung dengan pembeli / penjual.

Transaksi beli dan jual saham sangat tergantung pada dua hal utama, yaitu prioritas waktu (time priority) dan prioritas harga (price priority).

Apa itu price priority dan time priority? Bagaimana logika perdagangan di pasar saham, hingga tercipta sebuah mekanisme transaksi? Silahkan simak pada pos selanjutnya: Permintaan dan Penawaran (Bid-Offer) di Pasar Saham - Part II. Baca juga pos: Kegunaan Mengatami Sistem Antrian Bid-Offer di Pasar Saham.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.