Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Pengalaman Trading Saham: Beli Jual Saham

Pada pos-pos sebelumnya, kita sudah membahas tentang pergerakan pasar saham. Seorang trader saham jangka pendek, bisa meraih profit dengan cara membeli saham-saham yang pergerakannya bagus untuk jangka pendek. 



Artinya, anda harus 'akrab' dan siap menghadapi pasar saham. Di pos ini, saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman trading saham yang saya jalankan. 

Pergerakan pasar saham yang bisa berubah, membuat saya harus menjadi trader yang fleksibel. Dalam arti, saya pun juga harus bisa menyesuaikan strategi trading dengan kondisi saham dan kondisi market saat itu. 

Saya pernah mentradingkan saham ACES dengan strategi intraday trading. Anda juga bisa pelajari dan praktikkan cara-cara memilih saham bagus buat trading harian (intraday) disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). 

Saat itu saya membeli saham ACES di harga Rp1.555. Dan menjual ACES di harga 1.600. Dengan jangka waktu trading 1 hari. 



Saya memutuskan untuk trading cepat karena kondisi pasar saham yang masih cenderung bearish. Dan benar saja, walaupun ACES sempat naik sampai 1.610 tetapi tidak lama kemudian harga saham ACES turun drastis sampai dibawah 1.400. 

Ketika IHSG sudah turun banyak, saya memutuskan untuk membeli saham ACES lagi pada harga Rp1.390. 



Pada saat IHSG sudah turun banyak, dan mayoritas saham harganya mulai murah secara teknikal, saya memanfaatkan momentum untuk membeli saham di harga murah dan diskon. 

Pada saat IHSG sudah naik / rebound, saham ACES ikut naik. Yap, ACES berhasil naik ke resisten 1.520 saat saya crop harga saham (bid offer)-nya. 



Kemudian karena saya melihat banyak saham blue chip yang sudah murah juga, saya menambah jumlah portofolio dengan membeli saham BBRI  di harga 3.130. 



BBRI juga ikut naik mengikuti technical rebound IHSG. BBRI berhasil naik sampai ke kisaran resisten 3.410-3.420. 



Itu adalah salah satu dari banyak pengalaman trading saham yang saya jalankan di market. Walaupun saya pribadi bisa dikatakan sudah cukup lama berkecimpung di dunia saham, namun ada beberapa poin penting yang ingin saya sharing pada para pembaca web Saham Gain ini, terutama mengenai seluk beluk market: 

1. Trader harus sabar mengambil momentum 

Pasar saham tidak selamanya bergerak naik. Demikian juga sebaliknya. Trader saham harus sabar mengambil momentum trading. Seringkali ketika melihat saham-saham yang harganya sudah naik, trader nggak sabar untuk menunggu harga sahamnya koreksi. Sehingga trader kerap kali nyangkut di harga puncak. 

Sebaliknya, tidak jarang pula trader saham yang mudah panik, pesimis pada saat harga saham jatuh. Padahal ketika IHSG jatuh, anda sebenarnya punya peluang emas untuk mendapatkan saham-saham yang sudah murah. 

Pelajari juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Pengalaman trading saham yang saya sharing diatas adalah salah satu contoh bahwa ketika IHSG jatuh, kita justru bisa mendapatkan kesempatan untuk beli saham pada harga yang terdiskon dan jauh lebih murah. 

Inilah yang dinamakan dengan momentum trading. Jadi dalam trading saham, anda harus bisa mengambil keputusan membeli, kapan anda mau menjual saham, termasuk wait and see. Semuanya itu adalah bagian dari analisa saham yang dibutuhkan semua trader. 

2. Kondisi market perlu anda perhatikan 

Dalam trading, anda harus analisa dan peka terhadap kondisi market. Sentimen2 apa yang sedang memberikan pengaruh besar di market saat itu. Perhatikan kondisi teknikal IHSG (apakah sudah mahal atau murah secara chart). Perhatikan kondisi market luar negeri (Wall Street dan indeks Asia). 

Kondisi market ini juga bisa mempengaruhi kuat tidaknya tren suatu saham. Market yang bearish biasanya tren harga sahamnya juga tidak akan kuat. 

Saham yang sudah naik tinggi 1-2 hari akan rentan jatuh. Contohnya seperti pengalaman trading saham yang kita bahas diatas tadi, di mana saya trading ACES di harga 1.555 dan jual di 1.600. 

Namun tidak lama kemudian, saham ACES langsung jatuh ke 1.390. Hal ini terjadi karena pasar saham sedang bearish, sehingga kenaikan harga saham tidak bertahan lama. 

Jadi dengan memahami tren market, anda bisa menjadi trader yang fleksibel. Anda nggak perlu memaksakan harus jual saham kalau sudah naik 5%, 15%. Anda bisa fleksibel dalam menentukan take profit sesuai dengan kondisi market. 

Coba kalau saya ngotot jual ACES di harga yang sangat tinggi, padahal market berpotensi turun. Maka seharusnya saya bisa profit di 1.600, namun karena saya menetapkan target terlalu tinggi, justru saham ACES turun lagi. Itulah pentingnya menganalisa market. 

Demikian juga sebaliknya, kalau kondisi market lagi bagus, anda bisa pertimbangkan untuk menyimpan saham dengan jangka waktu yang lebih panjang. 

3. Percaya dengan analisa anda

Anda pasti mengalami banyak "gangguan" trading. Pendapat-pendapat diluar misalnya:

"Jangan beli saham. Marketnya bakal drop lagi"
"Ngapain jual saham cuma untung 3%. Cari untung itu harus 10%"
"Belilah saham A, harganya pasti naik dalam 2 hari kedeapan" 

Pendapat-pendapat tersebut belum tentu benar. Kalaupun benar, belum tentu pendapat trader lain sesuai dengan kondisi anda saat ini. Percayalah pada analisa anda pribadi. 

Nggak masalah anda jual saham dengan target profit tidak terlalu besar, kalau anda menganggap market masih rentan jatuh. Nggak masalah anda menghindari saham gorengan kalau anda memang tipikal trader konservatif (tidak suka risiko tinggi). 

Apa yang cocok untuk anda, lakukanlah. Semakin tinggi jam terbang trading. Semakin sering anda melakukan analisa, anda akan semakin bisa menentukan analisa dan strategi2 trading yang sesuai karakter pribadi. 

4. Screening saham harus dimiliki semua trader 

Kondisi pasar saham yang berfluktuatif, sangat penting bagi trader saham untuk selalu memiliki saham-saham pilihan. Dari sekian banyak saham yang anda, ditambah dengan fluktuatif market, tentu anda tidak bisa memilih semua saham untuk ditradingkan. 

Jadi anda harus bisa melakukan screening saham. Anda harus punya saham-saham pilihan yang bagus untuk dibeli, sehingga anda sudah tahu saham apa yang harus anda pilih saat berhadapan dengan fluktuatif market. 

Pelajari cara-cara screening saham yang simpel & efektif disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih (Screening) Saham Bagus). 

Dengan memiliki prioritas saham-saham yang bagus, anda tidak akan bingung ketika menghadapi market, sehingga anda memiliki arah kompas yang benar dalam trading dan bisa menghasilkan profit maksimal. 

Pengalaman trading saham yang kita bahas di pos ini tentu bukan bermaksud untuk pamer profit. Namun kita disini sama-sama belajar dan menganalisa market, supaya kita semua juga memiliki gambaran tentang bagaimana cara menghadapi pasar saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.