Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Membeli Saham Setelah Aksi Korporasi Stock Split

Salah satu aksi korporasi perusahaan yang sering sekali menjadi perhatian investor adalah stock split (SS). Secara sederhana, stock split adalah aksi korporasi yang memecah nilai nominal harga saham. Hal ini menyebabkan harga saham perusahaan bisa menjadi jauh lebih murah. Jika anda belum tahu apa itu SS, anda bisa lihat penjelasannya disini: Pengertian dan Ilustrasi Stock Split

Banyak pemain saham beranggapan kalau membeli saham setelah stock split harga saham akan mampu kembali ke harga awal atau minimal separoh harga awal sebelum stock split. Hal ini dikarenakan harga saham setelah stock split akan lebih murah, sehingga meningkatkan animo pelaku pasar untuk kembali memborong sahamnya. 

Tidak jarang saya menemukan pemain saham yang langsung memborong saham setelah emiten melakukan SS. Biasanya para trader beranggapan bahwa karena SS harga saham murah, maka bisa berpotensi balik ke harga awal (sebelum SS). 

Fakta yang sering saya temui, harga saham perusahaan setelah stock split biasanya akan naik drastis pada hari pertama saja. Atau paling tidak sampai 3 hari. Setelah itu? Harga saham malah nggak tenaga untuk naik lagi. 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Terus terang saya tidak tahu. Kita tidak bisa memastikannya. Apakah SS dianggap sebagai aksi korporasi yang buruk? Bisa juga seperti itu. Tetapi, sekali anda dan saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti benar. 

Sebagai gambaran, perhatikan grafik saham HMSP dibawah ini.


HMSP setelah stock split (sebelumnya berada di harga 97.000 dan sekarang 3.800), harga sahamnya nggak kunjung naik selama 6 bulan. Lihat grafik HMSP diatas, harganya ya main di lebel 3.700-4.000 teruss... HMSP hanya naik drastis selama 1-2 hari pertama setelah SS. 

Walaupun kebanyakan saham setelah stock split harga sahamnya sulit naik, namun ada juga (hanya sedikit) saham yang setelah stock split harga sahamnya justru mampu naik drastis. Contohnya adalah UNVR. 


UNVR pernah melakukan SS ketika harganya berada di kisaran 28.000 menjadi 6.000. Beberapa tahun setelah SS, UNVR mampu mencapai harga Rp40.000. Hal ini menunjukkan bahwa setelah SS, harga saham tidak menutup kemungkinan untuk naik drastis. 

Namun secara umum yang saya amati, perusahaan2 yang melakukan SS banyak yang sulit naik dalam jangka waktu beberapa saat. Apalagi kalau membeli saham setelah stock split, anda lebih sulit untuk menganalisis secara teknikal (grafik).   

Jadi, membeli saham apalagi memborong dalam jumlah besar ketika perusahaan melakukan SS, saya rasa bukanlah hal yang bijaksana jika anda hanya berdasarkan anggapan saham tersebut sudah murah. Kecuali, anda punya pertimbangan sendiri yang memantapkan keyakinan anda

Dalam trading, yang  paling penting anda miliki adalah trading plan dan psikologi trading yang baik. Jangan hanya karena anda melihat saham murah, kemudian anda membeli.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.