Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Bisnis Saham: Strategi dan Time Frame

Kalau anda sering berkunjung ke web Saham Gain, saya sering sekali menuliskan strategi2 mendapatkan profit di saham. Dan saya juga menerbitkan strategi dan bocoran mendapat profit di saham: Buku Saham PDF. 

Bisnis saham bisa menghasilkan profit jika anda membeli saham dan menjualnya di harga yang lebih tinggi. Tetapi di dalam bisnis saham, ada banyak strategi2 yang bisa anda terapkan sesuai dengan apa yang cocok dengan karakter masing-masing. 

Untuk mendapatkan profit dari saham, maka ada dua jenis strategi yang bisa anda praktikkan, yaitu: TRADING SAHAM dan INVESTASI SAHAM. Mari kita bahas satu per satu. 

1. Trading saham 

Kita semua tahu bahwa trading saham adalah beli jual saham yang dilakukan dalam jangka pendek. Misalnya anda membeli saham hari ini dan jual seminggu kemudian, maka anda dapat dikatakan sedang melakukan aktivitas trading. 

Trading saham dilakukan oleh para trader yang ingin mendapatkan profit dalam jangka yang lebih pendek, lebih singkat. Namun trading saham pun juga ada beberapa macam strateginya. Berikut adalah strategi2 trading saham: 

- Trading menitan (scalping)

Scalping trading dilakukan dengan cara membeli dan menjual saham dalam waktu yang sangat singkat (beberapa menit). Anda bisa mengincar saham2 yang punya fluktuatif harga yang sangat cepat, yang bisa naik sangat cepat dalam waktu beberapa menit. 

Namun strategi2 ini terkadang berisiko, karena di pasar saham, saham2 yang mampu naik puluhan persen ini, penurunannya juga sangat cepat, dan biasanya saham2 tersebut adalah saham-saham lapis tiga / saham gorengan yang pergerakannya sulit dianalisa dengan grafik. Untuk scalping trading, anda harus jauh lebih disiplin menetapkan target profit maupun cut loss. 

-  Trading harian (intraday trading)

Intraday trading merupakan trading cepat, namun jangka waktunya lebih panjang dibandingkan scalping, yaitu dalam waktu harian sampai tiga hari. Anda beli saham pagi hari dan jual di sore hari, itu dinamakan dengan intraday trading. 

Intraday trading ini merupakan strategi trading cepat yang sangat bagus, karena anda mencari saham-saham yang pergerakannya stabil dan mudah naik dalam jangka waktu harian, fluktuatifnya wajar dan memilih saham-saham yang likuid untuk trading. 

Sehingga anda bisa mendapatkan profit yang lebih konsisten dalam jangka harian dengan memilih saham2 yang risikonya rendah. 

Saya pernah membahas praktik2 mencari saham bagus buat trading harian di ebook saham (352), anda bisa mendapatkannya: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

- Trading jangka pendek dibawah satu minggu 

Trading jangka pendek, dengan waktu yang lebih panjang adalah trading dibawah 1 minggu sampai satu minggu. Sebagai contoh, anda membeli saham TLKM hari ini dan jual 4-5 hari kemudian. 

- Swing trading 

Swing trading merupakan strategi trading yang cukup populer, dan penulis menerapkan strategi ini cukup lama. Swing trading adalah trading dengan cara buy and hold, diatas satu minggu sampai satu bulan. 

Prinsipnya, anda mencari saham2 yang diskon atau breakout, dan memilih saham2 yang mudah naik. Swing trading ini cocok untuk anda yang ingin trading jangka pendek tapi tidak punya banyak waktu untuk memantau market. 

Baca juga cara memilih saham untuk swing trading disini: Saham-saham yang Bagus untuk Swing Trading.

- Positioning trading

Trading ini adalah trading dengan jangka waktu diatas satu bulan, sampai dibawah 1 tahun. Dengan kata lain, strategi ini adalah trading jangka menengah alias semi investor. Positioning trading mengkombinasikan swing trading (trend follower) dan analisa fundamental untuk membeli saham. 

2. Investasi saham

Cara bisnis saham lainnya dilakukan dengan investasi saham, yaitu anda memilih saham-saham untuk disimpan jangka panjang diatas 1 tahun. Anda tidak membeli dan menjual saham dalam jangka pendek, namun anda menjual saham anda di harga yang tinggi dalam range waktu lebih panjang. Beberapa strategi investasi saham, yaitu sebagai berikut: 

- Value investing 

Value investing berarti anda mencari saham-saham growth company, yang valuasi sahamnya masih murah, harganya belum bergerak / belum banyak dilihat oleh pebisnis saham lain, namun punya prospek yang sangat bagus dalam jangka panjang. 

Saham2 growth company ini biasanya memiliki peluang return yang sangat tinggi dalam waktu satu-dua tahun. Saya juga pernah menceritakan sedikit banyak pengalaman saya tentang investasi disini: Perlukah Analisis Teknikal untuk Investor? 

- Mature company investing 

Mature company investing berarti anda mencari saham-saham yang sudah mapan, saham2 yang membagi dividen besar (yaitu saham2 blue chip) dan sahamnya sedang turun. 

Saham2 mature company ini selain anda mendapatkan keuntungan dari dividen, anda juga mendapatkan keuntungan dalam jangka yang lebih panjang, karena kenaikan saham2 mature company walaupun tidak terlalu tinggi, namun saham2 tersebut bisa terus uptrend dalam jangka yang sangat panjang. 

Anda bisa perhatikan tren saham UNVR, BBCA, BBNI dan lain2. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang sudah mapan.

Itulah tentang cara bisnis saham. Selama ini banyak edukasi saham yang mengatakan bahwa untuk dapat profit, maka harus beli dan jual saham di harga yang lebih tinggi. Saya setuju. 

Namun kalau kita jabarkan lagi, bisnis saham itu ada banyak strategi, time frame yang bisa anda terapkan sesuai dengan trading plan, dan karakter anda.  

Baik trading maupun investasi saham, anda harus menggunakan strategi2 yang benar. Karena analisa-analisa (analisa teknikal dan fundamental) inilah yang bisa mengarahkan anda untuk mendapatkan profit di saham.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.