Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

Membedakan Saham Murah dengan Saham Murahan

Salah satu strategi trading yang sering diterapkan trader adalah mengincar saham-saham murah. Sederhananya, trader menyiapkan modal besar untuk membeli saham di harga rendah, kemudian saat harga naik kencang, mereka bisa menjual dengan harga tinggi. Strategi ini biasanya dikenal dengan buy low sell high.

Dalam menerapkan strategi ini, trader seringkali terjebak dengan istilah 'murah'. Banyak pemain saham yang menganggap harga saham murah mengandung pengertian: Harga saham yang sedang turun dan/ atau saham yang nominalnya kecil. Benar saja anggapan tersebut, tapi anda masih kurang tepat.

Kalau anda menganggap saham murah hanya sekedar saham yang harganya sudah turun dan saham yang nominalnya kecil, anda akan rentan terjebak membeli saham murahan. Efeknya, tentu saja anda rugi atau nyangkut.  

Jadi, apa bedanya saham murah dengan saham murahan? 

Saham murah adalah saham-saham yang harganya sudah terdiskon (turun / koreksi), dan memiliki potensi untuk rebound. Saham murahan adalah saham yang volume dan bid-0ffer tidak likuid, pergerakan tidak konsisten, harga saham biasanya cenderung relatif kecil. Baca juga: Kenali Saham Gorengan di Indonesia.

Berikut ciri-ciri harga saham murah:

- Biasanya saham yang turun adalah saham2 LQ45 (blue chip dan lapis 2)
- Pergerakannya dapat diprediksi analisis teknikal
- Nominal saham tidak terlalu rendah
- Fundamental perusahaan masih oke
- Harga saham sudah turun dan berpotensi rebound

Sedangkan ciri-ciri saham murahan adalah:

- Kebanyakan saham2 lapis 3 yang nominalnya kecil (sekitar dibawah 300)
- Harga saham turun terus dan sulit diprediksi teknikal
- Volume tidak likuid, dan bid-offer sedikit
- Fundamental perusahaan jelek (tampak dari laporan keuangan)
- Pergerakan saham sering menipu trader (tampaknya naik, tetapi keesokan hari justru turun). 

Perlu anda ingat, saham2 yang harganya turun belum tentu merupakan saham murah selama saham tersebut belum memberikan sinyal naik atau ada tanda2 naik. Jadi, dalam trading anda jangan mengandalkan emosi memborong saham, hanya karena terkesan harga saham sudah "murah". 

Tips menghindari saham murahan yaitu anda harus trading di saham2 blue chip dan saham lapis 2. Paling tidak, incarlah saham2 LQ45 di Bursa Efek, dan jangan masuk di saham2 lapis tiga. Baca juga: Memahami Saham Lapis Satu, Lapis Dua dan Tiga.  

Kalau anda ingin profit dari saham, jangan suka membeli saham murahan. Carilah saham2 yang murah dan berpotensi rebound secara analisis teknikal. Salah satu penyebab kegagalan trader di pasar saham karena mereka tidak tahu bagaimana cara membedakan saham murah dengan saham murahan. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.