Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Nabung Saham: Pilih Blue Chip atau Value Investing?

El Heze
Saat anda memutuskan untuk mulai nabung saham, maka anda harus memutuskan untuk memilih / membeli saham yang tepat. Memilih saham yang tepat untuk ditabung adalah hal utama yang harus anda perhatikan, karena jika anda sampai salah memilih saham, maka  nilai aset anda bukannya meningkat, justru modal anda akan tergerus. 

Investor saham biasanya dihadapkan pada 2 opsi untuk nabung saham: Pilih saham blue chip atau pilih saham berdasarkan analisa value investing. Jika anda termasuk salah satu investor yang bingung menentukan beli saham blue chip atau growth company, di pos ini saya akan memberikan perbandingannya. 

NABUNG SAHAM BLUE CHIP 

Nabung saham blue chip artinya anda membeli saham yang sudah mature company. Dalam menabung saham blue chip, anda harus memilih saham yang harganya masih terdiskon, punya kinerja bagus, memiliki track record harga saham yang baik, harganya mudah rebound saat koreksi serta memiliki produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Contoh saham2 seperti yang saya maksud adalah PTBA, JSMR, HMSP, BBRI, WSKT dan lain2. Saham2 ini punya kinerja yang baik dan pergerakan harga saham yang bagus. Anda bisa lihat track record saham2 ini ketika harganya anjlok, dalam jangka panjang pasti akan balik naik. 

Keuntungan dan kelemahan nabung saham blue chip: 

Keuntungan utama membeli saham blue chip untuk ditabung, anda sudah bisa menjadi harga historis harga saham untuk menjadi acuan anda dalam membeli saham. Anda lebih mudah untuk memilih saham2 yang punya produk2 yang jelas di pasaran dan selalu dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian, anda tidak perlu terlalu was-was saat menabung saham blue chip. 

Kedua, anda bisa meminimalkan risiko turunnya harga saham secara drastis. I mean bukan berarti saham2 blue chip tidak bisa koreksi. Tetapi saat saham2 blue chip koreksi cukup dalam, saham2 blue chip ynang likuid, harganya akan lebih mudah untuk rebound. Disinilah anda bisa mengambil momentum dengan cara menabung (membeli) lagi ketika harga sahamnya sedang koreksi. 

Karena orientasi kita adalah jangka panjang, maka anda hanya perlu menunggu waktu agar saham2 yang anda tabung naik pesat selama beberapa tahun mendatang, sehingga nilai aset anda dalam jangka panjang akan naik berlipat ganda. 

Saham blue chip BBCA - uptrend dalam jangka panjang

Tetapi menabung saham blue chip juga ada kelemahannya. Umumnya return saham blue chip tidak setinggi saham2 yang sedang trending topic atau saham2 yang masih dalam growth company. Terutama pada saat IHSG naik, kenaikan saham blue chip biasanya terbatas. Hal ini berbeda dengan saham2 yang pertumbuhannya sedang bagus-bagusnya kenaikannya bisa jauh lebih fantastis. 

Sebagai contoh, perhatikan saham TKIM yang naik dari 4.000 menjadi 20.000. Harga sahamnya naik 400% hanya dalam sekitar satu tahun. Saya pribadi jarang sekali menemukan saham blue chip yang bisa naik 400% hanya dalam kurun waktu satu tahun. 

NABUNG SAHAM GROWTH COMPANY 

Kalau anda menerapkan metode value investing, berarti fokus anda adalah membeli saham2 yang pertumbuhannya sangat bagus, produknya punya prospek yang bagus di masa mendatang. Tetapi di satu sisi, sahamnya masih belum banyak menjadi perhatian trader dan investor. Ibaratnya adalah: Anda mencari harta terpendam. 

