Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Pergerakan IHSG Saat Tahun Politik Pilkada dan Pilpres

El Heze
Salah satu pergerakan IHSG yang sangat menarik untuk kita cermati dan analisis adalah ketika Indonesia memasuki masa-masa tahun politik. Tahun politik yang saya maksud disini terutama terkait dengan Pilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak dan pilihan presiden (pilpres). 

Saat tahun politik, IHSG selalu dalam posisi yang tidak menentu. IHSG bisa naik kencang, di satu sisi IHSG bisa anjlok secara tiba2 dalam sehari (padahal hari sebelumnya IHSG masih adem ayem saja). 

Biasanya, kalau hasil pemilihan sesuai yang diharapkan oleh pelaku pasar, IHSG akan langsung melejit kencang. Tapi yang namanya tahun politik, umumnya para pelaku pasar juga akan cenderung leibh berhati-hati dalam trading, sembari menunggu keputusan  pemilu. 

Nah terkait pemilu ini saya akan memberikan salah satu contoh yang mudah kita ingat bersama, yaitu pilpres 2014. Masih ingat kan? Kalau di tahun 2014 anda sudah masuk pasar saham, anda pasti paham benar gimana kondisi IHSG kala itu. 


Contohnya tanggal 22 Juli 2014. IHSG saat memasuki sesi II, tiba2 anjlok sampai 2%. Padahal sesi I harga saham masih datar-datar saja. Kejatuhan IHSG ini ternyata dikarenakan hal "sepele" yaitu pasangan Capres Prabowo dan Hatta Rajasa menolak hasil rekapitulasi suara pilpres. Hal ini sontak membuat IHSG jatuh dalam sekejap. 

Saya katakan "sepele" karena coba anda bayangkan, hanya karena pernyataan seperti itu,  IHSG bisa anjlok sampai 2% dalam satu sesi? Tapi ya inilah politik. Mungkin orang berpikir kondisi seperti bisa menyebabkan demo, kerusuhan antar pendukung dan hal2 buruk lainnya.

Kenyataannya? Ujung2nya semua berjalan dengan baik dan pada akhirnya IHSG bisa balik naik dengan cepat. Jadi, kekhawatiran2 yang selama ini dipikirkan pengamat, pelaku pasar, masyarakat tidak terbukti.

Dan setelah pilpres presiden berakhir yang disebut-sebut sebagai tahun politik, IHSG bisa terus naik dengan kencang. Hal ini juga terjadi saat pilpres presiden 2008. IHSG yang sempat terjerembab, akhirnya bisa balik naik sampai akhir tahun. 

Lalu bagaimana dengan kondisi sekarang?

Tidak lama lagi, di tahun 2018 akan ada pilkada serentak dan tahun 2019 ada pemilu presiden. Dan setiap 5 tahun sekali, pasti anda dan saya akan menghadapi pemilu presiden (bukan cuma tahun 2019 saja), di mana ini juga menjadi tantangan kita untuk menyusun strategi trading kalau menghadapi pemilu presiden yang sarat dengan politik. 

Terus apa yang harus kita lakukan dalam tahun politik seperti ini? Apakah kita harus jual saham kita dulu? Atau kita harus wait and see.. Atau bagaimana? 

Begini, kalau IHSG naik-turun dengan cepat saat tahun politik (pilkada dan pilpres) itu adalah hal yang wajar. Karena pada tahun2 politik, pasti ada kekhawatiran2 misalnya, hasil yang tidak sesuai dengan harapan pelaku pasar, statement salah satu pihak yang bisa mengguncang pasar dan kestabilan politik dan lain2. 

Tapi hal2 semacam ini kan hanya terjadi karena faktor panik saja bukan? Artinya, kalau ada kekhawatiran2 seperti itu, maka hal ini sifatnya hanya sebentar saja dan bukan karena faktor fundamental yang jelek. Justru inilah merupakan peluang anda untuk koleksi saham jika IHSG mengalami penurunan yang besar pada saat itu. 

