Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Tips Menghindari Pom-Pom Saham

Saham pom-pom atau pom-pom saham... Istilah ini tidak asing bagi trader saham. Bahkan banyak trader yang rugi besar karena trading di saham pom-pom. Jadi anda harus memahami apa itu pom-pom saham, mengenali ciri-ciri saham pom pom dan bagaimana strategi untuk menghindarinya. 




Pom pom saham adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok bandar saham, dengan cara mengajak trader lain untuk membeli saham tertentu yang akan 'diaktifkan' bandar dalam waktu dekat. 

Bandar saham mengajak trader ritel untuk membeli saham rekomendasinya, supaya harga saham lebih mudah untuk naik cepat, karena ketika banyak yang beli saham, harga saham tersebut akan mudah naik (ketika banyak permintaan harga saham naik), sehingga bandar yang sebelumnya sudah koleksi sahamnya di harga bawah, bisa menjual di harga yang tinggi. 

Cara kerja sederhana saham pom pom 

Sebelum bandar mengajak anda membeli saham pom pom, bandar pasti lebih dulu koleksi sahamnya di harga bawah. Setelah itu, bandar akan mengajak anda para trader untuk ikutan beli saham yang akan dinaikkan. 

Pom dari kata pump alias pompa. Bandar memompa (baca = menaikkan harga saham) saham setinggi mungkin, dengan modal bandar sendiri maupun melalui "bantuan" trader-trader ritel yang sudah diajak membeli sahamnya.  

Jadi ketika banyak yang beli dan sahamnya naik, disitulah bandar akan jual sahamnya, sehingga harga sahamnya akan jatuh dalam waktu. Kenapa harganya bisa jatuh dalam waktu cepat? Baca poin selanjutnya. 

Saham apa yang biasanya di pom pom bandar? 

Bandar biasanya akan pom pom saham yang LIKUIDITASNYA RENDAH, KINERJA FUNDAMENTAL JELEK, HARGANYA MURAH alias SAHAM GORENGAN. Anda bisa pelajari ciri2 saham gorengan disini: Daftar dan Contoh Saham Gorengan, Kenali Ciri-ciri Saham Gorengan. 

Karena saham yang tidak likuid dan harganya murah, relatif lebih mudah digoreng bandar. Tidak butuh modal terlalu "besar" untuk menggoreng saham yang likuiditasnya kecil. 

Sehingga saham2 gorengan harganya juga mudah naik dan turun dengan cepat, karena tidak likuid dan dikuasai oleh bandar saham tertentu. Contoh2 saham gorengan yang sering ken pom pom seperti BULL, WAPO, TRAM, POSA dan tidak sedikit saham2 tersebut yang balik gocap. 

Berapa banyak bandar yang pom pom saham? 

Bandar yang melakukan pom pom biasanya perorangan atau beberapa orang, karena saham2 yang di pom pom biasanya adalah saham dengan market cap kecil (saham gorengan), sehingga saham2 gorengan ini memang adalah kerjaannya bandar kecil (perorangan atau beberapa orang). 

Baca juga tipe-tipe bandar saham disini: Bandarmologi Saham: Bandar dalam Trading Saham.

Bagaimana caranya bandar mengajak anda untuk membeli saham pom pom?   

Umumnya bandar mengajak anda membeli saham pom pom melalui GRUP-GRUP SAHAM. Bandar merekomendasikan saham2 gorengan, atau menciptakan rumor2 tertentu pada saham tersebut, sehingga seolah saham tersebut menarik dan jadi ramai dibicarakan. Disitulah trader jadi tertarik buat ikutan beli sahamnya. 

Banyak trader yang rugi di saham pom pom karena setelah anda ikutan beli, sahamnya langsung jatuh puluhan persen dijual bandar, dan ini seringkali tidak terduga karena anda tidak tahu dengan pasti bandar sudah akumulasi di harga berapa. 

TIPS MENGHINDARI SAHAM POM POM 

Anda sudah paham bahwa risiko saham pom pom jauh lebih besar daripada potensi return yang bisa anda peroleh. Sudah banyak bukti trader saham yang terjebak di saham pom pom. 

Jadi sebagai trader saham, anda bisa coba terapkan tips-tips berikut supaya anda bisa menghindari saham pom pom, daan tentunya agar kualitas trading anda semakin bagus: 

1. Konsentrasi pada trading anda, jangan kebanyakan buka grup saham

Ini poin yang paling penting dan biasanya justru diabaikan trader. Selama jam trading saham, konsentrasilah pada TRADING PLAN masing-masing. Konsentrasi analisa teknikal. Konsetrasi buat screening saham. Pelajari juga: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus.  

