Blog edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, analisis saham dan strategi trading.

3 Strategi Trading pada Saham Sideways

Harga saham yang sedang sideways / trendless / tidak naik dan tidak turun atau tidak memiliki tren, biasanya membuat trader bingung, apakah harus trading di saham tersebut atau tidak. Terutama, kalau harga saham tersebut sudah berada di harga diskon. 

Kalau anda menemukan saham yang sideways dan anda bingung apakah buy atau tidak, ada baiknya anda harus mempertimbangkan beberapa hal. Di pos ini, saya akan membahas strategi untuk trading di saham yang sedang sideways. 

1. Saham tersebut layak ditradingkan atau tidak?

Saham sideways harus anda perhatikan sektor usahanya, dan sentimen2 apa saja yang mempengaruhi. Jika saham tersebut sideways dalam waktu yang lama dan sudah berada di harga diskon, kemudian saham tersebut terdapat banyak sekali sentimen positif yang berpotensi menggerakkkan saham tersebut, anda bisa mempertimbangkan untuk buy. 

Tetapi, kalau saham tersebut sideways dengan volume kecil, tidak ada sentimen positif yang menggerakkan sektor tersebut, dan saham tersebut tidak terlalu ramai peminat (lihat bid-offernya), maka saham tersebut tidak / belum layak untuk anda koleksi.  

2. Perhatikan support dan resisten saham tersebut 

Saham sideways bisa dibagi menjadi 2: Saham sideways yang rentang pergerakannya terlalu sempit dan saham sideways yang masih memiliki rentang pergerakan lumayan besar. Untuk leibh jelasnya perhatikan grafik WIKA dibawah ini:


Pada tanda persegi menunjukkan saham berada dalam tren sideways yang sulit sekali ditentukan titik support dan resistennya, karena rentang pergerakannya sangat sempit. Kalau anda menemukan saham dengan tipe sideways seperti ini, saran saya anda jangan coba-coba untuk membelinya, karena anda tidak akan tahu arah selanjutnya. 

Tampak bahwa ternyata setelah sideways cukup lama, harga saham WIKA langsung anjlok. Sekarang perhatikan lagi grafik WIKA setelah anjlok. Setelah anjlok, WIKA ternyata kembali sideways, namun sideways-nya kali ini beda. 

WIKA terlihat cukup fluktuatif naik dan turun dalam rentang waktu tertentu. Di dalam grafik sideways masih terlihat adanya fluktuatif, sehingga bisa dengan mudah ditentukan titik support dan resistennya. Dalam hal ini, anda masih bisa trading pendek, dengan memanfaatkan support dan resisten WIKA. 

Sebagai gambaran, saya juga pernah mentradingkan saham PGAS ketika PGAS mengalami sideways. Karena PGAS sideways di rentang harga support 2.400 dan resisten 2.500, saya biasanya buy di harga 2.420 dan sell di harga 2.480-2490. Untuk sedikit gambaran, perhatikan grafik PGAS dibawah ini: 



3. Perhatikan arah market saat itu

Jika IHSG sedang berada dalam posisi lesu, atau IHSG juga terus bergerak flat dan hampir nggak ada sentimen positif, maka kemungkinan besar posisi saham2 yang sedang sideways akan berat untuk naik kencang. Jadi ada baiknya anda tidak ambil posisi buy di saham sideways saat kondisi market sedang flat.  

Ingin memahami strategi trading lainnya? Anda bisa mendapatkan bukunya disini: Buku Saham. 

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan. Komentar yang bersifat promosi, link aktif TIDAK AKAN DITAMPILKAN.