Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Laba Bersih Naik, Tapi Harga Saham Turun?

Rilis laporan keuangan emiten adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Laporan keuangan yang bagus (laba bersih meningkat), bisa memberikan sentimen positif, sehingga biasanya akan membuat harga sahamnya naik, karena banyak yang koleksi sahamnya ketika laporan keuangan bagus. 


Kalau anda sudah terjun ke bursa saham, dan mengamati pergerakan harga saham setiap rilis laporan keuangan (per kuartal), kita sering menjumpai harga saham yang langsung terbang setelah muncul berita laporan keuangan perusahaan tersebut yang naik. 

Nah, karena hal-hal inilah, berita laporan keuangan adalah berita yang selalu ditunggu-tunggu oleh para trader dan investor. Jika laporan keuangan bagus, mereka akan membeli sahamnya. 

Namun, di pasar saham seringkali teori tidak sejalan dengan praktikknya. Banyak kejadian di mana ketika laporan keuangan perusahaan rilis, dan kinerjanya sangat bagus, harga sahamnya justru langsung jatuh, bahkan bisa turun sampai beberapa hari. 

Oleh karena itu, banyak trader yang terkena jebakan: Membeli saham menjelang rilis laporan keuangan, dengan harapan harganya sahamnya naik karena kinerjanya bagus, tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Akhirnya, saham yang sudah dibeli nyangkut.

Saya ambil satu contoh: Saham BBCA. BBCA mengumumkan kenaikan laba bersih 25,8%. Namun justru harga sahamnya mengalami koreksi selama beberapa hari. Perhatikan chart BBCA berikut: 


Saham BBCA hanya sempat rebound 2,6% sehari, setelah itu harganya patah trend (lihat lingkaran). Hal seperti ini sering terjadi pada banyak saham juga.

Jadi, stigma bahwa laporan keuangan bagus yang rilis pasti mengangkat harga saham perusahaan dalam jangka pendek, tidak selalu benar. 

Oke, lalu kenapa ketika perusahaan mengumumkan kinerja yang bagus, justru harga sahamnya turun? Ada beberapa hal: 

1. Harga saham sudah price in 

Perhatikan, saham-saham yang langsung turun pasca rilis kinerja keuangan yang bagus, harga sahamnya biasanya sudah naik duluan jauh sebelum pengumuman laporan keuangan. 

Ini artinya, bandar saham atau para fund manager sudah memprediksi bahwa laporan keuangan akan bagus, sehingga jauh hari sebelum pengumuman laporan keuangan, saham sudah diakumulasi. 

Maka, ketika laporan keuangan keluar, para bandar langsung take profit ketika para ritel baru mulai masuk. Coba anda pelajari pola-pola saham yang harganya langsung turun saat kinerjanya bagus. 

Mayoritas tren-nya selalu naik dari beberapa bulan sebelumnya. Seperti saham BBCA diatas, yang harganya sudah diangkat 8.600-an sampai ke 9.400-an. Ketika pengumuman laporan keuangan, dan kinerjanya bagus, bandar take profit sehingga harganya kembali ke 8.600. Ini juga terjadi di banyak saham bagus lainnya.

2. Bandar sudah hafal mindset ritel 

Mindset ritel kebanyakan adalah menunggu rilis laporan keuangan untuk koleksi sahamnya. Mindset seperti ini sudah diketahui oleh bandar, sehingga ketika bandar sudah memprediksi laporan keuangan akan bagus, maka bandar justru melakukan distribusi besar saat rilis laporan keuangan. 

Laba bersih naik, sebaiknya koleksi sahamnya? 

Anda mungkin akan bertanya: "Jadi ketika muncul berita bagus tentang kinerja perusahaan, kapan waktu terbaik untuk koleksi sahamnya?" 

1. Koleksi harga saham 1-2 bulan sebelum rilis laporan keuangan 

Kalau harga saham masih di bottom, dan anda memprediksi kinerja keuangan perusahaan masih akan bagus, maka anda bisa segera koleksi sahamnya jauh-jauh hari. 

Jadi katakanlah sekarang bulan Agustus. Laporan keuangan yang akan rilis selanjutnya adalah bulan Oktober (kuartal 3). Kalau di bulan Agustus harga sahamnya masih turun atau ada di bottom, dan anda memprediksi kinerjanya di bulan Oktober yang akan rilis nanti bagus, anda bisa koleksi sahamnya dari sekarang. 

Namun untuk poin ini, anda perlu melakukan analisa fundamental, karena anda harus bisa memprediksi apakah kinerja keuangan perusahaan akan bagus kedepan atau tidak. 

Anda bisa pelajari full praktik cara-cara paling simpel memilih saham-saham yang fundamentalnya bagus disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert.  

2. Perhatikan kondisi market atau sektor saham saat itu 

Harga saham yang turun drastis saat rilis kinerja keuangan yang bagus, seringkali disebabkan karena kondisi IHSG-nya lagi jelek, atau memang sektor sahamnya saat itu banyak sentimen negatif, sehingga news tidak terlalu direspon oleh market. 

Kalau market sudah panik, ya terjadilah panic selling. Ini pernah terjadi pada saham-saham properti baru-baru ini, di mana banyak saham properti yang membukukan peningkatkan kinerja, tetapi di saat yang bersamaan harga sahamnya malah turun terus. 


PWON, harga saham justru turun drastis saat rilis peningkatan kinerja, karena sektor properti masih banjir sentimen negatif (suku bunga tinggi, dan tahun politik).

Jadi, kalau anda mau membeli saham yang sedang rilis laporan keuangan dan hasilnya bagus, perhatikan juga kondisi IHSG dan sektor sahamnya, supaya anda tidak terjebak membeli saham dan akhirnya sahamnya justru turun terus. 

News rilisnya kinerja keuangan, bukanlah satu-satunya hal yang bisa mengangkat harga saham. Ini yang harus anda perhatikan. Kondisi market dan sektor saham tersebut juga harus anda analisa 

3. Koleksi dekat-dekat saat rilis laporan keuangan, dengan strategi akumulasi

Saya pribadi tidak menyarankan anda baru membeli saham ketika muncul berita rilis kinerja keuangan, karena itu terlalu spekulasi. Kecuali kalau tujuan anda memang untuk mid-long term beda cerita lagi. 

Ya, memang ada banyak kasus di mana harga saham langsung naik 5-8% sehari setelah rilis kinerja keuangan positif. Namun banyak juga saham yang justru turun setelah rilis kinerja, atau naiknya terlalu cepat, sehingga anda tidak dapat beli di harga bawah. 

Jadi kalau memang tujuan anda untuk jangka pendek, belilah saham tersebut dengan strategi akumulasi alias membeli bertahap atau dengan beberapa persen modal terlebih dahulu, sehingga jika ternyata harga saham turun, anda bisa averaging di harga murah. 

Atau kalau harga saham ternyata naik tinggi, meskipun anda belum sempat beli banyak, at least anda sudah pegang sahamnya, sehingga anda tetap bisa profit.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.