Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Window Dressing Saham

El Heze

Momen akhir tahun (Bulan November-Desember) merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar baik trader, investor, broker, analis saham. Menjelang akhir tahun merupakan kesempatan bagi para emiten untuk 'mempercantik' kinerja laporan keuangannya.


Mempercantik kinerja bukan hanya dilakukan oleh perusahaan. Para Manajer Investasi (MI) juga memoles portofolio reksadana-nya menjelang akhir tahun. Yap, inilah yang disebut dengan window dressing. 

WINDOW DRESSING SAHAM 

Window dressing adalah kegiatan perusahaan untuk memodifikasi angka-angka pada laporan keuangan, tanpa merubah inti dari laporan keuangan itu sendiri. Hal ini biasa disebut sebagai manajemen laba.

Manajemen laba tidak melanggar aturan dalam dunia & etika bisnis, karena kegiatan 'memodifikasi' laporan keuangan dilakukan sesuai dengan standar akuntansi. 

Jadi analoginya, window dressing itu seperti kegiatan mendekorasi dan mempercantik tampilan rumah, tanpa mengubah struktur rumah-nya. Rumahnya tetap, hanya dalamnya lebih bagus, rapi dan elegan. Paham sampai disini? 

Ada banyak ara 'mempercantik' laporan keuangan. Salah satunya bisa dilakukan dengan menggeser periode biaya atau beban, misalnya dengan menjual investasi sekuritas di akhir tahun untuk "memanipulasi" tingkat laba.

Nah, karena di akhir tahun perusahaan biasanya mengutak-atik laba, hal ini akhirnya menimbulkan ekspektasi market bahwa ketika perusahaan nanti menerbitkan laporan tahunan (Antara Februari-April tahun depan), maka laba perusahaan akan meningkat dan kinerjanya menjadi lebih bagus. 

Sehingga, ekspektasi ini pada akhirnya membuat pelaku pasar memborong saham di akhir tahun. Ketika euforia ini berlanjut, maka di Bulan Januari saham-saham bisa lanjut naik (January Effect). 

APAKAH WINDOW DRESSING TERJADI?

Perlu anda pahami, bahwa aksi window dressing sebenarnya tidak hanya terjadi di akhir tahun saja. Menjelang laporan kurtal 1, 2 dan 3 (Maret, Juni dan September), perusahaan pun bisa melakukan window dressing. 

Namun market biasanya lebih merespon momen akhir tahun. Salah satunya karena ketika window dressing dilakukan di akhir tahun, berarti perusahaan bukan menerbitkan laporan kuartalan lagi, tapi laporan keuangan full 1 tahun yang sudah diaudit. Ditambah momen dividen menjelang pengumuman laba. 

Yang sering jadi pertanyaan: Apakah window dressing itu benar-benar terjadi? 

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita melihat data tren IHSG, khususnya bulan Desember dan Januari. Kita coba lihat tren IHSG selama tahun 2010-2020 berikut: 

Window Dressing Saham

Anda bisa lihat IHSG di bulan Desember dan Januari. Di bulan Desember, IHSG selalu hijau. Sedangkan di Bulan Januari, IHSG hanya 3 kali merah sisanya selalu naik. 

Dari historis IHSG, kita bisa menyimpulkan bahwa efek window dressing memang terjadi di Bursa Saham Indonesia. Dan bisa berlanjut hingga ke bulan Januari (January Effect).  

SAHAM-SAHAM APA YANG NAIK SAAT WINDOW DRESSING? 

Saya sering sekali dapat pertanyaan seperti diatas: "Kalau waktunya window dressing, saham-saham sektor apa saja yang bakal naik duluan?"

Jujur saja, tidak ada saham spesial di sektor tertentu yang diuntungkan dari window dressing. Window dressing bisa berpengaruh pada semua saham, bukan pada sektor saham tertentu. 

Yang paling penting adalah pilihlah saham yang paling bagus secara teknikal maupun fundamental. Fundamental juga perlu anda perhatikan karena window dressing berkaitan dengan fundamental perusahaan. Saham2 yang fundamentalnya bagus akan lebih banyak diincar terlebih dahulu ketika ada momen window dressing. 

Biasanya, saham2 yang naik duluan saat window dressing rata-rata adalah SAHAM BLUE CHIP. Karena ketika IHSG naik, maka saham2 big caps-lah yang banyak naik, karena saham2 big caps punya pengaruh besar ke IHSG. 

Contoh saham2 blue chip seperti BBCA INDF TLKM ASII BBRI BMRI dan lain2. Coba anda cek chart saham2 blue chip menjelang akhir tahun. Rata-rata trennya naik. 

STRATEGI TRADING SAAT WINDOW DRESSING 

Ketika memasuki akhir tahun, anda harus tetap menyusun portofolio dengan baik. Artinya, jangan sampai anda membeli saham terlalu banyak, atau membeli saham asal-asalan karena beranggapan akhir tahun semua saham bakal naik. 

Menjelang window dressing, anda bisa pertimbangkan saham2 yang fundamentalnya bagus. Yap, karena itulah diincar oleh pelaku pasar. Contohnya ya saham2 blue chip itu tadi. 

Kalau anda menemukan saham2 yang diskon secara teknikal dan fundamnetalnya juga oke, anda bisa pertimbangkan untuk simpan sahamnya untuk swing trading (diatas 1 minggu).

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.