Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Prediksi IHSG 2018

El Heze
Pasar saham di tahun 2017 sudah kita lalui dan tidak terasa kita sudah memasuki tahun baru 2018. Mengenai pasar saham 2017, anda bisa baca pos-nya disini: Ulasan Pasar Saham 2017 dan Prediksi IHSG 2017. Di tahun 2017, IHSG kita ditutup menguat ke level 6.355. Lalu, bagaimana dengan prediksi IHSG di tahun 2018 nanti? 

Sebelum saya mengatakan tentang prediksi IHSG di tahun 2018 termasuk strategi tradingnya, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk tahun 2018. 

1. Tahun politik 

Tahun 2018 kita akan menghadapi Pilkada serentak dan kemudian dilanjutkan dengan Pilpres 2019. Berdasarkan pengalaman2 sebelumnya, tahun politik adalah tahun yang cukup rawan untuk IHSG karena sedikit saja ada guncangan politik, maka IHSG bisa langsung drop. Untuk detailnya, anda bisa baca analisis lengkapnya disini: Pergerakan IHSG Saat Tahun Politik Pilkada dan Pilpres

2. IHSG sudah overvalued

IHSG kita sudah overvalued dengan PER sekitar 3-4 kali. Terutama saham2 blue chip penguasa pasar seperti BBCA, BBNI, UNVR, GGRM, sudah tidak bisa dikatakan murah lagi. Sehingga, IHSG bisa rawan terkena koreksi.

Kalau saham2 blue chip koreksi, otomatis IHSG akan turun. Namun di sisi lain, seperti yang saya katakan di pos  Ulasan Pasar Saham 2017, sudah banyak saham2 lapis dua yang undervalued. 

Yang jadi persoalan, jika saham2 blue chip nantinya koreksi, sehingga IHSG terkoreksi,  saham2 lapis dua yang sudah undervalued ada kemungkinan akan turun lagi karena kalau IHSG terkoreksi, maka bukan tidak mungkin pelaku pasar akan panic selling. 

3. Kenaikan IHSG tahun 2017 bukan euforia, tapi cukup mengkhawatirkan 

Satu hal yang perlu anda perhatikan, IHSG yang naik kencang karena euforia adalah posisi yang sangat berbahaya untuk terjadi bubble. Contohnya tahun 2015. Tapi saat ini IHSG kita bukan naik karena euforia. 

Gimana mau bilang euforia? Saat IHSG naik saja banyak saham2 yang turun. Akan tetapi kenaikan IHSG ini juga cukup rawan, karena di tahun 2017 IHSG nyaris tidak ada koreksi yang berarti. 

Kenaikan IHSG yang tidak wajar ini, sudah saya bahas sangat detail disini: Krisis Ekonomi 2018 dan Harga Saham. Hal ini bisa menimbulkan sedikit bubble pada IHSG, walaupun IHSG naik bukan karena euforia. 

4. Kinerja emiten masih stabil 

Kabar baiknya kinerja para emiten di tahun 2017 mulai dari kuartal I-III masih cukup stabil dan konsisten membukukan kenaikan laba. Jadi, kemungkinan besar di kuartal IV nanti, saat rilis laporan keuangan, kinerja emiten kurang lebih akan masih sama membukukan kenaikan laba. 

Selain kinerja emiten yang cukup stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia, tingkat inflasi dan indikator2 lainnya masih stabil dan cukup terkendali. Sehingga, sampai saat IHSG 2017 ditutup tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa IHSG aka jatuh, krisis dan sebagainya.  

Dari keempat fakta ini, saya melihat bahwa di tahun 2018 IHSG akan ada kecenderungan koreksi, tapi koreksi ini bukanlah koreksi yang berbahaya. Koreksi di tahun 2018 ini kemungkinan akan mulai terjadi di bulan Mei saat sudah tidak banyak sentimen positif. 

Hal ini karena pada Januari-April, biasanya masih banyak sentimen2 positif (dividen, rilis laporan keuangan, Januari Effect, optimisme awal tahun dan lain2), sehingga IHSG mungkin masih berada di jalur tren naik selama 3-4 bulan pertama.  



Koreksi di tahun 2018 akan terjadi karena: Kemungkinan koreksi saat tahun politik, IHSG sudah overvalued, dan IHSG di tahun 2017 tidak ada koreksi yang signifikan. Jadi mungkin IHSG akan mulai koreksi di tahun 2018.

Koreksi IHSG lebih karena kondisi IHSG dan alasan psikologis (tahun politik), sehingga IHSG di tahun 2018 tetap akan berada di jalur uptrend jika kita melihat kondisi ekonomi yang cukup baik dan tidak ada euforia apapun. 

Kalau melihat pergerakan pasar saham tahun 2017 yang sudah mencapai 6.300 lebih, maka di tahun 2018, saya memprediksi IHSG bisa mencapai menembus 7.000 dan kemungkinan akan mencapai level 7.150-7.400.

Strategi trading di tahun 2018 ini ada baiknya anda mengacu pada poin-poin penting yang saya jelaskan. Jika nantinya IHSG mulai koreksi besar, maka ada baiknya anda mulai menjual saham dan menyimpan cash yang besar. 

Sementara itu, di bulan Januari-April adalah waktu yang bagus untuk akumulasi saham, terutama akumulasi saham2 blue chip yang rajin bagi dividen besar, karena pertumbuhan laba emiten2 masih oke, kemungkinan emiten-emiten akan rajin bagi dividen tahunan (bulan Maret-April).   

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.