Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

6 Ciri-Ciri Investasi Bodong

El Heze
Di pos sebelumnya: Investasi Bodong Lebih Menarik, saya sudah menuliskan risiko-risiko investasi bodong. Dan karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sering merilis daftar2 investasi bodong (jumlahnya juga cukup banyak), maka anda harus memahami apa itu investasi bodong. 

Artinya, jangan sampai anda tertipu oleh investasi2 bodong ini. Untuk itu, anda perlu memahami dengan benar ciri-ciri investasi bodong. Ada 6 ciri investasi bodong, yaitu sebagai berikut: 

1. Memberikan janji-janji surga

Investasi bodong pasti memberikan promosi dan janji2 yang tidak masuk akal. Dalam hal ini, investasi bodong seringkali memberikan janji cepat kaya, hasil instan, bisa beli rumah-mobil dalam waktu singkat, keuntungan yang besar tanpa anda harus berusaha.

2. Return tinggi, risiko sangat kecil

Prinsip investasi adalah: High Risk, High Return dalam Investasi. Kalau return semakin besar, pasti akan diikuti dengan risiko yang tinggi. Contoh: Di pasar forex anda bisa mendapatkan return puluhan persen dalam sehari, tapi risikonya, anda juga bisa rugi puluhan persen sehari. 

Sebaliknya, kalau anda investasi di reksadana pasar uang, anda nggak mungkin dapat return puluhan persen sehari, tapi risikonya juga sangat kecil. Anda juga nggak mungkin kehilangan modal anda puluhan persen dalam waktu singkat. 

Sedangkan kalau ada investasi yang menawarkan imbal hasil (return) yang sangat besar, dengan risiko yang sangat kecil atau bahkan zero risk, maka itulah ciri-ciri investasi bodong. 

Tidak ada investasi yang return sangat tinggi tetapi nggak ada risiko. Risiko memang bisa diminimalkan dengan pengetahuan yang benar (analisa) akan investasi, namun secara konsep, risiko dan return pasti akan selalu berbanding lurus. 

3. Return yang besar dalam waktu singkat

Ciri investasi bodong lainnya adalah anda bisa mendapatkan return berupa pasif income yang sangat besar dan konsisten (dan seolah sangat mudah), dalam jangka waktu sangat pendek. 

Return dari investasi (pasif income) dengan jumlah besar, tidak mudah didapatkan dalam waktu singkat. Anda bisa perhatikan bagaimana investor2 saham sukses (seperti Lo Kheng Hong, Warren Buffet) mendapatkan kekayaan besar dari investasi saham. 

Yup, semua butuh waktu, semua butuh menganalisa, semua butuh proses. Tidak ada kekayaan yang didapatkan dalam satu malam. Jadi, jangan percaya jika ada tawaran2 investasi seperti demikian.

4. Tidak memiliki izin investasi dari OJK

Jika anda tertarik dengan tawaran2 investasi, anda harus cek apakah investasi tersebut ada izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan payung hukum investasi di Indonesia. Kalau nggak ada, investasi tersebut pasti adalah investasi bodong. 

5. Mengharuskan anda untuk merekrut anggota 

Ciri-ciri investasi bodong yang sangat terlihat jelas adalah mengharuskan anda merekrut anggota atau dengan menggunakan skema ponzi / money (anda bisa tanya Mbah Google untuk penjelasan rincinya). Di mana money game ini berpotensi membuat para penyedia investasi tidak bisa mengembalikan dana masyarakat. 

Investasi sifatnya adalah pasif income dan ANALISA, tidak ada yang namanya rekrut anggota. Jadi, tidak ada investasi yang kredibel apabila anda diharuskan merekrut orang lain untuk mendapatkan imbal hasil / bonus. 

6. Struktur kegiatan usaha tidak jelas

Investasi bodong pasti tidak memiliki struktur kegiatan usaha yang detail, seperti kepemilikan usaha (investasi), struktur kegiatan usaha seperti apa, alamat usaha dan lain2, termasuk payung hukum yang jelas (poin 4). 

Sebelum investasi, pastikan anda paham betul struktur kegiatan investasi tersebut. Kalau anda tidak menemukan struktur kegiatan usaha yang jelas, ada baiknya anda menghindari investasi tersebut. 

Catatan: Banyak orang yang nggak mau memulai belajar dan investasi saham, karena takut risikonya besar, takut kalau saham itu judi. Dan ternyata masih banyak yang lebih memilih investasi bodong yang justru nggak menghasilkan apa2 sama sekali. Tanpa disadari, banyak orang yang justru sudah menjebak dirinya sendiri. Baca juga: Perbedaan Trading Saham vs Judi.

Maka dari pos yang saya tulis ini, saya berharap anda sudah memahami ciri-ciri investasi bodong. Sehingga kedepan, anda nggak tergiur untuk masuk dalam investasi2 yang nggak jelas tersebut.     

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.