Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Cara Belajar Analisis Teknikal Saham

Analisis teknikal merupakan analisa utama yang harus anda pakai dalam trading. Karena analisa teknikal bisa memberikan arah tentang potensi naik turunnya saham, dan harga historis saham tersebut, di mana harga historis saham bisa menjadi titik-titik acuan penting untuk trading. 

Tapi memang analisa teknikal itu cakupannya sangat luas. Ada indikator, ada chart pattern, ada candlestick, ada bid-offer, ada support-resisten, garis tren, time frame dan masih banyak lainnya. Baca juga: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

Saya seringkali dapat pertanyaan dari trader: "Bung Heze, kalau mau belajar analisis teknikal, harus mulai dari mana dulu? Saya bingung soalnya ada banyak sekali analisa yang harus dipakai."

Well, sebenarnya anda nggak harus pakai banyak analisa teknikal untuk trading. Anda cukup pakai beberapa analisis yang cocok untuk anda.  

Jadi di pos ini, saya mau sharing cara-cara / tahapan yang bisa anda lakukan agar mampu mendalami analisis teknikal. Terutama untuk anda yang masih bingung, harus mulai belajar analisis teknikal dari mana dulu, maka saya akan memberikan step-step belajar analisis teknikal.. 

1. Mempelajari candlestick basic

Kalau anda baru memulai belajar analisis teknikal, mulailah dahulu dengan belajar CANDLESTICK basic. Candlestick basic adalah mehamami apa itu harga OPENING, HIGH, LOW, CLOSE (OHLC). Apa makna candlestick hijau? Apa makna candlestick merah? Poin2 dasar ini harus anda pelajari pertama kali saat anda mau mendalami analisis teknikal. 

Jangan memulai belajar indikator atau baca grafik. Kalau anda tidak paham candlestick dasar, jangan berharap anda paham dengan grafik dan lain2. Karena basic pertama di analisis teknikal adalah: Candlestick.  

2. Memahami antrian harga di saham (bid-offer)

Jika sudah paham candlestick basic, anda harus mulai memahami sistem antrian harga di saham (dalam hal ini adalah bid-offer). Karena saat anda trading nanti, anda harus memasukkan antrian harga yang benar di bid-offernya. 

Banyak trader yang langsung belajar baca grafik, tanpa memahami dahulu seperti apa itu antrian bid-offer di saham, sehingga akhirnya trader tetap bingung bagaimana cara beli-jual saham. So, pahami dulu bid-offer saat belajar analisis teknikal. 

3. Memahami cara membaca grafik (tren, support resisten)

Kalau anda sudah paham candlestick & cara baca bid-offer, barulah anda bisa mulai belajar baca grafik saham. Yap, grafik saham inilah yang nantinya akan menjadi tempat anda untuk menganalisa saham, yaitu menganalisa apakah saham akan cenderung naik, turun atau sideways. 

Saat belajar membaca grafik, anda harus belajar membaca tren saham (uptrend, downtrend, sideways), dan mempelajari support dan resisten saham. Candlestick ini nantinya juga bisa diterapkan untuk menganalisis grafik, karena grafik saham terbentuk dari candlestick2 selama periode waktu tertentu.

Grafik saham
Grafik saham seperti diatas inilah yang harus bisa anda interpretasikan, apakah trennya naik, turun atau sideways. Di mana titik support-resisten, serta potensi kenaikan sahamnya dalam jangka pendek.    

4. Memahami indikator trading

Setelah anda paham basic membaca grafik, anda bisa mulai mempelajari indikator untuk trading. Indikator2 ini dapat membantu anda untuk menghasilkan sinyal beli dan jual. Indikator tidak bisa berdiri sendiri, namun harus dikombinasikan dengan chart. Itulah mengapa anda harus belajar baca chart dulu sebelum memahami indikator. 

Nah karena indikator trading itu cukup banyak, anda bisa belajar dahulu indikator2 yang paling umum. Anda bisa baca disini: 5 Indikator Saham yang Paling Sering Digunakan Trader.   

Sebagai catatan, banyak edukasi saham yang langsung mengajarkan cara baca indikator saham, karena katanya indikator bisa kasih sinyal beli dan jual saham. 

Memang benar, namun kalau anda langsung belajar indikator tanpa memahami chart apalagi baca candlestick basic, anda tetap akan bingung menerapkan indikator ini dalam trading. Jadi ingat bahwa indikator bukanlah analisa teknikal pertama yang harus anda kuasai. 

5. Mempelajari analisis teknikal yang lebih kompleks

Anda bisa mengembangkan analisa2 teknikal lain yang lebih kompleks, yaitu cobalah untuk mempelajari pola2 candlestick serta chart pattern. Candlestick yang terbentuk di chart ada beberapa pola seperti doji, hammer, inverted hammer dan sebagainya. 

Anda bisa mengembangkan analisa2 teknikal ini, dengan catatan anda sudah melalui tahapan2 belajar teknikal sebelumnya. 

Jangan sampai anda tiba2 menghafalkan pola2 candle yang begitu banyak (toh juga nggak perlu dihafalkan), padahal anda belum memahami basic2 analisa teknikal yang lebih penting.   

5. Praktik trading 

Tahap terakhir? Tentu saja anda harus praktik trading langsung. Anda harus menerapkan analisa2 teknikal untuk trading, untuk mendapat profit, untuk membaca saham2 naik dan koreksi. 

Yap, karena tanpa praktik, teori2 yang anda pelajari nggak akan banyak bermanfaat. Intinya, dengan praktik dan rajin menganalisa, anda bisa mendapatkan profit di saham. Baca juga: 2 Faktor Keberhasilan Trading Saham. 

Kalau anda ingin mendalami praktik trading, analisa2 teknikal yang terbukti efektif membaca saham2 naik dan koreksi dengan analisa yang simpel, anda bisa mendapatkan praktik2 dan strateginya disini: Buku Saham.  

Step-step belajar analisis teknikal ini, adalah cara-cara yang saya terapkan sendiri saat saya memulai belajar saham. Sekedar bercerita pengalaman, pertama mengenal dunia saham, walaupun ada mentor untuk belajar saham, tapi saya pribadi harus mengasah sendiri pemahaman analisis teknikal dengan baik.

Cara-cara inilah yang saya terapkan, yang pada akhirnya bisa membuat saya memahami candlestick, grafik dan praktik2nya langsung di pasar saham. 

Kuncinya, mendalami analisa teknikal harus dimulai dulu dari analisa yang paling basic, sampai pada akhirnya anda mempelajari chart saham itu sendiri. 

Kalau anda bingung harus belajar analisa teknikal mulai dari mana, anda bisa terapkan langkah2 belajar analisis teknikal yang saya paparkan di pos ini.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.