Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Waktu Paling Tepat untuk Membeli Saham

Selama jam pasar saham buka, anda dan saya sebagai pemodal memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk membeli saham, dan kapan mau membeli saham, semuanya juga kita yang menentukan. Namun, karena tujuan seorang trader adalah untuk mendapat profit, maka anda dan saya harus bisa melakukan analisis (membeli saham) dengan tepat, termasuk timing. Baca juga: Jam Trading Bursa Saham Indonesia.

Berdasarkan pengalaman trading yang saya jalani, pada umumnya terdapat waktu-waktu tertentu  di mana trader memutuskan untuk membeli saham. Waktu-waktu penting tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Membeli saham saat jam pasar baru buka 

Membeli saham pada saat jam awal buka sebenarnya merupakan waktu yang paling bagus, karena saat jam awal bursa, terutama ketika saat itu terdapat banyak saham diskon kemarin sore, maka anda bisa curi start dengan membeli sahamnya lebih awal. 

Namun, kalau anda memutuskan membeli saham tepat pukul 09.00 memang risikonya harga saham masih sangat fluktuatif, dan mungkin ada beberapa saham yang spread-nya masih renggang, sehingga bid-offernya belum sebesar fraksi harganya. 

Maka dari itu, anda bisa membeli saham dengan menunggu 5-10 menit setelah pasar saham dibuka.

2. Membeli saat jam istirahat bursa saham 

Cara ini biasanya dilakukan bagi trader yang tidak memiliki banyak waktu untuk trading. Biasanya mereka adalah trader yang memiliki kesibukan di kantor. Membeli saham saat jam istirahat boleh-boleh saja. Biasanya saat jam istirahat, kita bisa lebih tenang menganalisa karena pasar sedang tidak bergerak, sehingga pikiran trader tidak banyak dipengaruhi oleh pergerakan bid-offer dan running trade. 

Namun membeli saham setelah sesi pertama berakhir juga ada kekurangannya, yaitu kita tidak sudah terlambat membeli saham2 yang sudah keburu naik di sesi 1, terutama kalau pasar saham sedang bagus2nya, maka mungkin trader kehilangan beberapa opportunity.

3. Membeli saham menjelang jam penutupan market 

Membeli saham saat sore hari, terlebih jika anda membeli saham menjelang market tutup / pre-closing biasanya cenderung saya hindari. Kita tahu bahwa saat menjelang pre-closing biasanya sering terjadi aksi marking the close. Baca juga: Aksi Marking the Close di Bursa Saham: Peluang Koleksi Saham. 

Sehingga, kalau anda membeli saham katakanlah di harga 1.000 pada jam 15:40, maka ketika pre-closing jam 15:55, harga saham anda tiba2 bisa anjlok kembali ke 980. Hal ini sering sekali terjadi. 

Hal ini terjadi karena selain aksi marking the close pada suatu saham, biasanya trader yang memasang order beli yang belum match akan segera membatalkan lagi ordernya menjelang pasar tutup. Hal ini menyebabkan harga saham bisa turun beberapa poin dengan cepat menjelang 

Memang ada beberapa kasus yang terjadi sebaliknya. Misalnya, anda membeli saham di harga 4.000 saat jam 15:30. Saat pre-closing harga saham tiba-tiba langsung naik menjadi 4.450. Biasanya kenaikan tersebut terjadi karena adanya mekanisme pemodal besar / Bursa Efek itu sendiri untuk menjaga pasar agar harga saham dan IHSG tidak anjlok, dan memang trader sudah mulai mengincar saham tersebut. 

Namun sepengalaman saya, membeli saham menjelang jam market tutup memang rawan. Umumnya, membeli saham paling enak ya waktu jam market awal buka. Jadi sore atau malam hari sebelumnya, anda sudah memiliki saham2 pilihan yang akan anda tradingkan untuk keesokan hari.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.