Selama jam trading kurangilah untuk buka grup-grup saham. Semakin anda buka banyak grup saham, semakin banyak informasi saham. Tapi semakin banyak informasi, bukan berarti anda semakin untung. 

Justru dengan banyaknya informasi saham yang bisa dibeli melalui grup2 saham, anda akan semakin mudah tergoda untuk beli saham ini itu diluar trading plan anda. Celakanya, kalau anda sudah terlanjur beli saham pom pom, risikonya ruginya akan sangat besar. 

"Tapi Pak Heze, saya cuma pingin baca-baca chattingan di grup saham" Kata anda.

Nah ini dia. Semakin banyak anda baca chat-chat di grup saham, fokus trading anda bisa turun, dan akhirnya kualitas trading anda pun juga menurun. 

Gimana kalau di tengah-tengah baca chat, anda jadi kehilangan momentum trading? Atau bagaimana kalau ternyata malah tertarik dengan rekomendasi saham yang sangat menarik di grup, dan tanpa anda sadari itu adalah saham yang akan di pom pom bandar? 

Ada baiknya anda pos yang pernah saya ulas disini: Cara Mendapat Untung dari Saham - Pahami Ini. Kita sudah bahas betapa pentingnya konsentrasi dalam trading, dan meminimalkan media-media yang bisa mengganggu konsentrasi trading, bahkan yang bisa mempengaruhi aktivitas anda yang lain. 

2. Prioritaskan analisis otodidak untuk trading 

Dalam trading, anda harus selalu mengasah ketajaman analisa saham. Analisa saham untuk trading yang utama adalah analisis teknikal, pelajari analisa market dan analisa fundamental sebagai tambahan (melihat saham2 yang kualitasnya bagus). 

Anda bisa pelajari full praktik analisa teknikal dan cara-cara menghadapi market untuk meraih profit konsisten disini: Buku Saham Pemula - Expert.  

Senjata utama untuk trading saham memahami saham2 yang bagus untuk dibeli, memahami praktik2 analisa teknikal yang simpel. Disitulah anda ibis

Kunci utama keberhasilan trading saham adalah PRAKTIK TRADING. Kalau anda tidak fokus untuk analisa saham, tapi fokusnya baca chatingan2 grup, cari-cari rekomendasi saham gorengan, maka anda akan semakin rentan terjebak beli saham pom pom. 

3. Minimalkan trading di saham gorengan dan saham2 fundamental jelek  

Seperti yang kita bahas tadi, bahwa saham pom pom itu umumnya adalah saham2 gorengan yang likuiditasnya rendah. Saham2 yang fundamentalnya jelek, saham2 yang lagi bermasalah itu juga sangat rentan untuk di pom pom bandar. 

Sebagai trader saham, anda harus prioritaskkan saham yang likuid, saham2 yang mudah dianalisa dengan analisa chart karena saham2 yang likuiditasnya tinggi tidak mudah digoreng oleh bandar. 

Walaupun semua saham pasti ada bandarnya, namun saham2 yang likuid jauh menguntungkan untuk trading, baik untuk harian, swing trading bahkan untuk jangka yang lebih panjang. 

Saham2 yang likuid, kinerjanya bagus, risikonya juga lebih kecil dan psikologis anda juga lebih tenang jika menyimpan saham2 tersebut. 

4. Jadilah trader yang realistis 

Banyak trader yang terjebak main saham pom pom karena trader ingin dapat profit cepat dalam waktu singkat, tanpa perlu menganalisa. Akhirnya trader mengikuti rekomendasi beli saham pom pom. 

Padahal, bandar sedang menjebak anda. Di hari ini, anda mungkin bisa untung di saham pom pom. Tapi seberapa konsisten anda bisa mendapat profit di saham pom pom? Dengan membeli saham pom pom, anda tetap tidak paham pola-pola saham yang bagus untuk dibeli. Dengan trading di saham pom pom, skill trading anda akan sulit untuk berkembang. 

Jadilah trader saham yang realistis dalam menetapkan profit, sehingga anda bisa mengambil keputusan trading yang lebih jernih dan tidak gambling. Disitulah anda bisa meraih profit yang lebih konsisten. 

Pembahasan di pos ini sangat penting, karena banyak trader pemula yang masih mudah terjebak membeli saham melalui rekomendasi saham2 gorengan di grup, di mana saham2 tersebut sebenarnya merupakan saham yang mau di pom pom bandar. 

Jadi pelajarilah ulasan yang ada di pos ini, supaya anda bisa trading dengan cara yang lebih sehat. Silahkan share tulisan ini pada rekan-rekan trader yang lain...  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.