Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Trading: Analisis Tren Saham

Dalam trading saham, anda harus memahami dan menguasai analisis tren. Analisis tren saham merupakan salah satu analisis teknikal basic untuk trading. Namun, analisa tren bisa anda kembangkan untuk menentukan strategi trading.


Jadi, di pos ini kita akan membahas analisis tren saham yang sering muncul pada grafik. Dan kita juga akan bahas strategi trading apa yang sebaiknya anda terapkan pada tren saham yang sedang terjadi. Dalam analisis teknikal, analisis tren itu dibagi menjadi tiga: 

1. Tren naik (uptrend). Harga saham secara tren mengalami kenaikan. 

2. Tren turun (downtrend). Harga saham secara tren mengalami penurunan. Misalnya dalam time frame 6 bulan, harga terakhir suatu saham adalah 1.000. Padahal pada tren sebelumnya harganya sempat menyentuh 3.000.

3. Tren sideways (mendatar / trendless). Harga saham secara tren tidak naik maupun turun, hanya bergerak di range support resisten yang berulang. Sehingga harga sahamnya mendatar. 

TREN NAIK (UPTREND) 


Diatas adalah contoh tren naik pada chart saham. Definisi tren naik adalah harga saham mengalami kenaikan selama time frame tertentu, di mana harga saat ini punya harga terakhir yang lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya. 

Tapi di dalam tren naik suatu saham, tidak mungkin harganya terus naik tanpa mengalami koreksi apapun. Pada chart AALI diatas, walaupun trennya naik signifikan, tetapi tetap ada penurunan-penurunan alias koreksi (tanda-tanda persegi). 

Untuk saham-saham yang trennya naik, biasanya dikarenakan sektor saham tersebut sedang bagus. Valuasi sahamnya relatif sudah murah dan secara chart harganya juga diskon.

Untuk saham-saham yang berpotensi uptrend, anda bisa gunakan strategi SWING TRADING, yaitu trading dengan menyimpan saham agak lama (1 minggu - 1 bulan) supaya anda bisa panen profit. 

Strategi screening saham dan swing trading, bisa anda pelajari full praktik dan analisanya disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus (365 halaman). 

Sedangkan untuk anda yang lebih suka trading jangka pendek, anda tetap bisa trading pada saham-saham yang trennya naik, dengan cara memanfaatkan koreksi harga saham di dalam tren naik, untuk mendapatkan profit. 

TREN TURUN (DOWNTREND)


Diatas merupakan contoh tren turun (lihat tanda panah). Tren turun definisinya sudah jelas, yaitu harga saham relatif turun dalam jangka waktu tertentu. Tren turun ini sudah bisa kita lihat secara jelas pada chart. 

Di dalam tren turun, harga saham tidak terus-menerus mengalami penurunan tiap hari. Pasti ada saat di mana harga saham mengalami naik jangka pendek, atau sering disebut sebagai technical rebound. 

Contohnya bisa anda perhatikan pada tanda-tanda lingkaran diatas. Ketika harga saham sudah turun, pasti ada momen di mana saham-saham bisa naik lagi. 

Sebagai trader, anda bisa memanfaatkan saham-saham yang harganya sedang turun dengan membeli saham di harga murah alias buy on weakness. Tidak semua saham yang turun adalah saham yang bagus. 

Maka dari itu, pilihlah saham2 turun yang berpotensi rebound jangka pendek, sehingga anda bisa meraih profit dari saham-saham yang harganya sudah diskon. Anda bisa pelajari cara-cara memilih saham diskon untuk trading disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

TREN SIDEWAYS / TRENDLESS 


Dalam tren sideways, harga saham tidak mengalami perubahan tren. Sehingga pola sahamnya terlihat mendatar. Contohnya seperti yang anda lihat pada tanda persegi diatas. 

Katakanlah harga saham terus menerus bergerak di kisaran harga 350-370. Saat saham turun ke 350, kemudian rebound. Setelah mendekati 370 harganya langsung turun lagi dan terjadi selama berulang kali. Itulah yang dinamakan dengan tren sideways. 

Tren sideways pada sebuah saham bisa dibedakan menjadi dua. Pertama, sideways dengan range harga sempit. Pada tren sideways ini, harga saham hampir tidak mengalami fluktuatif. Sehingga anda akan sulit memanfaatkan saham tersebut untuk trading karena pergerakannya terlalu sempit. 

Kedua, sideways dengan range fluktuatif yang lebar / renggang. Jika suatu saham sideways dengan rentang harga yang renggang dan fluktuatif lumayan cepat, saham2 inilah yang bagus anda manfaatkan untuk trading jangka pendek. Dan anda bisa meraih profit berulang dari tren sideways saham tersebut. 

Sebagai trader, anda bisa manfaatkan saham2 sideways yang fluktuatifnya bagus untuk meraih profit berulang. Analisis teknikal dan strategi trading memilih saham2 sideways bisa anda pelajari disini: Full Praktik Strategi Trading di Saham Sideways. 

KOMBINASI TREN GRAFIK SAHAM


Dalam praktikknya, seringkali kita menemukan grafik saham yang terdiri dari berbagai macam kombinasi tren. Dalam satu chart, sangat mungkin terdiri dari tren naik, tren turun dan tren sideways. Seperti chart saham BBRI diatas misalnya. 

Saham BBRI diawali dengan tren turun tajam yang signifikan. Namun setelah itu terdapat tren naik. Setelah tren naik, terjadi tren sideways. 

Jadi, sebagai trader saham anda harus fleksibel. Anda harus bisa menyesuaikan kondisi tren saham dengan strategi trading. Itulah kenapa penting juga untuk anda menguasai beberapa jenis strategi. 

Misalnya trading harian dan swing trading. Kita juga sudah pernah bahas disini: Kombinasi Trading Cepat & Swing Trading. 

Sehingga walaupun terjadi perubahan2 tren saham, anda tetap bisa meraih profit. Karena anda bisa menyesuaikan kondisi saham dengan strategi trading yang sebaiknya digunakan. Dalam praktikknya nanti, anda pasti juga akan sering menemukan saham-saham yang mengalami perubahan tren tersebut. 

Itulah analisis tren saham dan strategi2 trading yang bisa anda pertimbangkan untuk diterapkan ketika menghadapi tren saham naik, turun maupun sideways. Kini saatnya anda praktik. SALAM PROFIT. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.