Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham SIDO: Stock Split dan Peluang Trading

El Heze
PT Industri Jami dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan melakukan stock split dengan rasio perbandingan 1:2. Untuk anda yang belum paham stock split, anda bisa pelajari disini: Pengertian dan Ilustrasi Stock Split. 



Harga saham SIDO sebelum stock split (SS) berada di kisaran harga Rp1.500. Jika SIDO stock split 1:2, maka harga sahamnya akan menjadi sekitar Rp750. 

Saham SIDO sendiri masuk di sektor Industri Barang Konsumsi sub sektor Obat-Obatan. Jadi SIDO juga satu sektor dengan KLBF, KAEF, INAF. Baca juga: Sub sektor saham obat-obatan.

Jadi saham SIDO ini sebenarnya termasuk dalam salah satu jenis saham defensif. Maksudnya adalah, SIDO adalah saham yang pergerakan harganya relatif stabil (tidak terlalu fluktuatif). 

SIDO merupakan perusahaan yang memproduksi barang konsumsi (salah satu produknya yang terkenal adalah Jamu Sido Muncul). Karena brand image yang bagus, produk perusahaan selalu yang dibutuhkan masyarakat, dan kinerja fundamental yang cukup stabil, maka harga sahamnya pun juga relatif stabil. 

Kalau anda perhatikan pergerakan SIDO selama jam trading, tidak terlalu banyak volatilitas harga di saham ini. 

Namun menurut saya pribadi, kekurangan saham SIDO adalah pergerakan harganya yang KURANG ATRAKTIF, dalam arti kurang likuid. Kapitalisasi pasar saham SIDO hanya 22,45 triliun. Bandingkan dengan saham satu sektornya KLBF yang market cap-nya mencapai 74 triliun.  


Antrian bid offer saham SIDO juga tidak terlalu banyak, di mana 1 antrian harga hanya sekitar 1.000 lot hingga 9.500 lot. Hanya ada 2 antrian harga yang jumlah lot-nya diatas 10.000. 

Walauapun menurut saya SIDO ini bukan saham gorengan, namun likuiditas SIDO tidak terlalu tinggi. Hal inilah yang menyebabkan pergerakan saham SIDO juga tidak terlalu atraktif. Kemudian perhatikan juga chart saham SIDO berikut:  

Saham SIDO
Saham SIDO pada chart juga cenderung sideways cukup lama, dan seringkali membentuk body candlestick yang pendek (pergerakan fluktuatif harga yang rendah). Pada chart saham SIDO beberapa hari terakhir naik drastis setelah anda pengumuman stock split. 

POTENSI PERGERAKAN SIDO SETELAH STOCK SPLIT 

Bagaimana potensi saham SIDO setelah stock split nanti? Apakah harga sahamnya jadi lebih menarik untuk trading? Apakah sekarang waktunya beli saham SIDO? Apakah saham SIDO bakal naik habis stock split karena sahamnya jadi menarik dan murah? 

Nah untuk menjawab pertanyaan ini, anda perlu analisa beberapa hal. Pertama, SIDO pasti akan lebih likuid setelah stock split. Antrian bid-offernya kemungkinan akan jauh lebih ramai. Karena itulah tujuan stock split. Apalagi SIDO adalah saham yang fundamentalnya cukup bagus. 

Jadi dengan adanya stock split ini, kemungkinan besar pergerakan SIDO bisa menjadi lebih lincah dibandingkan saat sebelum stock split, di mana harga sahamnya boleh saya katakan pergerakannya lambat..  

Stock split saham SIDO ini mengingatkan saya pada beberapa saham blue chip yang pernah melakukan stock split seperti BBRI. BBRI sebelum stock split harganya di kisaran Rp14.000-Rp15.000. 

Sehingga walaupun saham blue chip, pergerakan BBRI relatif lambat, karena harganya sudah tinggi. Tapi setelah stock split 1:5, bid-offernya jadi ramai, banyak dan pergerakannya jauh lebih atraktif. 

SIDO kemungkinan besar juga akan menjadi jauh lebih atraktif dan likuid. Tapi untuk menjawab pertanyaan apakah harga saham SIDO bisa naik drastis setelah stock split, maka tentu kita tidak bisa langsung menyinmpulkan satu arah. Karena ada dua hal yang perlu anda perhatikan. 

Pertama, kecenderungan harga saham setelah stock split dan faktor teknikal. Banyak saham yang setelah stock split, harganya justru cenderung turun / koreksi selama 1-2 minggu pertama. 

Hal ini karena market masih menanggap bahwa harga stock split-nya terlalu mahal, sehingga pelaku pasar menyesuaikan harganya dengan melakukan aksi jual. Faktor teknikal juga mempengaruhi pergerakan harga saham setelah stock split nanti. 

Kalau beberapa hari sebelum stock split harga sahamnya sudah mahal secara teknikal, maka sahamnya justru berpotensi turun setelah stock split. 

Kedua, kondisi market. Kondisi market yang kurang kondusif, sedang dalam periode bearish juga mempengaruhi tren jangka pendek saham SIDO nantinya setelah stock split.

Saham Unilever (UNVR) pernah melakukan stock split 1:5. Namun karena kondisi market yang saat itu sedang bearish, saham UNVR justru cenderung turun pasca stock split. 

Ingat, saham bagus yang melakukan stock split, bukan berarti harga sahamnya dalam jangka pendek pasti akan langsung naik.  

Oke, nanti kita akan bahas lagi kelanjutan pos ini, setelah SIDO melakukan stock split, paling tidak setelah 1 bulan, supaya kita bisa melihat lebih jelas pola pergerakannya setelah stock split. 

Dengan analisa-analisa ini, anda juga bisa melihat bagaimana kecenderungan pergerakan saham setelah stock split. Hal ini juga berguna bagi anda untuk mengambil keputusan trading di saham2 yang melakukan stock split. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.