Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Saham Blue Chip vs Saham Non Blue Chip

Di pasar saham kita sering sekali mengenal istilah SAHAM BLUE CHIP. Kalau anda ingin lebih memahami tentang saham blue chip, anda bisa baca pos saya disini: Apa itu Saham Blue Chip? 

Singkatnya, saham blue chip merupakan saham-saham yang perusahaannya memiliki kinerja paling bagus di sektor industrinya, sahamnya sangat likuid, membagi dividen yang besar dan rutin tiap tahun, kapitalisasi pasarnya besar, dan selalu diincar oleh trader.

Banyak trader yang bertanya tentang saham-saham blue chip dan non blue chip untuk trading jangka pendek. Berikut adalah pertanyaan2 yang sering saya terima: 

"Apakah sebaiknya trader beli saham2 blue chip saja karena aman?"
"Apakah non blue chip naiknya lebih cepat daripada saham2 blue chip?"
"Kenapa saham blue chip naiknya lama dibandingkan non blue chip?"

Maka dari itu di pos ini, saya akan membahas perbandingan saham blue chip vs saham-saham non blue chip dilihat dari sisi keuntungan dan risikonya masing-masing. Apa yang saya bahas di pos ini, merupakan pengalaman pribadi saya menekuni dunia trading saham. 

Sehingga anda bisa melihat perbandingan saham blue chip dan saham non blue chip untuk trading. Tentu saja, hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap pemilihan (screening) saham yang anda lakukan. 

SAHAM BLUE CHIP

Keuntungan trading di saham blue chip adalah sebagai berikut: 
  • Saham blue chip mudah rebound setelah harganya turun tajam 
  • Saham blue chip risikonya kecil, sehingga lebih aman ditradingkan 
  • Saham blue chip lebih aman untuk di-hold (fundamentalnya bagus) 
  • Mayoritas saham blue chip membagi dividen besar  
  • Pergerakan saham blue chip lebih stabil 
  • Saham blue chip lebih mudah dianalisa dengan analisis teknikal 
  • Saham blue chip lebih likuid

Risiko / kelemahan trading di saham blue chip adalah sebagai berikut: 
  • Kenaikan saham blue chip tidak terlalu tinggi dibandingkan beberapa saham2 non blue chip 
  • Return saham blue chip dalam jangka pendek seringkali tidak terlalu besar
  • Jumlah saham blue chip tidak banyak, sehingga pilihan saham blue chip sedikit     

SAHAM NON BLUE CHIP 

Sedangkan keuntungan trading di saham-saham non-blue chip (saham2 lapis dua) adalah sebagai berikut: 
  • Sama seperti blue chip, banyak saham2 lapis dua yang mudah rebound setelah harganya jatuh 
  • Banyak saham non blue chip yang bisa naik lebih tinggi dalam jangka pendek dibandingkan saham blue chip (returnya bisa lebih besar dibandingkan blue chip)
  • Banyak saham non blue chip yang punya pergerakan teknikal yang baik, sama seperti blue chip
  • Jumlah saham non blue chip cukup banyak, sehingga anda punya pilihan saham lebih banyak buat ditradingkan. 

Namun saham2 non blue chip juga punya kelemahan dibandingkan saham2 blue chip yaitu: 
  • Banyak juga saham non blue chip yang pergerakannya tidak stabil, tidak terlalu likuid.
  • Anda harus lebih selektif jika mau memilih saham non blue chip 
  • Dividen saham non blue chip tidak sebesar saham2 blue chip 
  • Dari sisi risiko, saham non blue chip risikonya lebih tinggi 

Dari perbandingan saham blue chip dan non blue chip, kita bisa menyimpulkan bahwa baik saham blue chip maupun non-blue chip semuanya sama2 bagus buat trading. Jadi, kalau anda bingung mau pilih saham blue chip atau non blue chip, saran tradingkan saja keduanya. 

Misalnya pilihlah satu saham blue chip dan dua saham non blue chip, atau sebaliknya. Toh, sekarang banyak saham blue chip yang harganya bisa dijangkau dengan modal kecil (Rp1-2 juta). 

Sehingga anda bisa menciptakan keseimbangan portofolio, di mana anda punya saham2 blue chip yang geraknya lebih smooth. Di satu sisi, anda juga punya saham non blue chip yang pergerakannya lebih cepat, namun masih dalam fluktuatif yang wajar.

Selain itu, kalau misalnya anda cuma trading di saham blue chip, maka pilihan saham anda terlalu sedikit.  

Tetapi karena saham2 non blue chip ini punya risiko yang lebih besar. Apalagi banyak saham non blue vihp yang trennya turun terus, maka untuk memilih saham2 non blue chip anda harus lebih SELEKTIF. 

Jika anda ingin mentradingkan saham2 non blue chip, setidaknya pilihlah saham2 yang grafiknya layak untuk ditradingkan. Baca juga: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus untuk Trading

Dan anda harus yakin dengan analisa anda. Jangan beli saham karena ikut-ikutan trader lain. Karena dalam banyak kasus, saya juga sering menemukan saham2 lapis dua yang pergerakannya kurang menguntungkan untuk trader.   

Selain itu, sebelum membeli saham, entah itu saham blue chip maupun non blue chip, anda harus melakukan analisa teknikal terlebih dahulu, untuk melihat apakah momen dan sinyal beli sudah tepat atau belum. 

Karena di dalam trading tidak ada jaminan bahwa dengan beli saham blue chip anda pasti profit, demikian juga sebaliknya. 

Pos ini menuju pada satu kesimpulan besar yaitu: Semua saham baik tipe saham blue chip dan non blue chip sama2 bagus untuk trading. Untuk saham2 non blue chip, memang anda harus melakukan screening agar anda bisa menyeleksi saham yang bagus untuk trading. 

Tentang strategi2 screening saham, saya jelaskan praktik2nya disini: Cara Melakukan Screening Saham. Walaupun saham2 blue chip dan saham2 non blue chip layk ditradingkan, anda harus tetap cek analisa teknikal dan momentum sebelum membeli saham.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.