Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Strategi Jual Saham di Harga Bagus

Setelah anda beli saham, anda pasti berharap untuk merealisasikan profit alias menjual saham anda di harga yang lebih tinggi. Namun yang sering menjadi persoalan trader saham adalah: 

Apa sebaiknya saya jual saham hari ini, besok, atau tunggu satu minggu atau hold lebih lama saja? Karena seringkali saham dalam sehari sudah naik tinggi, tapi kalau keburu dijual sehari, besoknya masih naik lagi. 

Sebaliknya, banyak juga saham yang sehari naik tinggi, namun besok2nya langsung turun drastis. Saya sering dapat pertanyaan2 dari trader apakah sebaiknya saham yang dibeli kalau udah naik sehari, dijual saja, atau ditahan dulu sampai beberapa waktu kedepan dan tunggu naik lebih tinggi. 

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, saya nggak bisa menjawab dengan jawaban yang baku, karena jujur saja memang nggak ada aturan terkait kapan anda harus jual saham anda.

Anda mau jual saham anda 10 menit setelah anda beli? Monggo. Anda mau jual saham anda seminggu kemudia? Sehari kemudian? Sebulan kemudian? Silahkan.. Tapi ujung2nya target kita semua tetap sama kan? Yaitu dapat PROFIT. 

Jadi kalau anda bingung kapan sebaiknya anda jual saham, dan sebaiknya di harga berapa anda menjual, maka anda bisa mempertimbangkan dan menganalisa beberapa hal berikut: 

1. Menetapkan target profit (harga jual)

Setelah beli saham, minimal anda harus sudah menetapkan anda mau menjual di harga berapa. Caranya yaitu dengan melihat analisa teknikalnya (resisten saham, candlestick dan lain2). Dan analisa2 teknikal juga sudah saya bahas praktik2nya disini: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

Jika target jual anda sudah tercapai, entah tercapainya sehari, besok atau seminggu, anda harus jual. Ini adalah bagian dari trading plan juga, supaya anda memiliki target, dan trading anda tidak melenceng kemana-mana. 

Kalau anda tidak punya target harga jual, maka saat saham anda tiba2 naik, anda bakalan bingung sebaiknya anda jual saham hari ini, atau nunggu besok aja, atau nunggu minggu depan? 

Jadi... Habis beli saham jangan lupa tetapkan target jual anda. Trader yang tidak menetapkan target jual saham ini juga bisa berpotensi menjadi greed alias serakah. Misalnya, trader beli saham di harga 1.000. Saham naik ke 1.100 anda nggak mau jual dan tunggu naik lagi. 

Setelah itu saham naik ke 1.300 anda nggak mau jual dan tunggu naik terus. Akhirnya di satu titik, saham koreksi terus, bahkan turun dibawah harga beli anda. Anda yang harusnya sudah profit, justru jadi nyangkut. 

Namun kalau anda sudah menetapkan target, anda bisa langsung eksekusi saham anda di harga yang sudah anda tentukan.

Saran saya, kalau anda mau menjual saham lebih cepat, maka tetapkan target profit yang lebih rendah. Dan kalau anda mau jual saham anda lebih lama / anda mau swing trading misalnya, anda bisa menetapkan target jual di harga lebih tinggi. Baca juga: Frekuensi Trading Saham Ideal.   

2. Menjual saham dengan memperhatikan momentum market

MOMENTUM MARKET... Ini yang sering saya ulas juga di web. Dan saya nggak pernah bosan mengatakan pada bahwa memperhatikan momentum IHSG itu penting... Maksudnya?

Begini, terkadang anda bisa membeli sahamm, dan saham anda bisa naik lebih lama. Tapi di satu sisi, ada saat2 di mana anda membeli saham, dan saham tersebut cuma naik sehari-dua hari saja, lalu langsung turun lagi.

Jadi kalau anda melihat market masih bergejolak, market masih rentan turun, maka ada baiknya anda menjual saham anda kalau sudah naik, walaupun mungkin naiknya cuma sehari-dua hari saja. 

Sebab kalau anda memaksakan hold saham terlalu lama saat marketnya masih rentan koreksi, saham anda bisa turun lagi lebih dalam. Padahal harusnya anda sudah untung kalau mau jual di hari2 sebelumnya waktu sudah naik. 

Dengan kata lain, anda harus jadi trader yang FLEKSIBEL juga. Karena pergerakan market itu fluktuatif, maka anda harus fleksibel, yang menyesuaikan dengan keadaan market. Jangan menjadi trader yang kaku.  

Semakin pengalaman anda dalam trading, nanti anda pasti akan paham sendiri melihat saat2 di mana IHSG lagi sepi, rentan turun, banyak sentimen negatif, sehingga disinilah anda bisa mengambil strategi dan keputusan trading. 

Saya pribadi sebenarnya nggak pernah menetapkan secara khusus harus hold dan jual saham berapa lama. Kecuali kalau saya sudah menetapkan mau trading harian di saham2 tertentu, maka saya akan jual saham ketika sahamnya sudah naik beberapa fraksi harga, di hari yang sama atau jual besoknya. Baca juga: Strategi Intraday & One Day Trading Saham. 

Atau sebaliknya, kalau saya sudah rencana mau swing trading atau simpan saham seminggu atau diatas itu, maka saya akan menetapkan target profit yang agak tinggi. Kuncinya, anda harus menetapkan dulu anda mau jual di harga berapa, karena ini juga bisa berpengaruh ke time frame trading anda nantinya. Baca lagi poin 1 paragraf terakhir. 

Satu hal yang terpenting juga, adalah (poin 2), perhatikan momentum marketnya juga. Sehingga anda dan saya bisa menjadi trader yang fleksibel, dan nggak perlu bingung sebaiknya jual saham lebih cepat atau lebih lama.

Pesan saya, don't be greedy. Sifat greedy paling sering muncul ketika trader sudah untung, dan terus berharap sahamnya naik. Kalau target anda tercapai segera jual. Kalau ternyata saham yang anda jual naik lagi, let it go.. 

Setidaknya anda sudah dapat profit, anda nggak rugi, dan anda sudah berjalan sesuai trading plan anda. Anda bisa menjadikan hal ini sebagai pembelajaran kedepan dalam menentukan target profit.. 

Jangan peduli dengan trader lain yang mengatakan: Harusnya jual saham di harga tinggi, harusnya investasi bla bla bla... Jangan terlalu peduli dengan trader lain yang pamer profit, seolah profitnya lebih besar (padahal belum tentu). Stay focus on your trading plan.. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.