Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Solusi Saham Nyangkut & Strategi Saham Nyangkut

El Heze

Saham nyangkut adalah saham di portofolio trader atau investor yang harga-nya mengalami penurunan, yang membuat trader tidak ingin merealisasikan penjualan saham, karena jika saham dijual maka trader akan mengalami kerugian. Dengan kata lain, saham nyangkut adalah saham-saham yang "statusnya" adalah floating loss di portofolio anda. 


Sebenarnya tidak semua saham floating loss dikatakan sebagai saham nyangkut. Biasanya saham nyangkut terjadi ketika trader berencana menjual saham (take profit) pada harga yang telah ditetapkan. 

Namun ternyata saham yang dibeli harganya turun, sehingga terjadi floating loss. Sebagai contoh, anda membeli saham ELSA di harga 280. Anda berencana untuk take profit di harga 294. Tetapi saham ELSA malah turun ke 272 sampai beberapa hari masih turun lagi ke 264.

Anda tidak mau menjual saham ELSA di harga sekarang, karena kalau anda menjual saham anda, tentu anda akan rugi (cut loss). Akhirnya anda menunggu saham ELSA balik ke target diatas harga beli. Dalam hal ini, dapat dikatakan saham ELSA anda nyangkut, karena terjadi floating loss, anda tidak mau merealisasikan kerugian. 

Saya rasa saham nyangkut itu biasa, dan pasti dialami oleh semua trader. Karena di pasar saham fluktuatif harga pasti terjadi. 

Tetapi yang sering dialami trader adalah: Saham nyangkut dan harganya tidak kembali ke harga beli awal. Atau bahkan, saham nyangkut akhirnya menjadi 'saham tidur'. Inilah yang membuat saham nyangkut seringkali menjadi momok bagi para trader. 

SAHAM NYANGKUT TIDAK BISA DIJUAL? 

Ada pendapat-pendapat yang mengatakan, kalau saham nyangkut itu tidak bisa dijual. Benarkah demikian? Tidak juga. 

Rata-rata saham nyangkut terjadi karena trader TIDAK MAU REALISASI KERUGIAN, bukan karena tidak bisa dijual. Tetapi dalam banyak kasus, saham nyangkut yang harganya turun terus, bisa menjadi saham gocap (harga terendah di bursa efek), dan menjadi saham tidur (tidak diperdagangkan lagi). 

Nah, kalau kasusnya seperti ini, maka saham nyangkut anda tidak bisa dijual. Tetapi di bursa saham ada yang namanya pasar negosiasi. Anda bisa menjual saham anda melalui pasar negosiasi. Baca juga: Cara Transaksi Saham di Pasar Negosisasi. 

Hanya saja, prosesnya agak ribet kalau jual di pasar nego. Kalau anda tidak mau jual di pasar nego, satu-satunya cara ya anda menunggu saham anda balik lagi dari harga gocap, atau menunggu saham anda dinaikkan oleh market maker. 

SOLUSI SAHAM NYANGKUT

1. Tetap hold

Saham nyangkut tetap ada potensi untuk balik naik lagi. Inilah yang menyebabkan trader biasanya tidak mau realisasi kerugian. Tidak ada salahnya anda tetap hold ketika saham anda nyangkut.  

Selain itu, tidak semua trader siap secara psikologis jika saham nyangkut harganya sudah turun terlalu dalam. Tetap hold adalah solusi terakhir agar psikologis trader bisa lebih terjaga di market. 

Namun, ada baiknya STRATEGI HOLD dilakukan jika anda mengalami beberapa kondisi berikut: 
  • Saham yang anda beli adalah saham yang bagus (secara teknikal atau fundamental)
  • Anda sudah membeli saham di harga yang bagus 
  • Anda membeli saham yang anda pahami pola-nya 
Saham-saham yang bagus akan lebih mudah recovery setelah harganya turun. Saham-saham yang anda pahami pergerakannya juga lebih memberikan kenyamanan secara psikologis, ketimbang membeli saham-saham yang jelek. 

Oleh karena itu, sebelum membeli saham anda harus memilih saham-saham yang pergerakannya baik. Tujuannya, jika saham yang anda beli ternyata turun, anda tidak butuh waktu lama agar saham anda kembali lagi. 

Pelajari juga cara-cara simpel, praktis dan efektif screening saham bagus untuk mendapatkan stock pick berkualitas disini: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus

2. Cut loss 

Untuk anda yang sering membeli saham-saham gorengan, membeli saham karena mengikuti orang lain, dan anda sebenarnya tidak paham dengan saham yang anda beli, maka disarankan untuk lebih disiplin dalam cut loss, ketika saham anda tidak bergerak sesuai harapan. 

Sebagai contoh, banyak saham IPO yang kelihatannya murah dan menarik. Namun karena trader membeli saham tanpa pengetahuan apapun dan cuma ikut-ikutan, akhirnya saham yang dibeli nyangkut, dan tidak sedikit yang menjadi saham tidur. 