Jadi, saya pikir kita semua nggak perlu sampai panic selling saat menghadapi tahun-tahun politik. Kalau anda sudah pegang saham bagus, nggak perlu buru2 jual. Kalau anda belum punya saham, coba incar saham2 yang kira2 berdampak bagus untuk beberapa bulan setelah pilpres atau pilkada. 

Kecuali kalau IHSG di tahun sebelumnya sudah overvalued dan bubble kecil, ditambah adanya tahun politik, maka anda perlu mengurangi posisi saham anda terlebih dahulu.

Harus saya akui, tahun politik ini memang bisa membuat pelaku pasar menahan diri untuk membeli saham dalam jumlah besar. Sebagai contoh pada tahun 2014 pada saat pilpres masih berlangsung, saham2 properti dan konstruksi seperti WIKA, ADHI, WSKT, PTPP harganya biasa-biasa saja. Nggak ada kenaikan yang drastis. 

Namun setelah pilpres sudah selesai, hasil sudah keluar....... saham2 konstruksi dan properti baru naik kencang. Bahkan sektor properti menjadi salah satu saham top gainer di tahun 2014. Walaupun itu kenaikannya hanya karena faktor euforia, tapi kalau anda pegang sahamnya di harga rendah, coba deh hitung berapa profitnya? 

Hal ini juga terjadi di sektor riil. Saat memasuki tahun politik, masyarakat biasanya cenderung untuk menahan diri untuk membeli properti. Inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa sektor properti masih belum sebagus tahun2 sebelumnya, karena masyarakat sendiri nggak mau spekulasi. Baca juga: Saham-saham Konstruksi yang Terus Jatuh, dan lebih baik menunggu tahun2 politik berakhir, barulah mereka akan mulai memborong properti. 

JATUHNYA HARGA SAHAM SECARA BERKELANJUTAN 

Namun yang sedikit saya khawatirkan adalah kalau IHSG naik kencang sebelumnya atau tanpa mengalami koreksi yang berarti. Seperti yang terjadi di tahun 2017, IHSG mengalami kenaikan yang luar biasa tanpa ada koreksi yang berarti.

Hal ini justru menjadi tidak sehat untuk kondisi IHSG itu sendiri. Saya pernah membahasnya disini: Krisis Ekonomi 2018 dan Harga Saham

Berhubung tahun 2018 kita menghadapi pilkada serentak, saya sempat berpikir kalau nantinya IHSG justru naik terus, bisa jadi ketika pilkada, dan ada hal2 yang tidak sesuai keinginan pasar saat pilkada, IHSG bisa langsung drop dalam sekejap, bahkan penurunannya jauh lebih besar daripada tahun sebelumnya.

I mean, pilkada 2018 bisa dijadikan pelaku pasar sebagai alasan IHSG turun. Jadi, kalau IHSG sendiri sudah ketinggian dan kita masuk juga di tahun politik, bukankah ini adalah posisi yang kurang aman untuk IHSG??

Tapi apa yang saya katakan ini pastinya belum tentu benar. Memang IHSG kita secara valuasi sudah terlalu tinggi, dan tahun depan sampai 2019 kita menghadapi tahun politik, yang sebenarnya hal ini juga rawan untuk IHSG. 

Namun kalau kondisi politik nanti ternyata jauh lebih stabil, pelaku pasar senang dengan hasilnya, maka kemungkinan IHSG tidak akan jatuh lebih dalam. Kalaupun IHSG nantinya jatuh, ya seperti yang saya katakan di pos Krisis Ekonomi 2018 tadi, IHSG memang sudah terlalu tinggi, dan mungkin "bubble kecil" ini akan meletus

That's it... Itulah ulasan tentang tahun politik yang pasti kita hadapi dan prediksi IHSG selama tahun politik, termasuk  strategi yang harus anda terapkan saat memasuki tahun politik.... 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.