Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Fundamental: Times Interest Earned Ratio

Analisis rasio keuangan merupakan salah satu analisis fundamental yang berguna untuk melihat perbandingan kinerja keuangan perusahaan menggunakan ukuran2 dalam laporan keuangan.


Salah satu rasio keuangan fundamental yang dapat digunakan untuk analisa kinerja keuangan perusahaan adalah analisis rasio solvabilitas. Solvabilitas mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka panjang (Utang perusahaan dengan jangka waktu diatas 1 tahun) dan kewajiban total. 

Dengan mengetahui solvabilitas, anda bisa melihat apakah perusahaan memiliki kemampuan untuk melunasi kewajiban-kewajibannya. Karena ketika utang perusahaan terlalu besar, perusahaan akan terkena risiko pailit. 

Ingat bahwa banyak perusahaan yang sahamnya turun dalam jangka panjang, salah satunya disebabkan karena utang yang besar alias nggak solvabel. Jadi, anda harus bisa menganalisa tingkat solvabilitas perusahaan, yaitu dengan rasio solvabilitas.  

Salah satu analisis rasio solvabilitas untuk analisa fundamental adalah Time Interest Earned Ratio (TIER). Berikut adalah rumus Time Interest Earned Ratio

Rumus time interest earning ratio

Jadi rumus TIER adalah laba sebelum pajak & bunga / beban bunga. Angka-angka tersebut bisa anda dapatkan pada laporan keuangan perusahaan, tepatnya pada laporan laba rugi. Di laporan keuangan, laba sebelum pajak dan bunga disebut juga sebagai LABA USAHA. 

ANALISIS TIME INTEREST EARNED RATIO  

Mengapa anda perlu mengetahui rasio ini? 

Besar kecilnya beban bunga perusahaan tergantung dari kemampuan perusahaan untuk mengelola utang bank. Utang bank yang besar otomatis akan meningkatkan beban bunga, karena perusahaan harus membayar bunga dari pinjaman bank. 

Beban bunga akan masuk ke komponen laba rugi dan menjadi salah satu faktor pengurang laba rugi perusahaan. Nah kalau komponen beban bunga di laporan keuangan sangat tinggi, hal ini bisa membuat menggerus laba bersih perusahaan. 

Jika laba bersih perusahaan turun atau bahkan rugi karena komponen beban bunga yang tidak terkontrol, hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak solvabel. 
Semakin besar nilai rasio TIER, maka perusahaan semakin bagus. Hal ini mengindikasikan bahwa persentase beban bunga perusahaan kecil, sehingga komponen beban bunga tidak 'menganggu' laba bersih.  

Idealnya, TIER yang bagus minimal harus diatas 100%, karena itu artinya komponen laba usaha perusahaan lebih besar dibandingkan beban bunga.  

Contoh Analisis Time Interest Earned Ratio

Sekarang kita akan masuk ke praktik contoh cara menganalisa time interest earned ratio. Kita akan gunakan dua contoh laporan keuangan perusahaan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Ace Hardware Tbk (ACES). 

Analisis Time Interest Earned Ratio BUMI



Perhatikan, pada TIER saham BUMI diatas, di mana nilai TIER selama 2 tahun mengalami penurunan, dari 25% menjadi 22%. Artinya, komponen laba usaha sebesar 25% dari beban bunga. Dan pada tahun selanjutnya, jumlah laba usaha turun menjadi 22% dibandingkan total beban bunga. 

Artinya, beban bunga perusahaan lebih besar dibandingkan laba usahanya. Dengan kata lain, perusahaan memiliki komponen beban bunga yang sangat dominan di laporan keuangannya. Apa dampaknya?

Anda bisa lihat pada laporan keuangan BUMI diatas, di mana nilai beban bunga yang sangat besar (beban bunga ini merupakan komponen beban BUMI yang terbesar), membuat BUMI mengalami kerugian. Anda bisa lihat pada akun Rugi Sebelum Pajak Penghasilan sebesar USD -19.016.097. 

Dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata beban bunga yang besar juga berbahaya untuk perusahaan. Beban bunga yang tidak terkontrol bisa membuat perusahaan mengalami kerugian karena harus menanggung tingginya beban bunga. 

Analisis Time Interest Earned Ratio ACES 



Kemudian kita coba lihat TIER saham perusahaan ACES. Selama dua tahun, TIER ACES berada di atas 6.000%. Walaupun TIER ACES turun dari 6.983% ke 6.283%, tetapi bisa kita lihat nilai TIER yang sangat besar ini menunjukkan bahwa persentase laba usaha (laba sebelum bunga & pajak) ACES jauh lebih besar dibandingkan beban bunga. 

Pada perhitungan rasio TIER ACES, bisa anda lihat perbandingan yang signifikan, di mana laba usaha ACES diatas Rp1 triliun, sedangkan beban bunga hanya sekitar Rp17-20 miliar saja. 

Sehingga, jika anda lihat laporan laba rugi ACES diatas pada komponen Laba Sebelum Pajak Penghasilan, ACES tetap mampu memiliki laba yang besar, karena komponen beban bunga ACES dapat dikontrol dengan jumlah yang tidak terlalu besar, sehingga mengganggu pertumbuhan laba perusahaan.  

Hal ini menunjukkan bahwa ACES memiliki solvabilitas yang bagus. Nilai rasio TIER sudah berada jauh diatas 100%, bahkan sampai 6.000% lebih dan kenaikan beban bunga masih dalam batasan yang wajar (tidak mengganggu laba perusahaan).  Dengan kata lain, dari segi rasio TIER, ACES dapat dikatakan memiliki solvabilitas yang baik.

KESIMPULAN ANALISIS TIME INTEREST EARNED RATIO 

Dari apa yang sudah kita bahas, kita semua bisa menyimpulkan bahwa analisa TIER itu sangat berguna untuk melihat proporsi beban bunga yang tidak mengganggu profitabilitas perusahaan. Kontrol beban bunga juga menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengatur utangnya, sehingga perusahaan punya manajemen solvabilitas yang baik. 

Karena beberapa perusahaan yang labanya turun atau bahkan rugi (minus), bisa dikarenakan komposisi beban bunga-nya yang sangat tinggi dalam laporan laba rugi.   

Lalu, berapa Time Interest Earned Ratio (TIER) yang bagus? Untuk menjawab pertanyaan ini, anda bisa bandingkan dengan rata-rata TIER pada satu sektor industri. Kalau TIER perusahaan lebih tinggi dibandingkan rata2 sektor industrinya, maka dapat dikatakan TIER perusahaan bagus. 

Tapi kalau saya pribadi, untuk rasio fundamental ini, saya tidak terlalu sering membandingkan dengan rata2 industri. Karena kebutuhan struktur modal perusahaan berbeda-beda, sehingga nilai beban bunga pasti akan bervariasi. 

Anda bisa gunakan beberapa analisa berikut untuk menilai bagus tidaknya TIER perusahaan: 

1. Jangan sampai beban bunga melebihi jumlah laba usaha
2. Jangan sampai bunga membuat laba turun
3. Beban bunga pasti ada, namun komponen beban bunga tidak membuat laba turun

Kalau tiga poin diatas terpenuhi, maka dapat dikatakan solvabilitas perusahaan dalam level yang wajar. Itulah cara menghitung Time Earned Interest Ratio beserta analisa dan praktiknya dalam analisa fundamental. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.