Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Waktu Trading Saham yang Sebaiknya Dihindari

Di pos ini: Waktu Paling Tepat untuk Membeli Saham, saya sudah menjelaskan tentang kapan saja waktu-waktu (jam) terbaik untuk trading dan menganalisa saham. Sekarang kita akan membahas waktu-waktu trading saham yang sebaiknya anda hindari. 

Dalam trading, terkadang ada saat-saat di mana market kurang bersahabat dan psikologis anda juga kurang mendukung untuk trading. Nah, saat2 itulah anda sebaiknya tidak trading terlebih dahulu. 

Ada 3 waktu trading saham yang sebaiknya anda hindari / lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan beli saham: 

1. Saat pasar saham sedang turun tajam 

Ketika market lagi banyak sentimen negatif. Ketika market lagi koreksi tajam. Pada saat pembukaan IHSG langsung terjun bebas, maka waktu trading seperti ini sebaiknya anda hindari terlebih dahulu. 

Karena dalam posisi koreksi tajam, terutama kalau di hari sebelumnya IHSG sedang stabil atau sudah naik, kemungkinan besar IHSG bisa terjerembab lebih dalam, dan otomatis mayoritas saham yang turun, masih bisa turun lagi. Baca juga: Strategi Beli Saham Saat Turun. 

2. Saat pasar dalam keadaan normal, dan IHSG sudah naik tinggi 

Pada saat IHSG tidak sedang dalam keadaan strong bullish (dalam fluktuatif yang normal) dan IHSG sudah naik tinggi, dan mayoritas saham2 pilihan anda juga sudah naik di resisten2nya maka pada kondisi seperti ini ada baiknya anda menahan diri untuk tidak trading terlebih dahulu. 

Ingat konsep trading: Tidak ada saham yang kebal koreksi. Saat saham sudah naik, cepat atau lama saham akan koreksi. 

Terutama pada saat IHSG tidak dalam strong bullish, tidak sedang dalam kondisi euforia, maka ketika IHSG sudah naik tinggi, IHSG akan lebih rentan untuk koreksi karena aksi profit takin. 

Banyak trader yang nyangkut di harga puncak, di harga tinggi, di harga monas, karena trader nekad membeli saham ketika harganya sudah naik tinggi. Pelajari juga: Konsep Trading Saham: Beli Saat Mau Naik, Jual Saat Mau Turun.

Memang tidak ada patokan sampai berapa hari IHSG bakalan naik setelah koreksi. Biasanya dalam kondisi market normal, ketika IHSG naik 3-4 harian, IHSG akan rentan untuk koreksi. 

Dalam hal ini, anda juga harus mempelajari analisa2 support-resisten, terutama garis resisten untuk melihat saham2 yang sudah naik dan tidak bisa menembus garis2 resisten pentingnya. Baca juga: Cara Khusus Menentukan Support & Resistance Saham.

3. Saat anda sudah mendapatkan profit yang besar 

Hal ini berkaitan dengan psikologis trader. Ketika trader sudah dapat profit besar (bahkan profit terbesar yang pernah didapat), trader selalu ada kecenderungan untuk greed (serakah). 

Ingin trading lagi. Ingin trading terus. Ingin mengulang momen indah yang sama. Disinilah justru berbahaya bagi trader, karena rasionalitas trader bisa hilang apabila trader terbawa euforia. 

Saran saya, kalau setelah anda mendapatkan profit besar, dan anda mulai ketagihan trading, senang berlebihan, maka berhentilah trading terlebih dahulu sampai psikologis anda tenang (tidak ada rasa euforia lagi). 

4. Saat anda belum yakin 

Kalau anda belum yakin, bingung, bimbang, terlalu banyak pertimbangan misalnya: Apakah saya enaknya membeli saham WSKT sekarang? Gimana kalau turun lagi? Gimana kalau asing masih jualan?

Dalam kondisi seperti itu, kalau anda memaksakan trading maka anda akan rentan mengambil keputusan entry beli yang salah, karena pikiran anda sedang tidak tenang. Anda sedang tidak yakin. 

Kalau anda menemukan 4 kondisi tersebut, ada baiknya anda menahan diri untuk trading. Tentunya anjuran ini bukanlah rumus baku. Kalau anda terbiasa trading di saham gorengan, poin nomor 1 dan 2 ini kemungkinan besar tidak akan berpengaruh banyak terhadap trading anda, karena saham2 gorengan 'tidak mempedulikan' pergerakan IHSG. 

Namun untuk poin tiga dan empat, strategi apapun yang anda terapkan, anda harus mempertimbangkan untuk menghindari waktu trading tersebut ketika psikologis anda belum siap. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.