Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Analisa Fundamental: Price Earning Growth (PEG) Ratio

Price Earning Ratio (PER) adalah salah satu ukuran analisa fundamental untuk melihat mahal murahnya saham. Yap, PER ini sudah menjadi tolak ukur bagi banyak sekali fundamentalis saham untuk menganalisa saha,. 

Kalau anda belum tahu apa itu PER, anda bisa baca-baca lagi pos saya disini: Analisis Fundamental Saham: Price Earning Ratio (PER). Selain PER, ada satu rasio lagi yang istilahnya mirip dengan PER yaitu: Price Earning to Growth Ratio (PEG). Apa itu PEG ratio? Dan apa kegunaan rasio PEG? 

Rasio PEG dicetuskan oleh Mario Farina tahun 1969, dalam buku analisa fundamental yang berjudul: A Beginner Guide to Successful Investing In the Stock Market. Kemudian metode Mario Farina tersebut dikembangkan dan dipraktikkan lebih lanjut oleh Peter Lynch, yang juga ditulis dalam buku beliau yang berjudul One Up on Wall Street tahun 1989. 

Rasio PEG digunakan untuk melihat mahal tidaknya harga saham, dengan mempertimbangkan pertumbuhan perusahaan yang diukur pertumbuhan laba bersih per saham alias Earning per Share (EPS). 


Bedanya rasio PER dengan PEG adalah, kalau pada rasio PER anda hanya melihat overvalue atau undervalue suatu saham berdasarkan perhitungan harga saham dengan EPS, maka PEG membagi pertumbuhan laba EPS dengan PER perusahaan. 

Sehingga dengan rasio PEG, anda juga bisa membandingkan valuasi satu perusahaan dengan perusahaan lain yang memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda. 

Rumus PEG = PER / Rata-rata pertumbuhan laba bersih per saham

Semakin murah/ kecil PEG, maka dapat dikatakan bahwa saham perusahaan tersebut semakin murah. Jadi interpretasinya kurang lebih sama dengan PER. 

Jadi misalnya diketahui PER saham INDF sebesar 12 kali. Dan pertumbuhan laba bersih INDF dalam 3 tahun terakhir adalah sebagai berikut: 

Pertumbuhan EPS 2015-2016  = 72%
Pertumbuhan EPS 2016-2017 = 91%
Pertumbuhan EPS 2017-2018 = 88% 

Kita bisa dapatkan rata-rata pertumbuhan EPS INDF selama 3 tahun adalah 83%. Jadi PEG nya dapat dihitung sebagai berikut = 12 / 83 = 0,14 kali.

Sedangkan PER saham ICBP adalah 14 kali. Dan pertumbuhan laba bersih ICBP dalam 3 tahun terakhir adalah sebagai berikut: 

Pertumbuhan EPS 2015-2016  = 107%
Pertumbuhan EPS 2016-2017 = 112%
Pertumbuhan EPS 2017-2018 = 101% 

Kita bisa dapatkan rata-rata pertumbuhan EPS ICBP selama 3 tahun adalah 106%. Jadi PEG nya dapat dihitung sebagai berikut = 14 / 106 = 0,13 kali.

Jadi, jika anda hanya melihat PER-nya saja, maka saham INDF lebih murah daripada ICBP. Tetapi kalau anda juga ikut mempertimbangkan pertumbuhan EPSnya dari tahun ke tahun, maka dari sisi PEG ternyata saham ICBP lebih murah dibandingkan saham INDF. 

Jadi apabila anda ingin investasi saham dengan mempertimbangkan pertumbuhan perusahaan, maka ICBP lebih layak investasi dibandingkan INDF. 

Pertanyaan selanjutnya: Lebih akurat mana PER atau PEG? 

PER dan PEG sama baiknya, hanya beda tujuan. Kalau anda ingin membeli saham dengan melihat perusahaan2 yang punya pertumbuhan paling baik, maka PEG bisa anda pertimbangkan untuk analisa. 

Sedangkan PER lebih cocok untuk anda gunakan untuk melihat valuasi secara umum (tentunya meskipun anda menganalisa PER, anda juga harus pertimbangkan ukuran2 kinerja lainnya). Sehingga kalau ada perusahaan yang baik secara fundamental dan valuasinya murah, tanpa harus melihat growth lebih dalam, anda tidak perlu ragu untuk membeli saham tersebut. 

Kemudian anda bertanya kembali: "Pak Heze, kalau mau analisa PEG lihat pertumbuhan EPS selama berapa tahun?"

Menghitung pertumbuhan EPS pada rasio PEG hendaknya anda gunakan data 3-5 tahun kebelakang. Supaya anda bisa mendapatkan rata2 EPS yang lebih akurat. Sedangkan untuk emiten2 yang baru IPO, anda bisa gunakan EPS 1-2 tahun kebelakang.

Catatan: Pos ini sama sekali tidak bertujuan untuk menyarankan anda membeli atau menghindari saham apapun. Pos ini sebagai pengetahuan analisa dan perbandingan tentang cara menghitung PEG. Setiap keputusan dan perhitungan harus anda lakukan sendiri sesuai dengan analisa pribadi. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.