Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Memahami Aliran Dana Asing: Studi Kasus Saham BBRI

Salah satu analisis saham trading yang bisa anda gunakan untuk menentukan kapan beli dan kapan jual adalah analisa arus dana asing. Ini berarti anda harus melihat buy dan sell yang dilakukan oleh sekuritas asing. Kenapa harus sekuritas asing? 

Karena sekuritas asing / pemain asing notabene memiliki dana yang jauh lebih besar dibandingkan sekuritas lokal pada umumnya, sehingga ketika pemain asing melakukan akumulasi terus2an, harga saham bisa bergerak naik. Sebaliknya kalau asing terus melakukan distribusi saham, maka saham bisa anjlok. Jadi jangan heran kalau anda lihat saham2 big caps tiba2 anjlok / naik cepat, itu karena peran pemain asing besar disana. 

Tapi memang analisa arus dana asing ini tidak berlaku untuk semua saham di BEI. Karena tidak semua saham dimiliki mayoritas oleh pemain asing. Saham2 small caps biasanya lebih banyak ditradingkan sekuritas lokal. 

Berdasarkan pengalaman saya, analisa ini sangat berlaku untuk saham2 big caps, yaitu saham2 blue chip seperti ASII, TLKM, BBNI, BBRI dan lain2. Di pos ini, kita akan mempelajari cara membaca pergerakan aliran dana asing di salah satu saham big caps, yaitu saham BBRI. Sebelum itu perhatikan grafik BBRI dibawah ini:

(Klik gambar untuk memperbesar)

Perhatikan yang saya beri tanda lingkaran di grafik. BBRI tampak turun terus, turun tajam selama berhari-hari. Penyebab turunnya saham BBRI ini bisa anda amati dari aliran dana asing, yaitu seberapa banyak sekuritas asing "membuang barang". Dan berdasarkan Net Stock Summary yang saya crop, ternyata memang sekuritas asing Morgan Stanley Capital (MS) dan UBS Securities (AK) sedang melakukan distribusi dalam jumlah besar. 

Anda bisa lihat tampilan aliran dana asing dibawah ini:  


Pada tabel diatas tampak bahwa MS masih menjual BBRI sampai 56 juta lot. MS juga melakukan akumulasi, tapi akumulasi hanya 1 juta lot sekian. Sedangkan sekuritas AK juga merupakan sekuritas yang menjual BBRI hingga 37 juta lot. Sekedar informasi, ini tampilan yang saya crop di sesi I. Di sesi II (belum sempat saya crop), MS terus menjual BBRI sampai 112 juta lot. Demikian juga dengan AK yang terus menjual barang.

Ini artinya kalaupun anda mau membeli BBRI, sebaiknya anda jangan membeli full modal, tapi belilah secara bertahap. 

Alasannya? 

Karena kita tidak tahu apakah sekuritas2 asing yang modalnya gede ini besoknya masih jualan dalam jumlah masif atau tidak, meskipun harga saham BBRI secara teknikal sudah diskon. Kita tidak pernah tahu seberapa banyak lot yang dipegang oleh sekuritas2 tersebut. Paham sampai disini?

Jadi, dalam posisi saham2 blue chip didistribusi besar2an, anda harus melihat juga arus dana asing ini untuk menentukan kapan anda benar2 mantap mengambil posisi beli saham. Keesokan harinya perhatikan lagi arus dana lokal dan asing BBRI dibawah ini.

Tabel 1

Tabel 2

Keesokan harinya (tabel 2) ternyata MS sudah tidak melakan net sell sama sekali (perhatikan sell lot-nya 0). Sebaliknya, sekuritas MS mulai membei BBRI di sesi pagi dengan jumlah 7,8 juta lot dan menjadi pembeli terbesar. KZ juga sekuritas asing yang melakukan akumulasi sebanyak 6,5 juta lot.

Sedangkan sekuritas asing AK yang kemarin juga menjual saham dalam jumlah masif, tekanan jualnya sudah mereda (4 juta lot), dengan mulai diikuti akumulasi buy (3 juta lot). 

Artinya, tekanan jual dari sekuritas asing yang menjadi 'pelopor' turunnya saham BBRI sudah mulai reda. Disini kita bisa menyimpulkan juga kalau sekuritas asing sudah mulai kehabisan barang (baca: saham), sehingga disaat harga sudah diskon, momentum ini dimanfaatkan pula oleh sekuritas asing. Harga BBRI di kisaran 2.760-2.790 sebelum naik. 

Dan penulis sendiri sempat melakukan pembelian BBRI secara bertahap (4 kali) di harga 2.780-2.810, sehingga harga rata-rata yang penulis dapatkan 2.790,6. Perhatikan rincian transaksi BBRI penulis dibawah ini: 


Setelah asing mulai melakukan akumulasi BBRI, harga saham BBRI barulah naik kencang, setelah sebelumnya turun berhari-hari. Perhatikan grafik BBRI dibawah ini:


BBRI langsung rebound dari 2.720 selama 2 hari, mencapai harga 3.000! Tentu saja ini adalah momen yang sangat menguntungkan untuk trader. Selain saham BBRI sudah diskon, BBRI juga sudah diakumulasi oleh asing, sehingga harganya bisa naik dengan cepat. 

Itulah analisis aliran dana asing. Penting bagi anda, terutama anda yang trading di saham2 blue chip untuk mengetahui aliran dana asing ini ketika suatu saham sedang turun tajam atau naik drastis. Dan tentunya, juga harus didukung dengan analisa teknikal (grafik). 

Anda bisa melihat aliran dana asing ini di software saham anda masing-masing. Kalau di Danareksa Sekuritas, anda bisa melihatnya melalui Net Stock Summary. Setiap sekuritas pasti menyediakan fasilitas untuk melihat foreign dan domestic flow. 

Kesimpulannya, kalau anda mau masuk di saham2 blue chip yang harganya sedang turun, tunggulah pemain asing 'kehabisan barang' dan mulai melakukan akumulasi. Plus lihatlah, apabila harga saham sudah turun tajam / diskon, maka itulah waktu yang bagus untuk akumulasi saham. 

Satu hal lagi, saya pernah menuliskan bahwa saat IHSG sedang anjlok, saham2 blue chip lah yang biasanya memberikan potensi gain yang lebih besar dengan risiko yang kecil. Anda bisa baca tulisan saya disini: Beli Saham Cepat Profit? Belilah Saham Blue Chip.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.