Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Memilih Saham yang Benar

El Heze

Trader saham sering mengalami hal-hal berikut di market: Saham dibeli harganya langsung turun, saham nyangkut di harga puncak, banyak cut loss, hari ini untung besok rugi besar. 



Apakah anda juga pernah mengalaminya? Inilah yang dinamakan dengan risiko trading. Cara untuk meminimalkan risiko-risiko tersebut, yaitu dengan cara MEMILIH SAHAM YANG BENAR. 

Dalam arti, saham yang anda beli punya potensi naik dan bisa menghasilkan profit. Kualitas saham yang anda pilih akan sangat menentukan besar kecilnya risiko trading yang anda terima. 

Ketika anda bisa memilih saham yang benar, maka risiko-risiko tersebut bisa anda perkecil. Ada tiga cara memilih saham yang benar yang dapat anda praktikkan untuk menghasilkan profit lebih konsisten dan memperkecil kerugian: 

1. Saham yang pergerakannya baik 

Saham yang menguntungkan adalah saham-saham yang pergerakannya baik, yang bisa anda analisa. Beberapa kriteria saham yang pergerakannya baik adalah saham-saham yang: 
  • Likuid
  • Fluktuatifnya bagus 
  • Mudah dianalisa dengan analisa chart 
Memilih saham yang benar


Saham yang pergerakannya bagus dan kurang bagus salah satunya bisa kita analisa melalui pola grafiknya (analisis teknikal). Contohnya pada kedua saham diatas. 

Pada saham likuid diatas (Saham BBRI), kita jauh lebih mudah membaca serta menganalisa pola-pola chart, support resisten, pattern dan melihat sinyal tradingnya. 

Sedangkan pada saham yang kurang likuid (Saham PURA), pattern saham, candlestick, support resisten dan analisa trennya tidak beraturan. Saham PURA diatas bisa naik puluhan persen dalam waktu singkat, namun tidak lama kemudian sahamnya jatuh dan sideways lama.  

Jadi untuk memilih saham yang benar, langkah awal yang harus anda lakukan adalah memilih saham yang pergerakannya bagus, dan masukkan saham2 ini alam watchlist khusus anda. Baca juga: Membuat Watchlist Saham.  

Anda bisa pelajari cara-cara yang praktis untuk memilih saham-saham bagus buat trading disini, beserta full praktik Moving Average Praktis: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus (365 halaman). 

Memilih saham-saham yang pergerakannya bagus masih belum cukup. Setelah anda menemukan saham-saham yang pergerakannya bagus, anda harus melihat apakah momentum tradingnya sudah tepat untuk buy atau belum. 

2. Momentum tradingnya bagus

Pernahkah anda mendengar anjuran-anjuran seperti ini: 

"Beli saham LQ45 aja, pasti aman"
"Beli saham blue chip pasti untung, jangan beli saham gorengan"

Saya setuju bahwa saham2 yang likuiditasnya bagus seperti saham2 LQ45 atau saham2 blue chip merupakan saham yang relatif lebih aman karena likuiditasnya bagus, sehingga lebih mudah dianalisa. 

Tetapi kata "PASTI" disini yang saya garis bawahi. Yap, dalam trading saham, tidak ada jaminan kalau anda membeli saham tertentu, anda pasti untung. Hal ini karena setiap saham itu ada momentumnya. 

Sekalipun anda membeli saham blue chip, kalau saham blue chip harganya sudah di puncak dan mulai ada tanda-tanda bearish reversal, maka saham blue chip yang anda beli pun harganya bisa jatuh / turun. 

Jadi dalam memilih saham yang benar (profit), anda juga harus perhatikan SINYAL TRADING dan MOMENTUMNYA. Poin-poin penting yang perlu anda praktikkan dalam memilih saham yang benar: 
  • Apakah saham yang mau anda beli saat itu memberikan sinyal buy yang bagus? 
  • Apakah sahamnya sudah murah secara teknikal? Pelajari juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah
  • Apakah support resisten dan trennya bagus buat trading saat itu?
  • Apakah marketnya saat itu juga mendukung untuk trading? 
Anda bisa pelajari strategi2 full praktik analisis teknikal untuk membaca saham2 yang bagus, diskon / murah dan berpotensi naik disini: Buku Saham Full Praktik Trading. 

Anda juga bisa mendalami lebih banyak analisa tren dan cara-cara memilih saham yang baik untuk trading disini:  Ebook Panduan Memilih Saham Bagus + Moving Average Praktis. 

Saham-saham yang momennya sudah bagus untuk trading akan memberikan potensi profit lebih maksimal, karena anda membeli saham yang potensi naik dalam jangka pendek, bukan sebaliknya. 

Kemudian beberapa dari anda bertanya: "Tapi Pak Heze, saya sering membeli saham yang sinyalnya bagus, tapi harga sahamnya tetap turun."

Fluktuatif harga saham jangka pendek itu pasti akan terjadi. Jadi tidak ada yang perlu anda khawatirkan jika saham yang anda beli harganya masih turun beberapa fraksi harga. Itu adalah hal yang wajar. 

Kalau anda membeli saham yang bagus serta momen, sinyal dan marketnya mendukung, maka biasanya nggak butuh waktu lama bagi saham tersebut untuk naik lagi diatas harga beli anda. 

Dengan memilih saham yang baik dan memperhatikan momentum trading, anda juga bisa meminimalkan cut loss. Karena anda tidak perlu terlalu sering cut loss pada saat saham anda turun beberapa poin. 

Ketika saham yang anda beli adalah saham bagus dan anda juga dapat di harga yang bagus, maka anda hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menunggu saham anda naik dan anda bisa take profit. 

Hal ini sudah saya alami berkali-kali di market. Memang kita tidak bisa pungkiri bahwa setelah kita beli saham, belum tentu sahamnya 100% langsung naik sesuai target jual yang kita inginkan. 

Biasanya ada saat-saat di mana saham mengalami fluktuatif dulu, katakanlah turun beberapa poin, atau sideways, atau baru naik satu fraksi. 

Namun kualitas saham itu sangat menentukan minat trader dan kemampuan saham untuk naik. Saham yang bagus memiliki peluang naik lebih cepat dalam jangka pendek. Jadi dengan membeli saham yang tepat, anda bisa meminimalkan cut loss. 

3. Memilih saham yang diskon

Jika saham yang anda beli sering nyangkut di harga puncak, gunakan strategi memilih saham2 yang diskon dan murah secara teknikal. Anda bisa pelajari juga praktik disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.  

Dengan kombinasi memilih saham bagus dan membeli di harga murah, anda bisa menghindari saham nyangkut di harga puncak.    

Itulah praktik2 dan strategi memilih saham yang benar. Cara-cara ini saya terapkan sendiri, karena saya juga merasakan cut loss dalam jumlah besar, sering nyangkut di harga puncak, dan rugi di market, terjebak di saham2 jelek. 

Tetapi dengan strategi2 tersebut, risiko trading dapat saya minimalkan. So, buat anda yang ingin bisa memilih saham yang benar, cobalah untuk menerapkan strategi2 di pos ini.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.