Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Holy Grail Trading Saham

Kalau anda ditanya: "Kenapa anda memutuskan untuk beli saham?" Anda dan saya pasti akan menjawab: Ingin dapat profit. Ingin kaya dari saham. Ingin dapat penghasilan tambahn, bahkan penghasilan utama.

Nggak ada pebisnis saham yang ketika ditanya kenapa beli saham, jawabannya karena: "Ingin bisa memanajemen modal dengan baik", "ingin psikologisnya matang", "Ingin bisa mempelajari kesalahan-kesalahan trader lain"... 

Yup, karena semua itu sebenarnya adalah PROSES untuk mendapatkan profit, sedangkan profit adalah hasil akhir dari proses yang anda lalui tersebut. 

Itulah kenapa setiap trader maupun investor saham, akan selalu berusaha untuk mencari HOLY GRAIL alias cara analisis saham (sistem trading) yang SEMPURNA. Karena analisis saham yang bagus akan menghasilkan profit (anda bisa membeli saham yang naik, menghindari saham yang berisiko dan lain2). 

Karena banyak sekali trader yang fokus pada metode trading, pada holy grail, akhirnya trader saham melupakan dua faktor penting lainnya, yaitu: MANAJEMEN MODAL dan MENGATUR PSIKOLOGIS TRADING. 

Baca juga: Praktik Psikologis Trading dan Manajemen Modal Saham. Psikologis trading adalah kemampuan anda untuk menghadapi market, baik saat market bullish maupun bearish. Psikologis trading adalah kemampuan anda beradaptasi dalam trading saham. 

Psikologis trading adalah kemampuan anda untuk membaca kesalahan2 trader dan memperbaikinya. 

Tanpa memahami kedua hal ini, anda tidak akan bisa menciptakan sistem analisa yang baik dalam trading. Kalau anda cuma fokus untuk menciptakan analisa, menciptakan holy grail, anda tidak akan bisa beradaptasi di pasar saham. Kenapa begitu?

Sebenarnya tidak ada yang namanya holy grail dalam trading. Karena biar bagaimanapun, anda harus menyesuaiakan dengan kondisi market, kondisi psikologis, tipikal saham. 

Misalnya jika sistem analisa anda selama ini berhasil 5 kali berhasil mendapatkan profit tapi itu karena marketnya lagi bagus, maka belum tentu sistem anda berhasil ketika market lagi jelek. 

Nah, kalau market tiba2 sudah berbalik arah, sistem analisa yang anda gunakan mungkin akan lebih banyak meleset. Maka dari itu, inilah pentingnya psikologis trading. 

Jika anda melihat market yang lagi tidak bersahabat, jangan hanya dipengaruhi oleh mau profit terus. Tapi anda harus lihat momentum, anda harus bersabar menunggu waktu yang tepat, anda harus mengelola modal anda agar anda tidak terjebak dalam saham2 yang masih turun. 

Baca juga praktik-praktik psikologis trading, manajemen modal dan praktik analisa teknikal disini: Ebook Saham Pemula - Expert.

Trader yang mengabaikan psikologis trading dan manajemen modal tidak akan bisa bertahan dalam kondisi market yang fluktuatif. Saat trader untung, trader mungkin akan berpikir bahwa sistem tradingnya adalah holy grail. 

Namun karena trader tidak berdapatasi, tidak menyesuaikan, tidak menerapkan psiskologis trading, trader akan dengan mudah terjebak dalam fluktuatif market. 

Jadi untuk mendapatkan profit di saham itu bukanlah bagaimana anda menciptakan holy grail, tetapi adalah kombinasi dari analisa saham yang benar PLUS money management dan psikologis trading... 

Sistem trading
Banyaknya trader yang mau cari holy grail (mau untung terus dengan sempurna tanpa mengevaluasi, akhirnya banya edukasi2 yang menjual "sistem trading yang sempurna" dengna harga mahal, padahal itu sama sekali tidak ada. 

Seblaiknya, tidak banyak edukasi-edukasi yang memberikan pemaparan tentang praktik-praktik menerapkan psikologis trading, praktik2 manajemen modal yang benar, padahal itulah yang dibutuhkan. 

Jika anda ingin mempelajari psikologi trading, anda bisa baca: Psikologi Trading. 

Berhentilah mencari holy grail dalam trading. Anda yang ingin dapat profit konsisten di saham, anda harus punya CARA PANDANG yang benar terhadap saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.