Saham2 yang growth company ini, ketika waktunya rilis kinerja keuangan, dan pada saat kinerjanya cemerlang, maka harga sahamnya akan naik nggak tanggung-tanggung. Seperti contoh saham TKIM tadi. Di mana TKIM ini sebelumnya pergerakannya biasa-biasa saja. Tapi karena TKIM sangat murah secara valuasi, produknya juga dibutuhkan oleh semua orang, plus kinerja keuangannya yang cemerlang dalam 1 tahun terakhir, para trader dan investor kemudian mulai memborong TKIM. 

Keuntungan dan kelemahan nabung saham growth company: 

Saham2 yang masih dalam tahap growth dan memiliki valuasi sangat murah, harga sahamnya bisa naik dengan cepat. Return yang anda dapatkan bisa jauh diatas saham2 blue chip. 

Tapi kelemahannya, kebanyakan saham2 growth company kenaikannya tidak bertahan lama. Memang, saham2 growth bisa memberikan return jauh lebih besar dalam kurun waktu 1-2 tahun kedepan, tetapi setelah itu banyak saham2 yang harganya mulai turun, stagnan dan sudah tidak terlalu likuid. 

Beda dengan saham-saham blue chip yang walaupun returnnya tidak sebesar saham growth company, namun dalam jangka yang lebih panjang, saham2 blue chip tren naikknya jauh lebih stabil. 

Saya punya pengalaman menerapkan metode value investing dengan berinvestasi pada saham KBLI dan PPRO. Dan memang benar, setelah rilis laporan keuangan yang memuaskan, harga saham KBLI dan PPRO naik signifikan, dan terus saja naik sampai kurun waktu 1-1,5 tahun. 

Setelah KBLI dan PPRO sudah tidak ramai dibicarakan, dan naiknya juga sudah tinggi, harga sahamnya anjlok perlahan, dan sampai saat pos ini ditulis kedua saham tersebut belum balik ke harga tertingginya. 

PILIH MANA: BLUE CHIP ATAU VALUE INVESTING? 

Jadi harus pilih mana untuk nabung saham, saham blue chip atau saham2 growth company dengan metode value investing saja Bung Heze? Tanya anda penasaran. 

Well, tidak ada yang lebih baik maupun jelek. Semuanya harus menyesuaikan dengan profil risiko anda masing2 dan jangka waktu anda untuk nabung saham. 

Apabila anda memutuskan untuk nabung saham dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama, misalnya 1-3 tahun, ada baiknya anda memilih saham2 yang sedang growth alias carilah "harta terpendam".  

Akan tetapi jika tujuan anda adalah menabung untuk jangka waktu sampai 10 tahun, dan tidak dijual sama sekali, pilihlah saham2 blue chip yang kinerjanya sudah terbukti bagus, terus membagikan dividen, dan tambahlah porsi anda saat saham blue chip sedang koreksi, karena dalam jangka yang lebih panjang, saham2 blue chip kenaikannya lebih stabil. 

Kenapa demikian? Seperti yang saya sebelumnya saham2 blue chip memiliki tren naik yang lebih stabil untuk long term, sedangkan saham2 growth company kenaikannya sangat cepat, namun rata2 uptrendnya bertahan 1-3 tahun. 

Anda yang sudah punya pengalaman di dunia saham. Mengamati saham2 yang suka naik cepat. Mengamati saham2 blue chip baik secara short maupun long term, anda pasti mengerti apa yang saya maksud.

Salah satu value investor Indonesia adalah Lo Kheng Hong (LKH). Beliau selalu menginvestasikan saham dengan menerapkan metode value investing. 

Nah anda bisa cek sendiri histori saham-saham yang diinvestasikan oleh LKH. Berapa lama jangka waktu LKH memegang saham2nya. Rata-rata saham yang diinvestasikan tidak terlalu lama. Ini karena saham2 growth company memang memberikan return yang cepat dalam jangka waktu 1-3 tahunan, tetapi setelah itu kebanyakan saham2 tersebut polanya tidak akan sebagus saat sedang booming. Got it? 

Pos ini sudah memberikan penjelasan pada anda tentang perbandingan nabung saham dengan metode value investing dengan nabung saham blue chip. Sekarang pilihan nabung saham ada di tangan anda.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.