Dalam kasus-kasus seperti ini, pada akhirnya saham nyangkut jadi tidak bisa dijual. Oleh karena itu, pada saat saham anda nyangkut, anda perlu menerapkan disiplin cut loss jika saham-saham yang anda beli adalah saham yang jelek. 

Tetapkan level cut loss yang lebih disiplin, misalnya jika saham turun 3-4% dari harga beli, sebaiknya langsung lakukan cut loss untuk proteksi modal.  

3. Averaging down 

Jika anda masih memiliki banyak sisa modal di portofolio, anda bisa menerapkan averaging down ketika saham anda nyangkut. Namun dengan catatan, saham yang anda beli adalah saham yang bagus dan harganya sudah murah secara teknikal. 

Poin-poinnya bisa anda baca di poin pertama. Pelajari juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon dan Murah. 

Dengan averaging down, harga beli rata-rata menjadi lebih murah, sehingga ketika saham anda naik, anda tidak butuh harga terlalu tinggi untuk realisasi profit (anda bisa realisasi profit lebih cepat), sehingga saham anda tidak nyangkut berlama-lama. Baca juga: Mana yang Boleh, Averaging Up atau Averaging Down?

SOLUSI SAHAM NYANGKUT - LANGKAH ANTISIPASI 

Supaya anda bisa meminimalkan saham nyangkut, tentu trader harus melakukan langkah-langkah antisipasi. Beberapa cara bisa anda terapkan untuk mengantisipasi saham nyangkut, atau setidaknya jika saham anda nyangkut, saham anda bisa berbalik profit lebih cepat: 

1. Beli saham yang harganya sudah murah 

Kalau saham anda sering nyangkut, coba untuk mengganti strategi trading. Belilah saham yang pergerakan chartnya bagus, di harga yang murah alias strategi buy on weakness. 

Karena mekanisme di pasar saham sangat berkaitan dengan fluktuatif harga. Ketika saham sudah naik tinggi, cepat atau lama saham pasti akan turun. Ketika saham sudah turun dalam, saham tidak butuh waktu lama untuk balik naik, apalagi untuk saham-saham yang likuid. 

Dengan membeli saham di harga murah, anda bisa meminimalkan risiko saham nyangkut. Baca juga: Buy On Weakness: Strategi Trading yang Aman.

2. Beli saham yang pergerakan, chart-nya bagus 

Belilah saham yang likuid, chart-nya bagus, anda pahami polanya. Saham-saham yang pergerakannya bagus dan ramai ditransaksikan, ketika sahamnya turun akan lebih cepat balik, karena pergerakan harga sahamnya lebih mencerminkan mekanisme market. 

Hal ini sudah penulis alami juga. Membeli saham-saham gorengan, saham IPO, saham-saham denan bid offer sepi, memang bisa meningkatkan peluang gain tinggi dalam waktu cepat. 

Tetapi risiko saham nyangkut dan turun juga lebih besar. Jika anda ingin meminimalkan risiko saham nyangkut, pilihlah dan prioritaskan saham-saham yang pattern dan pergerakannya bagus. 

3. Beli saham dengan strategi akumulasi

Saham nyangkut juga sering terjadi karena trader tidak memiliki sisa modal untuk averaging down. Nah, untuk meminimalkan risiko saham nyangkut berlama-lama, sebaiknya ketika anda membeli saham, anda tidak langsung all in. 

Anda bisa terapkan strategi akumulasi, dengan tetap memperhatikan saham-saham yang bagus dan yang harganya murah. Jadi misalnya anda berencana beli saham TKIM sebanyak Rp10 juta.

Pembelian pertama coba beli dengan modal kurang lebih 1/3-nya dulu, yaitu kisaran Rp3 juta. Kalau saham yang anda beli ternyata turun, anda masih punya sisa modal yang besar untuk averaging down, sehingga dengan averaging down, anda bisa dapat harga beli lebih murah, dan lebih mudah untuk realisasi profit.  

SAHAM SAYA SEKARANG NYANGKUT, SAYA HARUS BAGAIMANA? 

Banyak trader yang mengeluhkan saham yang sedang nyangkut sekarang. Trader tidak berani cut loss karena floating loss sudah terlalu besar. Trader juga belum memahami manajemen modal, asal membeli saham. 

Kalau anda sedang berada dalam posisi saham nyangkut, dan saham yang anda beli adalah saham jelek / saham gorengan, namun floating loss sudah terlalu besar... Apa boleh buat... Solusi terakhir adalah: Biarkan saja saham anda di portofolio. 

Anggap saja itu adalah biaya belajar anda. Setidaknya, dengan membaca pos ini, anda sudah memahami penyebab saham nyangkut, dan yang paling penting adalah SOLUSI SAHAM NYAGNKUT, dan strategi jika saham anda nyangkut. 

Sehingga kedepan anda bisa mengatur portofolio saham lebih baik, meminimalkan saham nyangkut, dan anda bisa memanage portofolio (baik melalui strategi averaging, hold) ketika saham anda nyangkut. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.