Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

"High Risk High Return" dalam Investasi?

Dalam investasi saham, anda pasti sering mendengar istilah "high risk high return". Istilah ini kira-kira mengandung makna: Semakin tinggi risiko investasi, semakin besar return yang anda peroleh. Sebaliknya, semakin kecil risiko investasi maka semakin kecil return yang anda peroleh". Risiko disini terkait risiko besar kecilnya modal dan risiko dari investasi itu sendiri. Berdasarkan tingkat produk investasi (aset tidak riil), kalau digambarkan maka saham memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi: 
Sumber gambar: Tandelilin (2010). Judul buku: Teori Portofolio dan Investasi

Dari gambar tersebut dapat anda lihat bahwa saham memang memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi, karena pergerakan harga saham itu cukup fluktuatif dibandingkan obligasi, reksadana maupun produk2 pasar uang lainnya. Harga saham bisa naik 10% sehari dan bisa turun 10% sehari. Hal ini biasa terjadi di pasar saham. 

Sehingga kalau anda memilih instrumen saham baik untuk trading maupun investasi, maka prinsip high risk dan high return memang benar adanya. Di pasar saham trader bisa mendapatkan keuntungan cepat, tetapi potensi rugi / penurunan nilai portofolio juga cukup besar. 

Hal ini saya alami sendiri, dan tentu saja kalau anda sudah memiliki pengalaman di dunia saham anda pasti mengalami hal tersebut. Selain itu, kecenderungan besar kecilnya modal yang anda gunakan juga turut mempengaruhi prinsip 'high risk high return'. 

Semakin besar modal yang anda gunakan, anda berpotensi mendapat profit yang lebih besar, tetapi risiko yang anda tanggung (sisi kerugian maupun turunnya nilai portofolio anda) terutama dari sisi PSIKOLOGIS akan semakin besar. 

Di pos ini: Main Saham Modal Besar atau Main saham Modal Kecil?, saya juga menuliskan bahwa trading dengan modal kecil lebih memungkinkan seorang trader untuk mencetak profit ketimbang menggunakan modal besar. Mengapa? 

Karena ketika anda membeli saham dengan modal Rp50 jua, apalagi ketika nilai portofolio turun, tekanan psikologis anda akan lebih tinggi ketimbang jika anda hanya memiliki saham tersebut dengan modal Rp5 juta saja. 

Terkadang ketika trader mengalami kerugian yang besar, trader memiliki "tuntutan" untuk membalas kerugian tersebut. Hal inilah yang tidak saya sarankan. 

So, kalau anda membaca pos ini dan anda sudah memahami apa itu 'high risk high return', anda harus lebih selektif dalam memilih saham dan membelanjakan modal anda untuk saham2 anda. Jika anda belum siap trading dengan modal besar (sering cut loss dalam nominal besar), anda bisa menurunkan tingkat risiko, yaitu menurunkan persentase modal trading anda. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.